TANGERANG, WT – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang menggelar bursa kerja atau job fair dalam rangka Safari Pembangunan 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Nambo, Kota Tangerang, Selasa (3/2/2026), sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Kota Tangerang.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang, mengatakan job fair ini merupakan bagian dari implementasi program 3G yang menjadi visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pada momentum HUT ke-31 Kota Tangerang, kami menggelar job fair dengan melibatkan 30 perusahaan. Tersedia 70 formasi jabatan dengan total 1.707 lowongan kerja,” kata Ujang.
Ia menjelaskan, lowongan kerja yang dibuka mencakup berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan S1, Diploma, SLTA, hingga SMK dan sederajat.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang Live. Melalui platform tersebut, pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan secara mudah dan transparan.
“Peran Disnaker adalah sebagai koordinator yang menjembatani informasi lowongan dari perusahaan kepada pencari kerja melalui aplikasi Tangerang Cakap Kerja,” jelasnya.
Ujang menambahkan, sektor usaha yang berpartisipasi dalam job fair ini meliputi sektor keuangan, manufaktur, industri, serta berbagai bidang jasa lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Tangerang saat ini berada di kisaran 5,8 persen. Menurut Ujang, angka tersebut terus ditekan melalui berbagai program ketenagakerjaan.
“Selain membuka lowongan kerja dalam negeri, di awal tahun ini kami juga menjalin kerja sama untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri,” ujarnya.
Disnaker Kota Tangerang juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan 63 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari total 120 SMK yang ada di Kota Tangerang guna mendukung penyaluran lulusan ke dunia kerja.
“Dalam tiga minggu terakhir kami aktif melakukan sosialisasi peluang kerja luar negeri, sambil tetap menggelar job fair bagi masyarakat yang ingin bekerja di Kota Tangerang,” ungkap Ujang.
Ia menegaskan, Disnaker tidak terlibat dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Seluruh lowongan yang disampaikan merupakan kebutuhan riil dari perusahaan.
“Disnaker hanya memfasilitasi dan mengoordinasikan informasi. Proses seleksi dan penerimaan sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan,” tegasnya.
Ujang juga mengungkapkan, dari rangkaian job fair yang telah diselenggarakan sebelumnya, penyerapan tenaga kerja hampir mencapai 80 ribu orang.
“Total tenaga kerja yang terserap dari job fair sebelumnya hampir menyentuh angka 80 ribu orang,” katanya.
Meski di tengah kondisi ekonomi saat ini masih terdapat potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), Disnaker Kota Tangerang berkomitmen terus menghadirkan inovasi dan solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka.
“Kami akan terus berupaya mencari terobosan dan solusi agar tingkat pengangguran di Kota Tangerang dapat ditekan melalui berbagai program ketenagakerjaan,” pungkas Ujang. (*)
















Discussion about this post