JAKARTA, WT – Perkembangan teknologi kedokteran terus menghadirkan solusi inovatif dalam penanganan kanker, termasuk kanker prostat. Eka Hospital MT Haryono kini menghadirkan teknologi bedah robotik mutakhir Da Vinci XI, yang memungkinkan tindakan operasi kanker prostat dilakukan secara minimal invasif, presisi, dan aman.
Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS, menjelaskan bahwa meski kerap disebut sebagai robot, Da Vinci XI sepenuhnya dikendalikan oleh dokter spesialis. Teknologi ini membantu dokter menjangkau area operasi yang sulit dengan tingkat ketelitian tinggi, tanpa harus membuat banyak sayatan.
“Da Vinci XI bukan menggantikan peran dokter, tetapi memperkuat kemampuan kami dalam melakukan pembedahan dengan presisi maksimal,” ujar Prof. Agus.
Mengenal Sistem Da Vinci XI
Sistem Da Vinci XI terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, sistem audiovisual yang memberikan tampilan area operasi secara jelas dan detail. Kedua, patient cart dengan empat lengan robot yang berada di atas pasien untuk melakukan tindakan bedah. Ketiga, surgical console, tempat dokter mengendalikan seluruh pergerakan lengan robot secara ergonomis dengan tampilan visual tiga dimensi (3D).
Melalui teknologi ini, dokter dapat menggerakkan alat bedah dengan stabil, presisi, dan tanpa tremor, sehingga tindakan operasi dapat dilakukan lebih efektif.
Keunggulan Bedah Robotik
Menurut Prof. Agus, perbedaan utama antara bedah robotik dan laparoskopi konvensional terletak pada stabilitas dan fleksibilitas alat. Lengan robot Da Vinci XI mampu berputar dan meliuk menyerupai gerakan tangan manusia, namun dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi.
“Dengan empat lengan robot, seorang dokter bisa melakukan tindakan yang biasanya membutuhkan lebih dari satu operator, sehingga proses operasi menjadi lebih efisien,” jelasnya.
Manfaat Nyata bagi Pasien
Teknologi Da Vinci XI memberikan banyak manfaat bagi pasien, terutama karena sayatan yang minimal dan akurasi tinggi. Hal ini berdampak pada pemulihan yang lebih cepat, risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah, serta waktu rawat inap yang lebih singkat.
Berdasarkan pengalaman klinis, banyak pasien yang dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibandingkan dengan metode operasi konvensional.
Pengalaman Eka Hospital dalam Bedah Robotik
Sejak tahun 2021, Prof. Agus Rizal bersama tim telah menangani lebih dari 50 kasus bedah robotik. Hasilnya menunjukkan bahwa operasi dengan Da Vinci XI memberikan luaran klinis yang lebih baik dibandingkan operasi terbuka maupun laparoskopi.
“Teknologi ini memungkinkan kami melakukan pembedahan jaringan demi jaringan secara sangat hati-hati, sehingga jaringan sehat tetap terjaga,” tambahnya.
Beberapa kasus yang sangat direkomendasikan menggunakan teknologi robotik antara lain:
Radikal prostatektomi, untuk pengangkatan kanker prostat dengan risiko efek samping seperti inkontinensia urin yang lebih rendah.
Partial nephrectomy, pengangkatan tumor ginjal tanpa harus mengangkat seluruh ginjal.
Operasi rekonstruksi saluran kemih, yang membutuhkan ketelitian tinggi dan sulit dilakukan secara manual.
Komitmen Layanan Medis Masa Depan
Prof. Agus menegaskan teknologi robotik merupakan bagian penting dari masa depan dunia kedokteran. Oleh karena itu, Eka Hospital MT Haryono terus berkomitmen mengadopsi inovasi medis terkini agar pasien di Indonesia bisa mendapatkan layanan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri.
“Jangan menunda penanganan kanker prostat. Dengan teknologi Da Vinci XI, kami menghadirkan solusi bedah presisi langsung di dalam negeri,” pungkasnya. (RIZ)























Discussion about this post