• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 6 Juni 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Bahaya Pasung pada Orang dengan Gangguan Jiwa

Oleh: Sofia
Senin, 11 Mei 2020 / 23:07 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Orang dengan gangguan jiwa harus mendapatkan intervensi medis sedini mungkin. Menundanya saja akan memperburuk keadaan dan mempersulit penanganan. Apalagi jika harus menjalani hidup dalam pasung tanpa pengobatan, keadaan orang dengan gangguan jiwa akan semakin buruk.

Di Indonesia, masih banyak kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak mendapatkan penanganan yang baik dan malah dipasung.

READ ALSO

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke

Bahaya pasung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak mendapatkan penanganan medis dan malah dipasung bisa memperburuk kondisinya.

Pasung yang membelenggu orang dengan gangguan jiwa otomatis akan membuatnya terkucilkan. Ia akan merasa dibuang, rendah diri, putus asa, dan bisa memunculkan dendam. 

“Gangguan jiwa dapat berkembang menjadi semakin buruk selama dalam kurungan, juga mungkin ditambah dengan penyiksaan atau pelanggaran hak asasi manusia lainnya,” tulis WHO dalam situs webnya yang menjelaskan soal gangguan jiwa dan penjara. 

Dalam Jurnal Keperawatan Jiwa STIKES dijelaskan, pemasungan berarti gangguan jiwa dibiarkan tanpa penanganan yang baik. Semakin lama tidak ditangani, kerusakan otak niscaya akan semakin parah. 

“Tak usah lama-lama didiamkan atau dipasung, sekitar tiga tahun otak semakin rusak dan berdampak pada kerusakan lainnya,” tulis jurnal tersebut.

Kondisi ini akan mengurangi potensi respons terapi dan mengurangi kapasitas pasien untuk dapat menjalankan fungsi normalnya. Akan terjadi kekambuhan berulang dan pada akhirnya resisten terhadap terapi medis. 

Studi tersebut pun menyampaikan bahaya pasung pada orang dengan gangguan jiwa yang bukan hanya pada penyakitnya tapi juga pada kondisi fisiknya. 

Secara fisik, perkembangan akan terganggu hingga berhenti berkembang. Dalam beberapa kasus pasien jadi tidak mampu lagi berjalan.

Pada anggota tubuhnya akan terjadi atrofi, yakni kondisi hilang atau berkurangnya ukuran salah satu bagian dari tubuh. Misalnya atrofi otot, massa otot berkurang dan mengecil. Efek paling parah dari kondisi tersebut adalah kelumpuhan. 

Alasan pemasungan orang dengan gangguan jiwa dan stigma negatifnya

pasung orang dengan gangguan jiwa

Pada akhir 2019, pemerintah Jawa Tengah menangani 511 kasus pasung pada orang dengan gangguan kejiwaan. Itu hanya yang tercatat dan tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak yang belum tersentuh.

Kriti Sharma dalam laporannya untuk Human Right Watch yang dirilis pada 2016 melaporkan ada sekira 57.000 orang dengan gangguan jiwa yang hidup dalam pasung. Baik itu pasung tradisional menggunakan balok, dirantai, atau dikurung dalam ruangan. 

Sebagian kecil beruntung bisa dibebaskan oleh dinas kesehatan atau dinas sosial. Sisanya masih hidup dalam pasung, beberapa bahkan sampai akhir hayat.

Dulu, pemasungan yang dilakukan pada orang dengan gangguan jiwa biasa dilakukan dengan cara memasang kayu yang dibuat seperti borgol.

Kayu tersebut dipasang di kaki untuk membatasi ruang gerak, bahkan sampai tidak dapat melakukan aktivitas perawatan diri seperti mandi dan buang air.

Sekarang, pemasungan lebih sering terjadi dengan memasang borgol berantai di kedua kaki dan mengurungnya di dalam sebuah ruangan dan terpisah dari anggota keluarga lain.

hal yang harus dilakukan saat disandera

Seperti dikutip dari buletin penelitian sistem kesehatan RISKESDAS tahun 2013, penelitian antropologi mengenai pasung pada orang dengan gangguan jiwa di Indonesia menjabarkan beberapa alasan keluarga melakukan pemasungan.

