TANGERANG, WT – Pengamat perkotaan Nirwono Joga menilai pengembangan kota mandiri memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya. Menurutnya, proyek kota baru mampu menjadi magnet sekaligus lokomotif bagi perkembangan sektor properti.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan semata. Aspek kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan.
Ia menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pembangunan kota, termasuk pengelolaan energi hijau, sistem air, pengolahan sampah dan limbah, transportasi publik, hingga keterlibatan masyarakat. Hal tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kota yang ramah lingkungan atau eco-friendly.
Pandangan ini menjadi relevan di tengah pesatnya urbanisasi di wilayah penyangga Jakarta, khususnya di Tangerang dan kawasan barat ibu kota. Perkembangan kota mandiri di wilayah ini mulai menunjukkan arah yang semakin jelas, seiring terbukanya akses dan meningkatnya aktivitas ekonomi.
Kombinasi antara konektivitas yang semakin baik, pembangunan kawasan terpadu, serta tingginya permintaan hunian membentuk pola baru dalam perkembangan wilayah. Tangerang kini semakin menguat sebagai salah satu pusat pertumbuhan hunian di kawasan Jabodetabek.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyampaikan pengembangan kota mandiri diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Ia menegaskan pembangunan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada kualitas hidup dan nilai investasi jangka panjang.
“Perencanaan matang dan visi jangka panjang menjadi kunci dalam menghadirkan kawasan yang mampu memberikan manfaat bagi penghuni sekaligus lingkungan sekitar,” ujarnya..
Sementara itu, momentum konektivitas di barat Jakarta juga semakin nyata. Akses tol langsung di KM 25 ruas Tol Jakarta–Merak kini memasuki tahap akhir uji kelayakan sebelum ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2026.
Dengan hadirnya akses tersebut, mobilitas diprediksi meningkat signifikan, distribusi menjadi lebih efisien, dan kawasan yang sebelumnya terasa jauh akan semakin mudah dijangkau. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan properti.
Data dari Rumah123 dalam laporan Maret 2026 mencatat Tangerang menjadi wilayah dengan tingkat pencarian hunian tertinggi di Indonesia, mencapai 14,8 persen, melampaui Jakarta Selatan. Developer Business Manager Rumah123, Regina Veliany, menyebut dominasi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kawasan mandiri sebagai pusat pertumbuhan baru. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat dari pusat kota menuju kawasan penyangga yang menawarkan konektivitas, fasilitas, serta lingkungan hunian yang lebih terintegrasi.
Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, kawasan barat Jakarta kini memasuki fase transisi penting, di mana arah pertumbuhan mulai terlihat jelas. Pengembangan kota mandiri yang terencana diyakini akan terus memainkan peran utama dalam membentuk struktur urban baru di masa depan. (RIZ)























Discussion about this post