• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 27 Agustus 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Fenomena Saraf Terjepit di Kalangan Pekerja, Kenali Ciri dan Gejalanya 

Oleh: Rizki
Jumat, 22 Desember 2023 / 16:34 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

TANGERANG, WT – Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau biasa disebut dengan saraf terjepit merupakan sebuah kondisi ketika tulang belakang menerima tekanan berlebih sehingga menyebabkan bantalan yang terletak diantara tulang belakang mengalami kerusakan.

Banyak yang memiliki salah kaprah terkait saraf terjepit dengan low back pain, dimana low back pain atau nyeri pinggang bawah memiliki penyebab yang lebih luas, seperti cedera otot atau fraktur tulang.

READ ALSO

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya

Sedangkan, saraf terjepit sendiri disebabkan karena keluarnya bantalan tulang belakang dari posisi aslinya sehingga menaruh tekanan pada saraf disekitarnya dan menyebabkan rasa nyeri yang bisa berlangsung lama.

Saraf kejepit dapat terjadi pada hampir setiap bagian tulang seperti kaki hingga leher, namun biasanya paling sering terjadi pada tulang punggung bagian bawah. Terlepas dari di mana letak saraf kejepit, hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri, mati rasa, hingga kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu atau kedua kaki.

Ciri dan gejala penyakit saraf kejepit atau HNP sangat khas, yaitu adanya nyeri yang menjalar dari leher sampai ke tangan, terasa kebas, kesemutan, terasa terbakar, hingga sensasi kesetrum, yang sifatnya terus-menerus dan tidak hilang dalam jangka waktu yang panjang.

Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena saraf terjepit, seperti:

Usia: semakin tua usia seseorang maka semakin tinggi juga risiko seseorang untuk terkena saraf terjepit.

Berat badan: faktor ini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami saraf terjepit.

Riwayat saraf terjepit, atau riwayat keluarga pernah mengalami saraf terjepit.

Saraf kejepit memang biasanya menyerang orang–orang yang memiliki risiko tinggi, salah satunya yaitu para pekerja. Beberapa pekerjaan seperti kuli bangunan, pengantar galon air, hingga pekerja pabrik dan logistik memiliki rutinitas yang membuat mereka terbiasa untuk sering mengangkat beban berat. Tanpa disadari hal ini menjadi salah satu risiko yang dapat menyebabkan orang mengalami low back pain dan saraf terjepit.

Namun meski begitu, ini bukan berarti saraf terjepit hanya terjadi pada pekerja lapangan, pekerja kantoran juga memiliki risiko tersendiri yang dapat menyebabkan mereka bisa mengalami low back pain dan saraf terjepit. Pekerja kantoran menghabiskan sebagian waktunya duduk di kursi, dimana ini bisa menaruh lebih banyak kompresi pada tulang belakang dibandingkan pada saat berdiri.

Risiko tersebut bisa saja meningkat jika pekerja tersebut juga memiliki risiko-risiko yang lain seperti usia lanjut atau memiliki berat badan berlebih. Ini mengapa saraf terjepit hingga saat ini menjadi salah satu gangguan tulang belakang yang cukup umum terjadi terutama di kalangan para pekerja.

Sekitar 70-80% kasus saraf terjepit terjadi akibat dari kelemahan otot, yang dimana ini terjadi karena seseorang jarang melatih ototnya dengan berolahraga. Setiap bantalan-bantalan yang ada di tulang belakang kita dapat menampung tulang belakang dengan baik, namun ketika bantalan tersebut menerima kompresi berlebih maka otot dapat membantu menahan agar bantalan tersebut tetap berada dalam posisinya. Ketika otot seseorang juga lemah, maka tidak ada lagi support yang bisa menahan bantalan tulang belakang ketika menerima kompresi berlebih.

Penanganan low back pain bisa dilakukan secara konservatif atau operatif, dalam kasus yang tidak terlalu parah, low back pain bisa diatasi dengan pemberian obat pereda nyeri dan pelaksanaan metode fisioterapi untuk membantu proses pemulihan lebih cepat. Fisioterapi dilakukan untuk meredakan nyeri dan mengembalikan fungsi memaksimalkan fungsi fisik secara keseluruhan.

Mengatasi saraf terjepit kini sudah dimudahkan dengan adanya kemajuan metode dan teknologi untuk mengatasi masalah tulang belakang seperti low back pain dan HNP (saraf terjepit), yaitu melalui endoskopi tulang belakang. Endoskopi merupakan sebuah teknologi berbentuk selang kecil yang dilengkapi dengan kamera dan lampu sorot di ujungnya yang digunakan untuk melakukan inspeksi ke bagian dalam tubuh tanpa harus melakukan pembedahan besar.

Penggunaan endoskopi hanya memerlukan luka sayatan kecil sebesar 1-2 cm sehingga proses operasi serta pemulihan pasca operasi juga menjadi lebih efisien dan cepat. Endoskopi biasa digunakan untuk pemeriksaan organ tubuh dalam seperti saluran pencernaan, namun juga bisa dan sering digunakan untuk mengatasi permasalahan tulang belakang, salah satunya yaitu saraf terjepit.

Ada banyak jenis endoskopi tulang belakang dengan metode dan penanganan yang berbeda, seperti Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS), Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), dan masih banyak lagi. Hanya dokter yang dapat menentukan metode mana yang tepat bagi setiap pasien, karena setiap kasus saraf terjepit memiliki permasalahannya tersendiri.

