TANGERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah toko agen beras di Jalan Prabu Siliwangi, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang dan didapati narkotika jenis Sabu dalam karung jagung kering.
Kepala Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, temuan Sabu tersebut diduga mencapai ratusan kilogram yang disimpan di dalam sebuah dump truk.
“BNN sedang operasi penangkapan truk berisi jagung, dan ternyata kita lakukan pemeriksaan ditemukan narkoba jenis sabu, di dalam karung berisi narkoba,” kata Arman di lokasi penggerebekan, Selasa (28/7).
Saat didapati, karung tersebut diduga sengaja disembunyikan agar tidak diketahui oleh petugas. Namun, Arman mengaku masih mendalami penemuan tersebut. “Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan apakah seluruh karung yang disamarkan dengan jagung ini berisi narkoba atau tidak, tapi kita kirakan ini ratusan kilogram,” kata Arman, Selasa, (28/7/2020).
Arman mengaku masih mendalami kasus penemuan ini namun sudah mengamankan beberapa tersangka yang terlibat dalam pendistribusian barang haram tersebut. “Semua sedang dalam proses pemeriksaan, barang berapa jumlahnya, dan apakah tiap karung terdapat narkoba atau tidak? Lalu kemudian nanti akan kita kembangkan kepada siapa yang punya dan darimana. Sementara yang kita amankan ada enam orang,” ujar Arman Depari,” ujarnya.
Namun, Arman mengaku BNN masih terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam mengedarkan ratusan kilogram Sabu tersebut. “Nanti kita pilah pilah lagi, apa kedudukan masing-masing apa perannya, apa tanggungjawabnya,” ujarnya.
Saat dilakukan penggerebekan, para pelaku tengah memindahkan karung berisi Sabu dan juga sopir dump truk tersebut. Diduga, pemilik agen beras tersebut juga ikut diamankan.
Hingga saat ini, Arman mengaku bila petugasnya masih terus mendalami kasus tersebut. Apakah masih ada gudang serupa di daerah berdekatan atau kemungkinan di luar Tangerang. “Masih terus kita dalami, sementara itu dulu,” tegasnya.
Arman menduga para pelaku penyelundupan sabu sebanyak 200 kilogram tersebut merupakan jaringan internasional. “Jaringan internasional yakni Malaysia, Myanmar, Vietnam, dan Thailand,” ujarnya.
Namun, Arman menuturkan, sabu tersebut dikirim menggunakan truk berpelat nomor asal Sumatera. Pihaknya pun saat ini tengah menyelidiki asal muasal ratusan Sabu yang dibungkus dengan kemasan teh bertuliskan bahasa Mandarin. “Tapi nanti akan kita konfirmasi kembali jaringan-jaringan mana yang terlibat dan oleh karena itu kami akan segera berkoordinasi melaui agen-agen dan petugas-petugas narkotika sejenis di negara-negara tetangga terutama Asean,” tuturnya.
Untuk daerah penyebaran sendiri, Arman mengungkapkan, ratusan kilogram Sabu tersebut rencananya akan disebar ke berbagai wilayah di Indonesia. “Pengakuan pelaku akan dikirim ke wilayah Jakarta, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung,” pungkasnya. (RAY)
























Discussion about this post