TANGERANG, WT – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi sektor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pelaku UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dengan pengelolaan bisnis modern agar tetap kompetitif dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Sinar Mas Land menggelar Workshop UMKM 2026 bertajuk “Strategi UMKM Modern: Cerdas Financial & Promosi Berbasis AI”.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi di bidang UMKM, di antaranya Dra. Endang Retno Wardhani serta Tuhu Nugraha. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari UMKM binaan SML UMKM Centre, komunitas UMKM disabilitas, mahasiswa program Youthpreneur, hingga perwakilan unit usaha di bawah naungan Sinar Mas.
Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata mengatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia menilai teknologi AI kini bukan lagi sekadar tren, melainkan solusi nyata yang dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, hingga menciptakan peluang bisnis baru. Karena itu, para pelaku UMKM didorong mulai mengadopsi teknologi AI secara adaptif agar mampu meningkatkan daya saing dan mengembangkan bisnis secara inovatif.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi edukatif dan aplikatif, mulai dari pengelolaan keuangan usaha melalui sesi Cerdas Financial, strategi promosi digital berbasis AI, hingga informasi akses pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan. Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi Program Pelatihan UMKM Batch 6 dan Program Youthpreneur Batch 2 yang diinisiasi Sinar Mas Land guna mencetak pelaku usaha baru yang kreatif dan kompetitif.
Selain itu, Workshop UMKM 2026 turut menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama sejumlah lembaga pembiayaan dan perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Pegadaian, dan Sumber Rizki. Para peserta memperoleh informasi mengenai akses modal usaha, produk pembiayaan, hingga peluang pengembangan bisnis untuk mendukung pertumbuhan UMKM binaan. (RIK)















Discussion about this post