TANGSEL, WT – Komitmen Alfamidi dalam memerangi masalah gizi buruk terus membuahkan hasil positif. Melalui program “Protein Cegah Stunting”, sebanyak 3.600 butir telur telah disalurkan kepada 30 anak yang terindikasi stunting di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein berkualitas sejak dini.
Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar bantuan pangan biasa. Ibu dari balita bernama Nasya mengungkapkan rasa syukur dan dampak nyata yang dirasakan buah hatinya setelah rutin mengonsumsi telur dari program ini.
“Alhamdulillah, senang dan sangat terbantu. Dengan adanya bantuan telur ini, kebutuhan gizi anak jadi lebih terpenuhi dan cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ibu Nasya.
Lebih lanjut, Ibu Nasya menceritakan perkembangan kesehatan anaknya menunjukkan grafik yang meningkat. Sejak mengonsumsi protein tambahan secara rutin, Nasya tampak lebih energik.
“Alhamdulillah anak terlihat lebih sehat dan aktif. Nafsu makan juga mulai membaik dibanding sebelumnya,” tambahnya dengan nada optimis.
Harapan besar juga datang dari para orang tua agar program serupa tetap konsisten berjalan. “Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut, supaya anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang baik dan bisa tumbuh dengan sehat,” harap Ibu Nasya menutup pembicaraan.
Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menjelaskan pemilihan telur sebagai komoditas utama intervensi gizi. Telur dinilai sebagai sumber protein hewani yang paling lengkap, terjangkau, dan mudah diolah sesuai selera anak-anak.
Dalam program ini, setiap anak penerima manfaat diberikan 2 butir telur setiap hari selama 6 bulan berturut-turut. “Asupan dua butir telur setiap hari diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anak berisiko stunting, sehingga pertumbuhan mereka bisa berjalan optimal,” jelas Retriantina.
Program “Protein Cegah Stunting” ini merupakan bagian dari misi besar Alfamidi untuk mendukung target pemerintah dalam menciptakan generasi Indonesia bebas stunting. Dengan intervensi gizi yang berkelanjutan, diharapkan angka stunting di berbagai daerah dapat ditekan secara signifikan. (RAY)























Discussion about this post