Alasan keluarga melakukan pemasungan pada keluarganya yang mengalami gangguan jiwa adalah untuk menghindari dampak buruk yang akan ditimbulkan.

Hal ini disebabkan ODGJ kerap melakukan kekerasan dan bersikap agresif yang membahayakan orang dan benda-benda di sekitarnya.

Alasan lainnya adalah karena ketiadaan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Keluarga terpaksa melakukan pasung pada anggota keluarganya yang ODGJ karena tidak dapat menjangkau fasilitas kesehatan. Baik itu karena lokasi yang jauh ataupun karena masalah ekonomi. 

Selain itu ada alasan-alasan lain, seperti memiliki keluarga ODGJ adalah aib ataupun pemahaman yang salah tentang gangguan jiwa misal dianggap kurang beriman, kerasukan, dan anggapan-anggapan yang lain.

Gangguan jiwa adalah hal yang tidak mudah diketahui penyebabnya. Banyak faktor biologis dan psikologis yang saling mempengaruhi.

Faktor ini tidak dapat berdiri sendiri, tetapi menjadi satu kesatuan yang secara bersama-sama menimbulkan gangguan jiwa.

The post Bahaya Pasung pada Orang dengan Gangguan Jiwa appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Next Post

Stres Bisa Memicu Kelelahan, Ini Cara Mengatasinya

Related Posts

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi
Kesehatan

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Oleh: Rizki
Senin, 25 Mei 2026 / 22:46 WIB
Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke
Kesehatan

Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 16:58 WIB
Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri
Kesehatan

Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Oleh: Rizki
Rabu, 20 Mei 2026 / 20:11 WIB
ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak

Oleh: Rizki
Rabu, 6 Mei 2026 / 09:27 WIB
ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna

Oleh: Rizki
Minggu, 3 Mei 2026 / 19:35 WIB
Jawab Kebutuhan Kesehatan Gigi, Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong
Kesehatan

Jawab Kebutuhan Kesehatan Gigi, Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 27 April 2026 / 19:33 WIB
Next Post
Stres Bisa Memicu Kelelahan, Ini Cara Mengatasinya

Stres Bisa Memicu Kelelahan, Ini Cara Mengatasinya

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di GBK: Hubner, Romeny, dan Oratmangoen Menggila!

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di GBK: Hubner, Romeny, dan Oratmangoen Menggila!

Jumat, 5 Juni 2026 / 22:19 WIB
Umpan Nathan Tjoe-A-On Berbuah Gol, Justin Hubner Bobol Gawang Oman di Menit ke-12

Umpan Nathan Tjoe-A-On Berbuah Gol, Justin Hubner Bobol Gawang Oman di Menit ke-12

Jumat, 5 Juni 2026 / 20:29 WIB
12,7 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Cisadane

12,7 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Cisadane

Jumat, 5 Juni 2026 / 20:09 WIB
Kabar OTT di Tangsel, KPK: Tidak Ada

LSAK: OTT KPK di Kemenimipas Jadi Kado Ultah Pancasila bagi Rakyat

Jumat, 5 Juni 2026 / 13:26 WIB
Reno Salampessy hingga Arkhan Kaka Cetak Gol, Garuda Muda Bungkam Timor Leste 3-0

Reno Salampessy hingga Arkhan Kaka Cetak Gol, Garuda Muda Bungkam Timor Leste 3-0

Jumat, 5 Juni 2026 / 09:40 WIB
Kabar OTT di Tangsel, KPK: Tidak Ada

KPK Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp145 Miliar di Imigrasi, Setoran ke Silmy Karim Mengalir Sejak Menjabat Dirjen

Jumat, 5 Juni 2026 / 09:34 WIB
Ditemukan 8 Luka Sabetan, Polisi Selidiki Kematian Pedagang Cilok di Cikupa

Ditemukan 8 Luka Sabetan, Polisi Selidiki Kematian Pedagang Cilok di Cikupa

Jumat, 5 Juni 2026 / 09:24 WIB
Libur Sekolah 2026, Herloom Hotel BSD Hadirkan Paket Playcation Seru Ramah Anak dan Hewan Peliharaan

Libur Sekolah 2026, Herloom Hotel BSD Hadirkan Paket Playcation Seru Ramah Anak dan Hewan Peliharaan

Jumat, 5 Juni 2026 / 09:20 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang