• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 17 April 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Opini

Saya Ingin Tampak Apa Adanya

Oleh: Rizki
Rabu, 16 Maret 2022 / 11:32 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

SELAMAT malam kawan-kawan. Menemani akhir pekan para sahabat, saya ingin membuat catatan yang ringan tetapi sangat terkait dengan hal-hal yang saya alami setiap hari dalam tugas. Ada soal perasaan saja sih.

Saya ingin garisbawahi soal konsekuensi tugas itu karena catatan ini bisa menggambarkan perbedaan saya dengan orang lain.

READ ALSO

Saat Penjelasan Resmi Kalah Cepat dari Tafsir Publik

KPK versus Kejaksaan: Pemberantasan Korupsi atau Perebutan Panggung?

Intinya saya ingin nampak apa adanya. Saya tidak suka sok istimewa karena saya ini hanya anak kampung yang miskin pada dasarnya.

Saya tidak mau berlebihan karena saya sadari seorang aparat penegak hukum dan penegak keadilan harus berlaku adil sejak niat dan pikiran. Dan saya anggap pengistimewaan diri adalah awal dari tindakan tidak adil.

Itu prinsip yang sayang ingin tegakkan dalam tugas saya sehari-hari. Karena itu saya ingin menanggapi berbagai isu tentang saya secara adil dengan menimbang seluruh situasi yang meliputinya.

Pertama, tentang orang-orang yang menilai saya. Di satu sisi ada yang mendukung, di sisi lain ada yang tidak mendukung; ada yang suka, ada yang tidak suka; ada yang cinta dan ada yang benci.

Saya menganggap itu semua wajar karena dalam seluruh tugas saya sekarang penuh dengan expose dan pemberitaan.

Saya pernah bertugas dalam peran-peran yang lebih berat tetapi saya tidak dikenal oleh masyarakat karena dalam tugas tersebut tidak mewajibkan saya untuk dikenal apalagi populer.

Tapi sekarang saya tidak bisa menghindari popularitas karena setiap hari saya memimpin lembaga yang sangat populer. Maka nama saya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin lembaga, ikut terseret popularitas. Adalah tidak wajar apabila kita menghindari fakta ini.

Kedua, saya ingin mengomentari secara adil misalnya adanya kelompok atau orang atau siapa saja yang menilai dan memantau tindak perilaku saya sebagai pribadi dan sebagai pimpinan lembaga.

Suatu yang saya syukuri sekarang adalah karena saya memimpin untuk pertama kalinya KPK setelah UU-nya direvisi. Kini, KPK menjadi lembaga negara dalam rumpun eksekutif dan dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya tidak terpengaruh kekuasaan manapun, walaupun dengan pengawasan yang sangat ketat.

Sejak awal kami berkeyakinan bahwa semakin diawasi, kita tidak semakin buruk. Justru kita semakin baik karena dengan pengawasan kita menjadi terdorong untuk menyerahkan yang terbaik yang sanggup kita lakukan dalam pengawasan dan batas- batas yang ada.

Jika kita tidak diawasi boleh jadi kita hanya menerima tepuk tangan dan pujian, padahal kita sedang melakukan kesalahan, yang kesalahan itu akan menjadi beban mereka mereka yang datang setelah kita.

Maka, mental diawasi ini sangat baik bagi saya dan juga bagi seluruh pegawai KPK. Kami bisa saja membela diri atas kritik dengan mengatakan adanya serangan balik dari koruptor, tapi itu sikap yang tidak ksatria!

Memang ada orang yang karena merasa sudah melakukan hal yang benar lalu merasa tidak ingin diawasi. Ini bertentangan dengan prinsip check and balances dalam demokrasi kita.

Ketiga, belakangan ada yang mempersoalkan munculnya semacam dukungan politik kepada saya berupa spanduk, media sosial, pernyataan emak-emak di kampung dan lain lain.

Sekali lagi saya justru memandang bahwa itulah akibat dari hal hal yang saya sampaikan di awal.

Saya tidak punya hubungan dengan orang orang yang mengenal saya dari jarak jauh; ada yang membenci ada yang menyayangi. Semuanya sudah di luar kendali saya.

Keempat, maka apapun yang saya lakukan menjadi cenderung sangat dinilai dan dikritisi.

Saya mengajak seluruh anak bangsa untuk terlibat dalam upaya membangun budaya antikorupsi, menghindari perilaku koruptif. Semua dilakukan untuk membersihkan NKRI dari praktik praktik korupsi. Semua menjadi ramai sekali lagi karena saya tidak bisa menghindar menjadi pribadi yang disorot dengan mata yang lebih tajam dari hari ke hari.

Bahkan istri saya pun, ikut disorot. Beliau yang mencintai seni dan musik itu, karena rasa bangganya menjadi bagian dari kerja pemberantasan korupsi di KPK lalu menciptakan lagu yang merupakan hak setiap warga negara untuk mencipta. Juga memperoleh kritik.

Dan lagu itu telah didaftarkan tahun lalu di Direktorat Hak Cipta Kemenkumham. Lalu pencipta lagu itu menyumbangkannya kepada lembaga tempat saya bekerja dan lembaga menerima lagu itu dengan sebuah ucapan terima kasih.

Saya terima kritik ini, termasuk kritik kepada pencipta lagu itu dan tentu saya tidak akan menghindar apabila itu semua demi kebaikan bangsa dan negara saya akan teruskan.