Adapun beberapa kelebihan yang dapat dilakukan dari endoskopi tulang belakang, yaitu:

Hanya memerlukan obat bius lokal, sehingga pasien akan tetap dalam kondisi terjaga dan berkomunikasi membantu dokter untuk mengidentifikasi rasa nyeri.

Metodenya yang minimal invasif membuat endoskopi tulang belakang lebih rendah untuk mengalami risiko komplikasi.

Durasi tindakan yang lebih cepat, sehingga lebih efektif untuk dilakukan dan pasien dapat pulang dengan cepat.

Masa pemulihan yang lebih cepat karena prosesnya yang minimal invasif sehingga luka sayatan lebih kecil dan membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk pulih.

Dalam beberapa kasus saraf terjepit yang lebih berat dan membutuhkan pemasangan implan atau bantalan artifisial, dokter dapat menggunakan Robotic Navigation Spine Surgery, metode terbaru dalam dunia kedokteran yang menggunakan teknologi robot untuk menangani masalah tulang belakang. Hanya dokter spesialis tertentu yang mendalami dan memiliki kemampuan khusus yang dapat mengoperasikan teknologi tersebut.

Penggunaan Robotic Navigation Spine Surgery memiliki kelebihan yaitu memiliki tingkat akurasi penempatan implan mencapai 99,9% dan tingkat keberhasilannya mencapai 100%. Penggunaan teknologi ini juga dapat mempersingkat waktu operasi serta risiko infeksi yang lebih kecil. Selain saraf terjepit, Robotic Navigation Spine Surgery juga sering digunakan untuk mengatasi masalah tulang belakang lainnya, seperti skoliosis hingga tumor tulang.

Ada banyak jenis pengobatan masalah tulang belakang yang tersedia saat ini, dan masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan manfaatnya tersendiri. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dapat membantu pasien dalam menentukan metode mana yang tepat untuk mengatasi penyebab low back pain yang dimiliki pasien. (*)

Penulis:

dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD

Tags: Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSDEka HospitalSaraf KejepitWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Presiden Jokowi Songsong Ekonomi Nasional 2024 dengan Optimisme

Next Post

Penanganan Dampak Sosial Lahan Kampus UIII, Warga Antusisas Terima Kerahiman

Related Posts

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik
Kesehatan

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Oleh: Rizki
Jumat, 21 Agustus 2026 / 13:50 WIB
Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya
Kesehatan

Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya

Oleh: Rizki
Jumat, 7 Agustus 2026 / 21:49 WIB
Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih
Kesehatan

Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih

Oleh: Rizki
Kamis, 30 Juli 2026 / 10:46 WIB
Dokter Eka Hospital Jelaskan Dampak Testosteron Rendah dan Cara Penanganannya
Kesehatan

Dokter Eka Hospital Jelaskan Dampak Testosteron Rendah dan Cara Penanganannya

Oleh: Rizki
Kamis, 30 Juli 2026 / 10:21 WIB
Gunakan Teknologi Laser Canggih, Bethsaida Hospital Resmikan Urology & Nephrology Clinic
Kesehatan

Gunakan Teknologi Laser Canggih, Bethsaida Hospital Resmikan Urology & Nephrology Clinic

Oleh: Rizki
Rabu, 29 Juli 2026 / 20:51 WIB
Kista Endometriosis Bisa Sebabkan Sulit Hamil, Dokter Eka Hospital BSD Jelaskan Gejala dan Penanganannya
Kesehatan

Kista Endometriosis Bisa Sebabkan Sulit Hamil, Dokter Eka Hospital BSD Jelaskan Gejala dan Penanganannya

Oleh: Rizki
Rabu, 29 Juli 2026 / 20:36 WIB
Next Post
Penanganan Dampak Sosial Lahan Kampus UIII, Warga Antusisas Terima Kerahiman

Penanganan Dampak Sosial Lahan Kampus UIII, Warga Antusisas Terima Kerahiman

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Laga Persahabatan Internasional, Dewa United Banten Tantang Brisbane Roar di BIS

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:47 WIB
Perusahaan Pembiayaan Dipanggil Polresta Tangerang, Bahas Aturan Penarikan Kendaraan

Perusahaan Pembiayaan Dipanggil Polresta Tangerang, Bahas Aturan Penarikan Kendaraan

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:39 WIB
Sampah Organik Jadi Peluang Usaha, PT IKPP Tangerang Latih KWT Tangsel Belajar Bikin Eco Enzyme

Sampah Organik Jadi Peluang Usaha, PT IKPP Tangerang Latih KWT Tangsel Belajar Bikin Eco Enzyme

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:35 WIB
Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase

Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:29 WIB
Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD

Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:23 WIB
Enam Laga Tanpa Kekalahan, Persib Tak Boleh Lengah saat Hadapi Dewa United Banten

Tatap Playoff ACL 2, Persib Bandung Bayar Mahal Kesiapan Tim dengan Cedera Pemain

Senin, 24 Agustus 2026 / 17:43 WIB
329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak

329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak

Senin, 24 Agustus 2026 / 17:23 WIB
Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong

Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong

Senin, 24 Agustus 2026 / 17:13 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang