• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 25 April 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

4 Hewan di Sekitar Anda yang Ternyata Beracun, Tapi Jarang Disadari (Plus Cara Menghadapinya)

Oleh: wartatangerang.com
Selasa, 25 September 2018 / 17:13 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Hewan beracun atau berbisa apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Mungkin jawabannya adalah ular dan kalajengking. Namun, masih banyak lagi hewan lainnya yang mungkin sering Anda jumpai (bahkan konsumsi!) di sekitar, tapi ternyata beracun. Apa saja?

 

READ ALSO

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Rayakan Hari Kartini, Howard Johnson Tangerang Hadirkan Promo Staycation & Kuliner Spesial

Beberapa hewan beracun yang jarang diketahui

1. Bulu babi

Bulu babi atau sea urchin masih satu keluarga dengan bintang laut. Namun bedanya, bulu babi dipersenjatai dengan duri berisi kalsium yang beracun di sekeliling tubuhnya. Beberapa spesies memiliki duri berbisa dengan efek samping yang lebih berbahaya dan berpotensi mematikan.

Sengatan dari duri bulu babi bisa sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan reaksi alergi, kelelahan tiba-tiba, kelemahan tubuh, nyeri otot, kelumpuhan sementara, kerusakan kulit di sekitar area sengatan, kerusakan tulang, hingga syok. Meski jarang, sengatan duri bulu babi dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga bahkan kematian.

Duri bulu babi bisa tertinggal di kulit. Semakin lama Anda membiarkannya, akan semakin sulit untuk dikeluarkan. Karena itu, langsung cepat keluarkan durinya setelah Anda disengat. Namun, jangan pakai pinset untuk mengambilnya karena duri dapat pecah di dalam dan tertinggal di kulit. Jika ini terjadi, rendam kaki Anda dengan cuka atau air hangat.

Kompres hangat dan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu meredakan rasa sakit dan bengkaknya. Jika bekas luka memerah atau gatal, oleskan krim hidrokortison yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep.

2. Ikan buntal

Ikan buntal atau blowfish sering dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, terutama di Jepang. Di Indonesia sendiri, ikan buntal juga kerap dipelihara sebagai ikan hias.

Sayangnya, ikan buntal dikenal sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas. Organ hati (liver) ikan buntal mengandung dosis tetrodotoxin yang cukup tinggi. Tetrodotoxin adalah salah satu jenis racun yang paling mematikan. Dosis kecil dari tetrodotoxin juga terdapat pada kulit ikan tersebut.

Gejala umum dari keracunan ikan buntal umumnya dimulai dengan mati rasa dan kesemutan di sekitar mulut, hingga mual dan muntah yang terjadi 10-45 menit setelah terpapar racun ikan buntal. Jika tidak segera mendapat pengobatan medis, tubuh bisa perlahan lumpuh, hilang kesadaran, sulit bernapas, hingga bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama yang harus diberikan pada korban racun ikan buntal adalah memaksakan muntah dalam waktu 3 jam setelah terakhir kali memakannya. Segera miringkan badannya sehabis muntah agar tidak tersedak dan tercekik muntahannya sendiri. Beri napas buatan (CPR) jika korban tampak tidak bisa bernapas. Larikan korban ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapatkan obat penawarnya.

3. Ikan lepu batu (stonefish)

Perairan Indonesia nampaknya menjadi hunian ideal bagi sejumlah hewan beracun. Setelah bulu babi, ikan buntal, dan ubur-ubur kotak, Anda juga perlu mewaspadai ikan lepu batu.

Ikan lepu batu (Synanceia verrucosa) adalah salah satu ikan yang racunnya paling mematikan di dunia. Menariknya meski ikan ini termasuk jarang ditemukan di alam liar, orang-orang Indonesia justru membudidayakannya dengan harga jual yang sangat tinggi untuk dipelihara atau bahkan dimakan.

Ikan batu memiliki jarum beracun mematikan di wajahnya yang tersembunyi dan akan keluar seperti “pisau lipat” ketika merasa terancam. Racun ika batu bisa menyebabkan kerusakan saraf yang melumpuhkan dan fatal, apalagi bila dosisnya besar. Efeknya akan paling berbahaya jika masuk ke dalam tubuh lewat sentuhan. Racun akan langsung pecah dan rusak dalam sistem pencernaan manusia, sehingga efek yang muncul mungkin tidak seberat lewat sentuhan.

Setelah terkena paparan racun ikan batu, segera rendam atau kompres bagian kulit yang luka dengan air panas (tidak mendidih). Suhu panas akan mengurai protein dari racun tersebut sehingga mencegahnya menyebar lebih jauh ke dalam tubuh. Selanjutnya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan obat penawar racun. Terlambat mendapatkan pengobatan lebih dari 2 jam setelah paparan berisiko tinggi berakhir pada kematian.

4. Komodo

Siapa yang tidak kenal dengan reptil terbesar di dunia yang juga menjadi ikon pariwisata Indonesia yang satu ini?

Komodo (Varanus komodoensis) adalah hewan beracun. Racun dari gigitan komodo dapat menyebabkan kelumpuhan otot, menurunkan tekanan darah sangat cepat dan drastis, gangguan pembekuan darah, hingga infeksi luka parah. Reaksi ini sebagian besar diakibatkan oleh bakteri yang hidup dalam liur komodo dan kemudian masuk ke dalam aliran darah.

Reptil yang punya julukan “Naga” ini sebenarnya merupakan binatang penyendiri dan tidak memangsa manusia. Namun, sama seperti binatang lainnya, komodo dapat menyerang manusia apabila merasa terancam. Tidak semua kasus serangan komodo pada manusia berakhir mematikan. Barulah pada 2007, seekor komodo diberitakan menggigit dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di Pulau Komodo. Kasus ini menandai serangan komodo fatal pertama pada manusia dalam 33 tahun terakhir, lapor The Smithsonian Magazine.

 

The post 4 Hewan di Sekitar Anda yang Ternyata Beracun, Tapi Jarang Disadari (Plus Cara Menghadapinya) appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Hadiri Pekan Purnabakti, Presiden Jokowi: Gaji ke-13 dan THR Tahun Depan Dilanjutkan Lagi

Next Post

Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Kutu Air

Related Posts

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton
Gaya Hidup

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Oleh: Rizki
Kamis, 23 April 2026 / 17:00 WIB
Rayakan Hari Kartini, Howard Johnson Tangerang Hadirkan Promo Staycation & Kuliner Spesial
Gaya Hidup

Rayakan Hari Kartini, Howard Johnson Tangerang Hadirkan Promo Staycation & Kuliner Spesial

Oleh: Rizki
Selasa, 21 April 2026 / 17:35 WIB
Deretan Produk MILLS SPORT Terbaik
Gaya Hidup

Deretan Produk MILLS SPORT Terbaik

Oleh: wartatangerang.com
Selasa, 21 April 2026 / 11:55 WIB
Wisata Kuliner Gading Serpong: Lezatnya Ramen Halal ala Fukuoka di Kyuka Ramen
Gaya Hidup

Wisata Kuliner Gading Serpong: Lezatnya Ramen Halal ala Fukuoka di Kyuka Ramen

Oleh: Rizki
Selasa, 21 April 2026 / 11:01 WIB
Pempek Kenari Buka Cabang Baru di Gading Serpong
Gaya Hidup

Pempek Kenari Buka Cabang Baru di Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 20 April 2026 / 21:27 WIB
Da Ma Rumah Es Hadir di Gading Serpong, Sajikan Es Nusantara Autentik yang Bikin Nagih
Gaya Hidup

Da Ma Rumah Es Hadir di Gading Serpong, Sajikan Es Nusantara Autentik yang Bikin Nagih

Oleh: Rizki
Sabtu, 18 April 2026 / 09:10 WIB
Next Post
Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Kutu Air

Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Kutu Air

Discussion about this post












WARTA TERKINI

Ricky Kambuaya Jadi Pahlawan, Dewa United Menang 2-1 atas Madura United

Ricky Kambuaya Jadi Pahlawan, Dewa United Menang 2-1 atas Madura United

Sabtu, 25 April 2026 / 19:40 WIB
Nirwono Joga: Kota Mandiri Jadi Motor Pertumbuhan, Tapi Harus Berkelanjutan

Nirwono Joga: Kota Mandiri Jadi Motor Pertumbuhan, Tapi Harus Berkelanjutan

Sabtu, 25 April 2026 / 19:33 WIB
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Sosialisasi Pajak Banten Menyasar Warga Kota Tangerang

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Sosialisasi Pajak Banten Menyasar Warga Kota Tangerang

Jumat, 24 April 2026 / 13:16 WIB
PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun

PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun

Kamis, 23 April 2026 / 17:55 WIB
Berbagi Poin dengan Persija, Persita Muda Semakin Dekat ke Semifinal

Kalah di Kandang, Persita Tangerang Harus Relakan Tiga Poin untuk Bali United

Kamis, 23 April 2026 / 17:49 WIB

Gandeng Anne Avantie, Alfamart Luncurkan Tote Bag “Puspa Kinasih” untuk Perempuan Indonesia

Kamis, 23 April 2026 / 17:23 WIB
GASPOL! Langkah Strategis Wabup Tangerang Amankan Stok Bahan Pokok dan Stabilisasi Ekonomi

GASPOL! Langkah Strategis Wabup Tangerang Amankan Stok Bahan Pokok dan Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 23 April 2026 / 17:13 WIB
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Tangerang Keluarkan Benda Asing di Hidung Anak

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Tangerang Keluarkan Benda Asing di Hidung Anak

Kamis, 23 April 2026 / 17:05 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang