• Tentang Kami
  • Contact
Selasa, 2 Juni 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Nasional

Spirit Kurban dan Visi Masyarakat Cerdas, Modern, dan Religius

Oleh: Rizki
Senin, 9 Juni 2025 / 16:47 WIB
Ahmad Tholabi Kharlie. (dok. pribadi)

Ahmad Tholabi Kharlie. (dok. pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

TANGSEL, WT – Idul Adha bukan sekadar hari besar keagamaan yang dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, ia adalah panggung spiritual tempat manusia diuji pada tingkatan paling tinggi yakni: keikhlasan, ketaatan, kepedulian, dan kerelaan berkorban.

Kisah agung Nabi Ibrahim dan Ismail yang menjadi pondasi syariat kurban adalah simbol abadi bahwa keimanan tidak hanya ditakar dari ritual, melainkan dari keberanian meninggalkan sesuatu yang paling dicintai demi perintah Tuhan.

READ ALSO

Sinar Mas Land Tebar 482 Hewan Kurban dan Gaungkan Kurban Tanpa Sampah Plastik

PP 28/2024 Dibaca Setengah

Kisah ini tidak berhenti pada sejarah dan ibadah tahunan semata. Ia menuntut aktualisasi. Ketika nilai-nilainya digali lebih dalam, kita mendapati bahwa semangat kurban seharusnya menjiwai arah pembangunan masyarakat.

Hal ini sebagaimana yang saya sampaikan dalam khotbah Idul Adha 2025, nilai kurban yang meliputi ikhlas, taat, peduli, dan rela berkorban sangat relevan dengan cita-cita masyarakat Kota Tangerang Selatan yakni menjadi masyarakat yang cerdas, modern, dan religius.

Pondasi Masyarakat Beradab

Nabi Ibrahim tidak tawar-menawar dengan wahyu. Ismail pun tidak menggugat keputusan Tuhan. Keduanya tunduk dalam keikhlasan dan ketaatan mutlak. Dalam konteks kekinian, sikap semacam ini menjadi barang langka. Banyak yang menampilkan kebaikan sebagai etalase, bukan pengabdian. Agama diritualkan tetapi tidak dielaborasi dalam sikap hidup. Maka, penting menumbuhkan keikhlasan sebagai niat utama dalam berbuat.

Dalam membangun masyarakat cerdas, ikhlas menjadi energi dasar. Seorang pendidik, misalnya, yang mengajar bukan karena tunjangan, melainkan karena panggilan jiwa, akan membentuk generasi pembelajar yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter.

Demikian pula dengan ketaatan, ia bukan sebatas mengikuti aturan agama, tapi mencakup disiplin dalam bekerja, tanggung jawab dalam profesi, dan konsistensi dalam integritas publik.

Ikhlas dan taat menjadi jembatan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Ia mengikis egoisme dan membuka ruang bagi dedikasi. Nilai-nilai ini menjadi tiang penyangga bagi masyarakat cerdas yang tidak hanya pandai, tetapi juga jujur dan adil.

Meneguhkan Jiwa Sosial

Salah satu esensi kurban adalah berbagi. Ibadah ini tidak hanya melatih memberi, tetapi juga mengajarkan bahwa harta bukan milik mutlak, melainkan amanah. Ketika daging kurban didistribusikan kepada fakir miskin, itu bukan sekadar sedekah, tapi bentuk konkret dari solidaritas sosial. Kurban membongkar tembok antara si kaya dan si miskin, menghadirkan kesetaraan dalam rasa dan hak.

Di sinilah nilai kepedulian menemukan relevansinya. Dalam masyarakat urban seperti Tangsel, jurang sosial kerap tersamar oleh kilau pembangunan. Namun, jika nilai kurban diinternalisasi, maka warga tidak hanya sibuk dengan peningkatan kualitas pribadi, tetapi juga peka terhadap kebutuhan lingkungannya.

Kerelaan berkorban melengkapi kepedulian ini. Sebab tidak ada perubahan tanpa pengorbanan. Di tengah arus individualisme, sikap rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi maslahat publik adalah kemewahan moral.

