• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 22 Januari 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Begini Proses Pemasangan Elektroda DBS pada Pasien Parkinson

Oleh: Rizki
Kamis, 13 Juli 2023 / 15:49 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

TANGERANG, WT – Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Siloam, Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS memberikan penjelasan proses pemasangan elektroda DBS pada pasien Parkinson.

Langkah pertama dalam pemasangan elektroda DBS adalah dengan melakukan pemeriksaan MRI, yaitu sebuah prosedur pemindaian tubuh yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambaran detail dari otak. Ini membantu dokter untuk menentukan area yang akan diberikan stimulasi.

READ ALSO

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat

Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa

Prosedur berikutnya adalah memasang frame penyangga kepala. Frame ini akan membantu mengamankan kepala pasien agar dapat dilakukan pemetaan otak yang lebih tepat. Setelah frame dipasang, dokter akan melakukan pemetaan otak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang disebut dengan trajectories. Trajectories digunakan dalam menentukan rute yang tepat untuk memasukkan elektroda ke otak sehingga dapat melakukan stimulasi.

Dokter akan memasukkan elektroda DBS ke otak melalui lubang kecil pada tengkorak. Elektroda kemudian dipasang melalui sebuah tabung khusus yang memungkinkan dokter untuk memasang elektroda tersebut dengan tepat dan terkendali.

Selanjutnya setelah elektroda dipasang, dokter akan mengaktifkan stimulator. Stimulator ini berperan untuk mengirimkan sinyal elektrik yang melalui elektroda ke otak dan memengaruhi sistem saraf yang mengendalikan gerakan. Dokter akan menentukan frekuensi optimal dan arus listrik yang diperlukan untuk mengendalikan gejala Parkinson.

Ketika prosedur selesai, pasien akan dimasukkan ke ruang pemulihan untuk dipantau oleh dokter dan tim medis. Pasien akan menjalani beberapa sesi pemrograman dan disarankan untuk melakukan beberapa aktivitas fisik saat tangan dan kaki distimulasi oleh DBS.

Selama beberapa hari setelah operasi, pasien akan tetap dalam pengawasan tim medis. Hal ini dilakukan untuk memantau kemajuan pasien serta memeriksa adanya komplikasi yang mungkin muncul. Selain itu, pasien diharuskan untuk menjalani sesi pemrograman ulang ketika dibutuhkan.

Metode DBS bisa dibilang merupakan metode yang memerlukan keterampilan khusus, tidak semua dokter spesialis bedah saraf boleh atau mampu melakukan operasi DBS tersebut. Seorang dokter spesialis bedah saraf harus memiliki sertifikasi dan untuk mendapatkannya, mereka harus menjalani pelatihan selama berbulan-bulan di lembaga sertifikasi yang letaknya saat ini masih dilakukan di luar Indonesia.

Perlu diketahui juga, berdasarkan data dan penanganan pasien Parkinson di Siloam Hospitals Lippo Village, tingkat keberhasilan dari prosedur DBS ini adalah sebesar 70 % sampai 80%.

“Tidak semua rumah sakit dapat melakukan tindakan operasi DBS, Siloam Hospitals Lippo Village merupakan salah satu rumah sakit yang secara fasilitas dan kompetensi tenaga medisnya mampu untuk melakukan DBS. Namun demikian, saat ini banyak rumah sakit yang mulai melirik treatment DBS karena besarnya tingkat keberhasilan dan pengaruhnya terhadap kualitas hidup pasien pascaoperasi dilakukan,” ujar dokter yang juga memiliki Certified Surgeon, Fluorescence Brain Tumor Surgery, Klinik fur Neurochirurgie, Universitatsklinikum, Freiburg, Jerman.

Ditambahkan Dr. dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, Sp.N, setelah pemasangan elektroda DBS pasien tidak memerlukan pengobatan yang khusus . Umumnya pasien melaporkan kondisi yang lebih baik pasca operasi dan dapat mulai beraktivitas seperti biasa.

“Pasca operasi alat DBS masih dalam kondisi tidak aktif. Alat baru dinyalakan setelah1-2 minggu pasca operasi menunggu pemulihan luka pasca operasi. Selama masa pemulihan, pasien akan melakukan pemeriksaan medis secara teratur agar kondisinya terus termonitor dengan baik,” ujar dr. Rocksy.

“Agar stimulasi dapat berfungsi dengan baik, voltage (voltase) dari elektroda tersebut harus diatur secara tepat. Setiap pasien mungkin memiliki pengaturan stimulasi DBS yang berbeda-beda, tergantung pada respons terhadap stimulasi, keparahan gejala Parkinson, dan seiring bertambahnya usia dari pasien tersebut,” terangnya.

Dalam pemrograman DBS yang dilakukan, ketika pasien merasa sudah nyaman dan pergerakan tubuhnya membaik, settingan sederhana tersebut mampu bertahan hingga berbulan-bulan bahkan sampai 1 tahun lebih sehingga pasien tidak perlu melakukan kontrol rutin untuk melakukan setting ulang terhadap DBS tersebut.

dr. Rocksy menjelaskan secara singkat mengenai pasien yang tidak dianjurkan untuk dilakukan pemasangan DBS. Menurutnya, pasien tersebut tidak akan menerima efek yang diharapkan mengingat beberapa hal sebagai berikut:

1. Demensia derajat sedang berat, pasien dengan demensia sedang-berat dianjurkan untuk tidak menjalani operasi DBS karena dikhawatirkan tidak cocok dan mudah mengalami komplikasi sehingga efektivitas pengobatan itu sendiri menjadi terganggu.

2. Depresi sedang berat, pasien dengan depresi sedang-berat juga tidak dianjurkan untuk menjalani operasi DBS karena hasilnya tidak optimal. Tindakan fisioterapi dan terapi musik akan lebih membantu pasien parkinson dengan kondisi tersebut.

3. Pasien Parkinson yang tidak merespon terhadap obat-obatan, beberapa pasien memang tidak merespon baik terhadap obat-obatan untuk parkinson. Dalam kasus ini, dokter akan mencoba mengombinasikan obat atau memberikan terapi alternatif untuk mengelola gejala tersebut.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis dan mendapatkan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan apakah DBS cocok untuk pasien tertentu. Ada alternatif pengobatan yang tersedia untuk gejala parkinson, dan dokter akan membantu memilih pengobatan yang paling tepat berdasarkan kondisi dan faktor risiko pasien.

DBS merupakan terobosan pada bidang pengobatan Parkinson sekaligus teknologi canggih yang dapat mengobati efek samping dan kekurangan fungsi obat-obatan dan memastikan pasien Parkinson mengalami peningkatan kualitas hidup.

Meskipun ada risiko dan efek samping tertentu yang terkait dengan DBS, risiko tersebut minimal dibandingkan dengan pengobatan lain. Selain itu, kontrol rutin juga perlu dilakukan setelah operasi untuk memastikan kelangsungan dari pengobatan.

“Walaupun komplikasi yang terkait dengan chip DBS mungkin terjadi, teknologi yang lebih canggih dapat membantu meminimalkan risiko tersebut serta memastikan kelangsungan dari pengobatan,” tandasnya. (RIZ)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Operasi DBSParkinsonRS SiloamSiloam Hospital Lippo VillageWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Agen Asuransi Jiwa di Asia Tumbuh Pesat, Presiden MDRT: Pegang Teguh Kode Etik

Next Post

Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Istana di IKN Berjalan Sesuai Rencana

Related Posts

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat
Kesehatan

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat

Oleh: Rizki
Rabu, 14 Januari 2026 / 09:30 WIB
Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa
Kesehatan

Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa

Oleh: Rizki
Jumat, 26 Desember 2025 / 10:30 WIB
Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”
Kesehatan

Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 21:33 WIB
Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut
Kesehatan

Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 16:29 WIB
Bahas Hemodialisis hingga Lupus, RS Premier Bintaro Gelar Forum Ilmiah Penyakit Dalam
Kesehatan

Bahas Hemodialisis hingga Lupus, RS Premier Bintaro Gelar Forum Ilmiah Penyakit Dalam

Oleh: Rizki
Senin, 15 Desember 2025 / 19:23 WIB
Bethsaida Hospital Serang Luncurkan Empat Center of Excellence di HUT ke-13 Bethsaida Healthcare
Kesehatan

Bethsaida Hospital Serang Luncurkan Empat Center of Excellence di HUT ke-13 Bethsaida Healthcare

Oleh: Rizki
Kamis, 11 Desember 2025 / 18:59 WIB
Next Post
Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Istana di IKN Berjalan Sesuai Rencana

Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Istana di IKN Berjalan Sesuai Rencana

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Dorong Riset Berdampak dan Transformasi PTNBH, UIN Jakarta Perkuat Arah Kerja Sama dengan BRIN

Dorong Riset Berdampak dan Transformasi PTNBH, UIN Jakarta Perkuat Arah Kerja Sama dengan BRIN

Kamis, 22 Januari 2026 / 17:47 WIB
Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Rusak Dua Mobil di Karang Tengah

Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Rusak Dua Mobil di Karang Tengah

Rabu, 21 Januari 2026 / 17:55 WIB
Pemkot Tangerang Tertibkan Pedagang Liar di Pasar Sipon

Pemkot Tangerang Tertibkan Pedagang Liar di Pasar Sipon

Rabu, 21 Januari 2026 / 17:37 WIB
Muhammad Toha Optimistis Persita Tembus Zona Empat Besar Musim Ini

Muhammad Toha Optimistis Persita Tembus Zona Empat Besar Musim Ini

Rabu, 21 Januari 2026 / 17:22 WIB
Sambut Ramadan 2026, Bursa Sajadah Luncurkan Konsep Baru di Sejumlah Kota

Sambut Ramadan 2026, Bursa Sajadah Luncurkan Konsep Baru di Sejumlah Kota

Rabu, 21 Januari 2026 / 17:12 WIB
Enam Meeting Room dan Grand Ballroom, Atria Hotel Gading Serpong Jadi Andalan MICE

Enam Meeting Room dan Grand Ballroom, Atria Hotel Gading Serpong Jadi Andalan MICE

Senin, 19 Januari 2026 / 12:08 WIB
Wali Kota Sachrudin Luruskan Isu Perubahan Perda 7 dan 8 di Kota Tangerang

Wali Kota Sachrudin Luruskan Isu Perubahan Perda 7 dan 8 di Kota Tangerang

Senin, 19 Januari 2026 / 11:54 WIB
Gubernur Banten Beri Bantuan Toren POC dan Biogas untuk Kurangi Sampah Organik di Tangsel

Gubernur Banten Beri Bantuan Toren POC dan Biogas untuk Kurangi Sampah Organik di Tangsel

Minggu, 18 Januari 2026 / 22:39 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang