JAKARTA, WT – Menerima diagnosis miom atau kista ovarium berukuran besar kerap menimbulkan kecemasan mendalam bagi kaum hawa. Ancaman prosedur operasi terbuka, rasa nyeri berkepanjangan saat pemulihan, hingga risiko hilangnya rahim sering kali membayangi pikiran para pasien yang masih mendambakan keturunan.
Kini kemajuan teknologi medis menghadirkan angin segar. Penanganan kista dan miom skala besar dapat dilakukan secara presisi tanpa harus mengorbankan organ reproduksi wanita melalui teknik Minimally Invasive Gynecologic Surgery (MIGS) berbasis bedah robotik.
Layanan inovatif ini dihadirkan di Eka Hospital MT Haryono oleh dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, MSc (HumRepro), MIGS, yang merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan sekaligus pionir bedah robotik perempuan pertama di Indonesia.
dr. Sita menjelaskan bahwa miom (tumor jinak pada dinding rahim) serta kista ovarium (kantung berisi cairan/jaringan di indung telur) kerap berkembang tanpa gejala di tahap awal. Namun, saat ukurannya membesar, pasien umumnya mengeluhkan nyeri panggul hebat saat haid, perdarahan hebat memicu anemia, hingga gangguan buang air akibat penekanan organ.
“Tindakan miomektomi atau pengangkatan miom dengan tetap mempertahankan rahim sangat memungkinkan dilakukan. Keputusan prosedur medis akan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, jumlah benjolan, serta rencana kehamilan pasien di masa depan,” jelas dr. Sita.
Pemanfaatan sistem robotik da Vinci Xi membawa revolusi baru dalam pembedahan ginekologi. Prosedur ini digerakkan oleh instrumen canggih yang dikendalikan penuh oleh dokter bedah melalui konsol khusus.
Beberapa keunggulan utama dari teknik bedah robotik ini meliputi:
Presisi Tinggi: Bantuan kamera 3D memberikan visualisasi detail struktur anatomi yang diperbesar secara jelas.
Fleksibilitas Lengan Robot: Mampu menjangkau area panggul yang sempit dan sulit diakses oleh tangan manusia.
Minimal Luka & Nyeri: Hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil sehingga meminimalkan pendarahan dan risiko kerusakan jaringan.
Pemulihan Lebih Cepat: Waktu rawat inap relatif singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Proses penanganan diawali dengan konsultasi mendalam, pemeriksaan diagnostik (USG/MRI), serta skrining kesehatan pra-operasi. Prosedur pembedahan dilakukan di ruang operasi khusus berfasilitas medis modern dengan anestesi umum.
Bagi wanita yang sedang mencari opsi penanganan medis atau memerlukan pendapat kedua (second opinion) terkait kasus miom dan kista tanpa harus kehilangan rahim, konsultasi langsung dapat dilakukan bersama dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, MSc (HumRepro), MIGS di Eka Hospital MT Haryono. (RIZ)















Discussion about this post