TANGERANG, WT – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang kembali membuktikan kesiapsiagaan mereka dalam menangani situasi darurat non-kebakaran. Kali ini, personel dari UPT Damkar Periuk berhasil melakukan tindakan penyelamatan darurat terhadap seorang balita laki-laki berusia tiga tahun yang mengalami insiden benda asing tersangkut di hidung.
Peristiwa bermula saat orang tua sang balita mendatangi Pos Damkar Periuk dengan raut wajah cemas. Mereka melaporkan bahwa sebuah biji tasbih masih tertahan di dalam rongga hidung putra mereka. Sebelumnya, tim medis di rumah sakit telah berhasil mengeluarkan satu biji tasbih, namun biji lainnya masih tertinggal dan sulit dijangkau.
Situasi Mendesak dan Respon Cepat
Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan Korban Periuk, Kamaluddin Azizi, mengungkapkan bahwa orang tua balita sempat kembali ke rumah sakit, namun layanan dokter spesialis THT sudah tutup. Dalam kondisi panik dan mendesak, mereka memutuskan untuk mencari bantuan ke petugas Damkar.
“Proses evakuasi kami lakukan dengan ekstra hati-hati. Mengingat objek berada di area sensitif, petugas menggunakan alat penjepit khusus dengan dukungan pencahayaan yang sangat intensif agar posisi benda terlihat jelas,” jelas Kamaluddin, Rabu (22/4/2026).
Berkat ketelitian dan ketenangan petugas, biji tasbih tersebut berhasil dikeluarkan hanya dalam waktu sekitar empat menit tanpa menimbulkan luka maupun cedera pada sang anak.
Menariknya, aksi petugas tidak berhenti pada evakuasi fisik saja. Menyadari sang anak mengalami ketakutan dan trauma pasca-tindakan, tim UPT Periuk memberikan hiburan spesial. Balita tersebut diajak berkeliling area sekitar menggunakan mobil pemadam kebakaran.
“Kami ajak berkeliling sebagai bentuk pendekatan psikologis agar anak tidak trauma. Alhamdulillah, setelah diajak naik mobil damkar, anak tersebut kembali ceria dan bisa tersenyum lagi,” tambah Kamaluddin.
Kejadian ini semakin mempertegas peran petugas Damkar yang serba bisa. Tak hanya bergelut dengan api, mereka kini menjadi andalan masyarakat dalam berbagai kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat, ketelitian tinggi, dan sentuhan humanis di lapangan. (KEY)























Discussion about this post