TANGERANG, WT – Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pajak daerah kembali digencarkan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten bersama politisi Partai Kebangkitan Bangsa dari Komisi III DPRD Banten, Ahmad Fuady. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kelurahan Sukasari dan Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Kamis (23/04/2026), dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak daerah. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah titik lain di Kota Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan akademisi turut hadir memberikan edukasi terkait pentingnya pajak sebagai penopang pembangunan daerah. Materi yang disampaikan mencakup fungsi pajak dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ahmad Fuady menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Tangerang. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memfasilitasi kebutuhan warga, sejalan dengan arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, pajak daerah memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan. Namun, tingkat kepatuhan masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan edukatif yang langsung menyentuh warga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya memahami kewajiban pajak, tetapi juga merasakan manfaatnya secara nyata, karena pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Fuady.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Banten, Astri Retnadiarti, memaparkan berbagai regulasi pajak daerah serta kemudahan pembayaran melalui inovasi layanan digital. Ia juga mengungkapkan langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Salah satu upaya tersebut adalah menurunkan lebih dari 900 petugas lapangan yang akan melakukan penagihan secara langsung atau door to door kepada wajib pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. Astri juga meminta dukungan RT dan RW agar petugas dapat menjalankan tugasnya dengan lancar di lingkungan masing-masing.
Dari pihak Samsat Cikokol, sejumlah perwakilan seperti Andre, Lucky, Juan, dan Ibnu turut memberikan penjelasan teknis terkait pembayaran pajak kendaraan bermotor. Mereka juga mengedukasi masyarakat mengenai prosedur balik nama kendaraan hingga pemblokiran STNK bagi kendaraan yang telah berpindah kepemilikan.
Ibnu menyebutkan bahwa pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber pendapatan utama di Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang. Oleh karena itu, edukasi langsung kepada masyarakat dinilai penting untuk mendorong optimalisasi penerimaan pajak.
Dalam sesi akademik, Fathurrahman Yahya menekankan pentingnya literasi perpajakan sebagai bagian dari pembangunan daerah, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Ia menyebut bahwa kepatuhan pajak merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung roda pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memperoleh pemahaman baru, warga juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait berbagai persoalan pajak yang mereka hadapi.
Ke depan, Ahmad Fuady berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah. Ia optimistis peningkatan kesadaran masyarakat akan berdampak langsung pada optimalisasi pendapatan daerah.
“Ini bentuk kepedulian kami bersama mitra untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya. (KEY)






















Discussion about this post