Relawan lingkungan, guru di pelosok, bahkan aparat yang bekerja tanpa pamrih, adalah wajah-wajah kurban yang sebenarnya. Kurban bukan hanya menyembelih kambing, tapi menyembelih ego, keserakahan, dan keengganan berbagi.

Membumikan Nilai Kurban

Tangerang Selatan, sebagai kota yang menjadikan “Cerdas, Modern, dan Religius” sebagai orientasi pembangunan, memiliki ladang subur untuk menanam nilai-nilai kurban. Tantangannya adalah bagaimana agar slogan tidak menjadi jargon kosong.

Dalam konteks kecerdasan, nilai kurban melatih kemampuan berpikir reflektif bahwa hidup bukan hanya tentang “apa yang bisa kita dapat”, tetapi juga “apa yang bisa kita beri.” Orang yang ikhlas dan taat memiliki intelektualitas yang tidak pongah, melainkan rendah hati. Mereka belajar tidak untuk sombong, tapi untuk menyelesaikan masalah.

Dalam konteks modernitas, nilai-nilai kurban menuntun arah agar kemajuan tidak lepas dari kemanusiaan. Teknologi, seperti kecerdasan buatan, memang menawarkan efisiensi. Namun jika tidak dibingkai oleh keikhlasan dan kepedulian, ia bisa menjadi alat eksploitasi dan peminggiran. Maka, etika kurban mengajarkan bahwa kemajuan harus menyejahterakan, bukan memarjinalkan.

Dalam konteks religiusitas, nilai kurban menjadi inti spiritual yang menghidupkan akhlak dalam keseharian. Religiusitas yang tidak hanya tampak dalam poster kegiatan atau atribut visual, melainkan dalam kejujuran birokrasi, kesantunan warga, dan komitmen kolektif terhadap nilai-nilai kebaikan.

Pada akhirnya, kurban perlu dipahami bukan sebagai kewajiban ibadah semata, melainkan sebagai gerakan kebudayaan. Ia adalah instrumen pendidikan karakter, yang jika dibumikan dalam kehidupan sosial, akan menciptakan masyarakat yang tangguh.

Keluarga menjadi titik awal aktualisasi. Di rumah, nilai rela berkorban hadir saat orang tua mendahulukan pendidikan anak daripada kesenangan pribadi. Di tempat kerja, nilai peduli tampak ketika rekan saling menopang dalam tugas. Di ruang publik, nilai taat hadir ketika masyarakat patuh pada aturan demi kepentingan bersama.

Dalam skala negara, jika semangat kurban hidup di dalam para pejabat dan pemimpin, maka orientasi kebijakan tidak akan semata pada elektabilitas atau kekuasaan, tetapi pada pelayanan dan pengabdian.

Ikhtitam

Nilai-nilai kurban adalah energi sosial yang, jika dirawat, akan menumbuhkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara akademik, modern secara infrastruktur, dan religius secara simbolik, tetapi juga bijak, berempati, dan bermartabat. Tangsel, dan Indonesia secara luas, membutuhkan manusia-manusia yang menghidupi nilai kurban secara nyata.

Kurban bukan tentang kambing atau sapi. Ia tentang hati yang bersedia memberi, pikiran yang siap mendengarkan, dan tangan yang mau bekerja. Dengan semangat kurban, kita bisa membangun peradaban: satu keluarga, satu komunitas, dan satu bangsa dalam harmoni.

*) Disarikan dari Khotbah Idul Adha 1446 H di Islamic Center Baiturrahmi Kota Tangerang Selatan oleh Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie.

