TANGERANG, WT – Aksi nyata dalam mendukung program penanaman dua miliar pohon dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus bergulir di kawasan Tangerang Raya. Melalui inisiatif bertajuk Gerakan ‘Banten Teduh Tangerang Sejuk’, Banksasuci Foundation bersama Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) secara konsisten melakukan penghijauan secara masif. Fokus penghijauan difokuskan pada kawasan kritis seperti bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, area situ, danau, serta berbagai titik ruang terbuka hijau (RTH) strategis di wilayah tersebut.
Inisiator Gerakan ‘Banten Teduh Tangerang Sejuk’, Ade Yunus, menjelaskan bahwa langkah yang diambil para relawan ini membawa dampak multi-manfaat bagi ekosistem lokal. Selain mengembalikan estetika alam, penanaman pohon ini berfungsi optimal dalam meningkatkan penyerapan air tanah, mengendalikan erosi tanah, memperbaiki kualitas udara, hingga menekan risiko banjir tahunan saat musim hujan tiba. Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya vegetasi dalam mereduksi jejak karbon yang memicu perubahan iklim, karena pohon mampu mengikat karbon dioksida dan melepaskan oksigen segar ke atmosfer.
Hingga saat ini, gerakan swadaya yang mengedepankan kolaborasi multihelix ini telah berhasil menanam sekitar 212.000 pohon. Dengan sinergi yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan, pihak penyelenggara optimis dapat merealisasikan target besar menanam total satu juta pohon demi mewujudkan lingkungan Tangerang Raya yang lebih asri dan nyaman.
Dukungan penuh terhadap aksi penyelamatan lingkungan ini mengalir dari jajaran pemerintah daerah di Provinsi Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan apresiasi mendalam terhadap peran aktif para aktivis yang dinilai berkontribusi langsung pada upaya mitigasi bencana alam. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Pemprov Banten telah mendistribusikan sedikitnya 5.000 bibit pohon produktif, termasuk jenis Ketapang Kencana dan Mahoni. Bibit-bibit tersebut dialokasikan untuk area bantaran Sungai Cisadane, anak sungai, hingga saluran irigasi. Langkah ini juga menjadi bagian terintegrasi dari Program Bang Kali Andra (Program Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera) guna menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat secara berkelanjutan.
Apresiasi serupa datang dari Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang memuji kepedulian generasi muda di wilayah Jalan Baru Bayur, Kelurahan Periuk Jaya. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa pemuda tidak hanya mampu bersikap kritis, tetapi juga sanggup menghadirkan solusi konkret atas tantangan lingkungan. Pihak Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan program daerah dengan visi pelestarian ini, mengingat keberhasilan pemulihan lingkungan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, dari wilayah Kabupaten Tangerang, Bupati Moch Maesyal Rasyid turut mendorong agar gerakan penghijauan ini mampu mendongkrak capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di daerahnya, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap persentase RTH ke depan dapat menyentuh angka 20 hingga 25 persen. Target tersebut dinilai krusial agar kualitas udara di Kabupaten Tangerang tetap terjaga kelayakannya, sekaligus menjamin kenyamanan pemukiman bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri dan urbanisasi. (RIZ)
















Discussion about this post