TANGERANG, WT – Momentum Ramadan kembali mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga di berbagai sektor. Permintaan terhadap produk makanan, minuman, hingga fesyen biasanya mengalami lonjakan signifikan selama bulan suci, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa, sahur, hingga persiapan Hari Raya.
Lonjakan konsumsi tersebut turut berdampak pada sektor distribusi dan logistik. Banyak pelaku usaha harus meningkatkan kapasitas distribusi agar produk dapat tersedia secara merata di pasar selama periode Ramadan yang dikenal sebagai salah satu musim belanja terbesar di Indonesia.
Chief Business Development Officer Alvaboard, Tommy Horis, mengatakan permintaan distribusi produk mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama Ramadan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kebutuhan kemasan untuk mendukung pengiriman produk ke berbagai wilayah.
“Pada periode Ramadan, volume distribusi meningkat signifikan. Kemasan yang tepat mampu menjaga kualitas produk sekaligus mendukung efisiensi ruang penyimpanan dan biaya logistik,” ujar Tommy.
Sementara itu, Chief Marketing Officer Alvaboard, Christabelle Priscilla, menjelaskan material corrugated plastic semakin banyak dipilih oleh industri sebagai solusi kemasan modern. Material ini dinilai lebih tahan terhadap kelembapan sehingga cocok digunakan untuk pengiriman berbagai jenis produk.
Selain itu, kemasan berbahan corrugated plastic juga memiliki keunggulan karena dapat digunakan berulang kali. Hal ini membuatnya lebih efisien bagi perusahaan yang ingin menekan biaya logistik sekaligus mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Dengan meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadan, kebutuhan akan sistem distribusi yang efisien dan kemasan yang kuat diperkirakan akan terus bertambah. Inovasi di sektor kemasan pun menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus memperlancar rantai pasok di tengah tingginya permintaan pasar. (RIZ)
















Discussion about this post