Saya ingin tetap menjadi manusia biasa, menjadi Patriot bangsa yang bekerja untuk Indonesia Raya.

Makanya saya menulis Firli Bahuri untuk Indonesia. Saya singkat FBI pun menjadi sorotan. Padahal saya sampaikan itu semua untuk mengingatkan diri saya bahwa saya dalam pengabdian kepada Indonesia Raya.

Saya memimpin sebuah lembaga yang saya harus jaga reputasi dan kehormatannya, tetapi saya tidak ingin yang bekerja di lembaga itu menjadi manusia yang berbeda. Kita adalah manusia biasa yang berusaha menegakkan hukum dan etika dalam tugas kita sebagai manusia biasa, sebagai warga dan sebagai hamba Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saya tidak ingin menjadi manusia yang kaku, yang membenci pergaulan hanya karena pada dasarnya tidak memahami arti dari kehormatan dan jiwa besar.

Saya percaya Indonesia dapat menjadi negara yang bersih dari korupsi bukan karena pencitraan tapi karena tegaknya sistem hukum dan keadilan di semua lini kehidupan kita.

Demikian catatan ringan saya mendampingi sahabat menjalani akhir pekan yang ber bahagia. Terima kasih atas perhatiannya. Merdeka!.

Penulis

Firili Bahuri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Tags: Firli BahuriKPKWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Hanya di Hotel Santika Premiere ICE -BSD City, Staycation Kian Asyik dengan Fasilitas Sepeda Gratis

Next Post

Kesan Sejumlah Pembalap MotoGP 2022 Bertemu Presiden Jokowi

Related Posts

Saat Penjelasan Resmi Kalah Cepat dari Tafsir Publik
Opini

Saat Penjelasan Resmi Kalah Cepat dari Tafsir Publik

Oleh: Rizki
Kamis, 12 Februari 2026 / 21:24 WIB
KPK versus Kejaksaan: Pemberantasan Korupsi atau Perebutan Panggung?
Opini

KPK versus Kejaksaan: Pemberantasan Korupsi atau Perebutan Panggung?

Oleh: Rizki
Kamis, 25 Desember 2025 / 09:55 WIB
Informasi Lengkap tentang KLH dan Dinas Lingkungan Hidup di Indonesia
Opini

Informasi Lengkap tentang KLH dan Dinas Lingkungan Hidup di Indonesia

Oleh: wartatangerang.com
Kamis, 18 Desember 2025 / 02:53 WIB
Integritas Bukan Diwariskan Lewat Kata, Tetapi dengan Keteladanan
Opini

Integritas Bukan Diwariskan Lewat Kata, Tetapi dengan Keteladanan

Oleh: Rizki
Jumat, 12 Desember 2025 / 16:35 WIB
Hari Santri Tonggak Perjuangan di Indonesia
Opini

Hari Santri Tonggak Perjuangan di Indonesia

Oleh: Rizki
Rabu, 22 Oktober 2025 / 13:30 WIB
Ziarah Makam Tokoh Pendahulu di Kali Pasir Warnai Tradisi Maulid Nabi di Kota Tangerang
Kota Tangerang

Ziarah Makam Tokoh Pendahulu di Kali Pasir Warnai Tradisi Maulid Nabi di Kota Tangerang

Oleh: Rizki
Kamis, 4 September 2025 / 20:54 WIB
Next Post
Kesan Sejumlah Pembalap MotoGP 2022 Bertemu Presiden Jokowi

Kesan Sejumlah Pembalap MotoGP 2022 Bertemu Presiden Jokowi

Discussion about this post












WARTA TERKINI

KPK Didesak Tuntaskan Kasus TPPU Syahrul Yasin Limpo

LSAK Kritik Pelaporan Jubir KPK, Tegaskan Faizal Assegaf Bukan Saksi Ahli

Jumat, 17 April 2026 / 20:22 WIB
Rayakan Hari Jadi dan Momen Kartini, RSU Kota Tangerang Selatan Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

Rayakan Hari Jadi dan Momen Kartini, RSU Kota Tangerang Selatan Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

Jumat, 17 April 2026 / 13:05 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Andalkan Kolektivitas Tim, Dewa United Banten Optimis Hadapi Gempuran Persib Bandung

Kamis, 16 April 2026 / 22:40 WIB
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Jadwal Lengkap Pertandingan BRI Super League Pekan ke-28

Kamis, 16 April 2026 / 22:29 WIB
Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkab Tangerang Buka Pendaftaran Beasiswa Tangerang Gemilang 2026

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkab Tangerang Buka Pendaftaran Beasiswa Tangerang Gemilang 2026

Kamis, 16 April 2026 / 22:14 WIB
Pusat Belanja Baru di Gading Serpong, Hampton Square Tawarkan F&B dan Lifestyle Kekinian

Bisnis Kuliner dan Lifestyle di Hampton Square Kian Berkembang, Ini Kata Tenant

Kamis, 16 April 2026 / 21:50 WIB
Distrik Komersial Pasadena Central Semakin Berkembang, Kini Hadir Pasadena Square South

Distrik Komersial Pasadena Central Semakin Berkembang, Kini Hadir Pasadena Square South

Kamis, 16 April 2026 / 18:15 WIB
Sensasi Pedas di Gudeg Mercon Bu Prih Hampton Square Gading Serpong

Sensasi Pedas di Gudeg Mercon Bu Prih Hampton Square Gading Serpong

Kamis, 16 April 2026 / 18:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang