TANGSEL, WT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” sebagai bentuk dakwah dan aksi kemanusiaan bagi anak-anak jalanan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan pada Jumat, (27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini melibatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan diikuti sekitar 200 anak.
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa BAZNAS selama bulan Ramadan yang dilaksanakan serentak di 233 titik di 30 provinsi di Indonesia, bahkan menjangkau 10 negara. Selain anak jalanan, program ini juga menyasar kelompok rentan lainnya seperti anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah, termasuk Mesir, Yordania, dan Suriah.
Dalam kegiatan tersebut, suasana haru terasa ketika anak-anak peserta menuliskan pesan semangat untuk anak-anak Palestina. Pesan-pesan tersebut ditempelkan pada papan khusus sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan lintas negara.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa BCB menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan program ini.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengajaran keislaman yang menyenangkan sekaligus menjangkau anak-anak dari kelompok marginal yang selama ini minim akses pendidikan agama.
“Program ini ingin menghadirkan cahaya Ramadan bagi mereka yang belum tersentuh pembinaan keagamaan secara optimal. Ini juga menjadi bukti bahwa zakat bersifat inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen BAZNAS dalam memperkuat pendidikan berbasis masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menumbuhkan semangat literasi dan nilai spiritual di kalangan anak-anak.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif. Ia menilai keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat menjadi contoh nyata peran intelektual muda.
“Mahasiswa harus menjadi teladan, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial, khususnya bagi anak-anak yang kurang beruntung,” ungkapnya.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Salah satu orang tua, Ambarwati, mengaku bersyukur atas kehadiran program tersebut yang dinilai sangat bermanfaat bagi anak-anak selama bulan Ramadan.
Melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan, BAZNAS tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (RAY)























Discussion about this post