Seskab Pramono Anung menjawab wartawan usai pembicara kunci dalam Leadership Talk, MM FEB UGM, Yogyakarta, Sabtu (30/6) pagi. (Foto: Agung/Humas)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengaku bersyukur karena pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak di 171 daerah pemilihan, Rabu (27/6) lalu, berlangsung dengan aman, tentram, dan baik.
“Mudah-mudahan sampai dengan nanti perhitungan real count di KPU (Komisi Pemilihan Umum), dan penetapan itu berjalan dengan baik,” kata Seskab menjawab pertanyaan wartawan usai menjadi pembicara kunci dalam Leadership Talk yang digelar di Auditorium Sukadji Ranuwiharjo, Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM), Yogyakarta, Sabtu (30/6) pagi.
Seskab berharap, pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan proses lanjutannya hingga penetapan pemenang di KPU itu nantinya akan menjadi proses pendewasaan demokrasi bagi bangsa kita.
Ia menegaskan, Pilkada ini adalah forum demokrasi dan rakyat sudah memilih. Pilihan itu harus dihormati oleh siapapun. “Kalau masih ada ketidakpuasan ada outletnya yaitu menggugat ke Mahkamah Konstitusi,” terang Seskab.
Terkait hasil Pilkada dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan, Seskab Pramono Anung mengatakan, kalau dilihat dari hasil pilkada dan juga potret ke depan tentang pilpres sebenarnya masyarakat sudah bisa menentukan itu.
Tapi Seskab menegaskan, bagi pemerintah sendiri yang paling penting adalah pilkada ini dilihat oleh dunia, dengan jumlah yang sangat besar 17 provinsi totalnya 171 pilkada berjalan dengan baik, aman, tentram, dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan.
“Ini menjadi modal yang baik bagi pelaksanaan pilpres pada tahun 2019 nanti,” tegas Seskab.
Menyinggung mengenai ntetralitas aparat, menurut Seskab, sudah sangat netral. Sudah terbukti dan transparan.
Ia mengingatkan, sekarang ini tidak mungkin aparat tidak netral karena semuanya sangat terbuka, pada setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) ada saksinya. Sehingga dengan demikian apa yang dikhawatirkan sebelum pelaksanaan pilkada ternyata tidak terbukti.
Bahwa ada insiden-insiden di lapangan, lanjut Seskab, pasti ada, tidak bisa kemudian semuanya berjalan mulus. Tetapi kalau melihat secara general, secara menyeluruh, menurut Seskab, hasil pilkada ini baik dari hasilnya, prosesnya itu berlangsung dengan baik. (UN/AGG/ES)






















Discussion about this post