TANGERANG, WT – Dampak musim kemarau ekstrem kian meluas di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak delapan desa yang berada di enam kecamatan mulai mengeluhkan kelangkaan air bersih untuk kebutuhan harian warga.
Hingga Jumat (24/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah menerima laporan resmi permohonan bantuan pasokan air dari enam wilayah kecamatan, meliputi:
Kecamatan Panongan
Kecamatan Curug (Kelurahan Curug Kulon)
Kecamatan Kelapa Dua (Desa Bojong Nangka)
Kecamatan Sukadiri (Desa Gintung dan Desa Kosambi)
Kecamatan Kronjo (Desa Muncung)
Kecamatan Mekar Baru (Desa Jenggot dan Desa Dadap Dalam)
Distribusi Air Bersih Mulai Disalurkan
Menanggapi permintaan tersebut, BPBD setempat telah menguji coba dan menyalurkan bantuan air di dua kecamatan terdampak. Masing-masing titik mendapatkan jatah alokasi sebanyak 10.000 liter air bersih. Sementara itu, pengiriman untuk wilayah lainnya akan menyusul sesuai dengan jadwal piket armada logistik.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa jajarannya sudah menyiagakan 14 pos layanan bencana dan pemadam kebakaran yang tersebar di titik-titik strategis. Seluruh pos tersebut diperkuat oleh personel siaga serta armada truk tangki penampung air.
“Dukungan 14 pos pemadam kebakaran dan bencana yang tersebar di berbagai titik wilayah kecamatan,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, distribusi air bersih ini disiapkan untuk menopang kebutuhan domestik masyarakat, seperti mandi dan mencuci. Sedangkan untuk pemenuhan konsumsi air minum, pihak BPBD juga mengombinasikannya dengan bantuan air mineral kemasan.
20 Kecamatan Berpotensi Terdampak Kekeringan
Berdasarkan pemetaan potensi bencana, puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026. BPBD mencatat setidaknya ada 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang masuk dalam zona rawan dan berpotensi mengalami kekeringan serupa jika curah hujan tidak kunjung turun dalam beberapa waktu ke depan. (RIK)
















Discussion about this post