Penulis:

Ahmad Tholabi Kharlie
Warga Tangerang Selatan

Tags: Ahmad Tholabi KharlieIduladha 1446 HIslamic Center Baiturrahmi Kota Tangerang SelatanSpirit Kurban

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Daftar Lokasi Nobar Timnas Jepang vs Indonesia di Tangerang Raya

Next Post

Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

Related Posts

Sinar Mas Land Tebar 482 Hewan Kurban dan Gaungkan Kurban Tanpa Sampah Plastik
Nasional

Sinar Mas Land Tebar 482 Hewan Kurban dan Gaungkan Kurban Tanpa Sampah Plastik

Oleh: Rizki
Kamis, 28 Mei 2026 / 20:15 WIB
PP 28/2024 Dibaca Setengah
Opini

PP 28/2024 Dibaca Setengah

Oleh: Rizki
Kamis, 28 Mei 2026 / 11:16 WIB
Lima Unit Usaha APP Group Sabet Penghargaan Top CSR Awards 2026, Salah Satunya Indah Kiat Tangerang
Nasional

Lima Unit Usaha APP Group Sabet Penghargaan Top CSR Awards 2026, Salah Satunya Indah Kiat Tangerang

Oleh: Rizki
Selasa, 26 Mei 2026 / 08:20 WIB
Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI dan Keuangan Digital
Nasional

Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI dan Keuangan Digital

Oleh: Rizki
Minggu, 24 Mei 2026 / 22:11 WIB
Tanpa Guru Asing, MAN IC Serpong Raih Pengakuan Dunia International Baccalaureate dalam 1 Tahun
Nasional

Tanpa Guru Asing, MAN IC Serpong Raih Pengakuan Dunia International Baccalaureate dalam 1 Tahun

Oleh: Rizki
Jumat, 22 Mei 2026 / 20:55 WIB
Rektor UIN Jakarta: Hari Kebangkitan Nasional 2026 Harus Jadi Titik Refleksi Arah Perjalanan Indonesia
Nasional

Rektor UIN Jakarta: Hari Kebangkitan Nasional 2026 Harus Jadi Titik Refleksi Arah Perjalanan Indonesia

Oleh: wartatangerang.com
Rabu, 20 Mei 2026 / 16:58 WIB
Next Post
Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Kolaborasi Unik BYD Atto 1 dan Dominate® Tampil Memukau di Brightspot City 2026

Kolaborasi Unik BYD Atto 1 dan Dominate® Tampil Memukau di Brightspot City 2026

Minggu, 31 Mei 2026 / 15:18 WIB
Raih Satu Poin, Timnas Indonesia Bermain Imbang Melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Rumor Transfer Liga 2026/2027: Gelandang Serang Timnas Dikaitkan dengan Bali United

Minggu, 31 Mei 2026 / 15:07 WIB
ARYADUTA Lippo Village Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan dengan Masyarakat

ARYADUTA Lippo Village Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan dengan Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:53 WIB
Promo Stay 2 Payless, Menginap 2 Malam Hanya Rp520 Ribu di Starlet Hotel Serpong

Promo Stay 2 Payless, Menginap 2 Malam Hanya Rp520 Ribu di Starlet Hotel Serpong

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:47 WIB
Liburan Long Weekend Makin Seru, Atria Gading Serpong Hadirkan Promo Staycation Plus Kelas Pemadam Kebakaran Anak

Liburan Long Weekend Makin Seru, Atria Gading Serpong Hadirkan Promo Staycation Plus Kelas Pemadam Kebakaran Anak

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:40 WIB
Gandeng Peserta SNBT 2026, Universitas Mercu Buana Buka Peluang Kuliah Gratis Lewat Program Beasiswa

Gandeng Peserta SNBT 2026, Universitas Mercu Buana Buka Peluang Kuliah Gratis Lewat Program Beasiswa

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:24 WIB
Kurangi Gadget Melalui Olahraga, Paramount Petals Sukses Gelar Push Bike Competition 2026

Kurangi Gadget Melalui Olahraga, Paramount Petals Sukses Gelar Push Bike Competition 2026

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:15 WIB
Ini Spesifikasi Lengkap vivo Y05, Rajanya Baterai Jumbo di Kelasnya

Ini Spesifikasi Lengkap vivo Y05, Rajanya Baterai Jumbo di Kelasnya

Minggu, 31 Mei 2026 / 14:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang