Kecamatan Cikeusik menjadi juara umum dengan jumlah nilai 13, berdasarkan keputusan dewan hakim No. 01/DH/MTQ-PDG/Kep/2018 tentang Penetapan Juara Umum, Peserta Terbaik dan Kafilah Terbaik Pada MTQ Kabupaten Pandeglang Tahun 2018, sedangkan untuk juara kedua di raih oleh Kecamatan Pandeglang dengan nilai 13, dan di posisi ketiga di raih oleh Kecamatan Labuan dengan mengumpulkan nilai 11.
“Pelaksanaan MTQ kali ini berjalan sukses, dan Cikeusik menjadi juara umum hal tersebut dikarenakan Kecamatan Cikeusik memperoleh nilai dari lima cabang dan sembilan golongan, diantaranya Tilawah Alqur’an, Syahril Qur’an Qira’atul Kutub (baca kitab kuning) Fahmil Qur’an dan Hifdzil Hadis,” kata Ketua II LPTQ Kabupaten Pandeglang, Abdul Ghaffar Alhatiri.
Ia mengungkapkan sebetulnya poin tertinggi pada pelaksanaan MTQ ini ada dua kecamatan dengan nilai yang sama 13 poin, yaitun Kecamatan Cikeusik dan Pandeglang, akan tetapi tidak mungkin juara umum itu terbagi dua.
“Oleh karena itu kita kembali kepada panduan MTQ nasional, dimana jika pada cabang tilawah Al-qur’an poinnya menonjol maka itulah yang di pilih menjadi juara umum,” katanya.
Ia menambahkan untuk para pemenang, pihaknya akan menseleksi kembali, dan hasil yang terbaik dari proses seleksi tersebut, akan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Banten tahun 2019 yang akan digelar di Kota Tangerang.
Assisten Ekonomi pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Pandeglang diharapkan dapat melahirkan duta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Pandeglang di ajang MTQ tingkat Provinsi Banten, bahkan di tingkat nasional.
“Selamat kepada para juara atas prestasi yang di raih saat ini, semoga prestasi ini dapat dikembangkan dan dipertahankan, sedangkan bagi yang belum juara jangan berkecil hati teruslah berlatih serta mengasah kemampuan dan pembinaan yang baik, agar kedepan bisa melahirkan prestasi yang gemilang,” katanya.
Camat Cikeusik, Dani Ramdani mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan jauh-jauh hari mulai dari pembinaan para kafilah, keseriusan semua elemen di Kecamatan Cikeusik, dan dengan persiapan yang matang Kecamatan Cikeusik bisa juara umum MTQ, dan merupakan pertama kali diraih.























Discussion about this post