TANGSEL, WT – Alam Sutera Realty kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penuangan Eco Enzyme ke aliran Sungai Cisadane. Kegiatan ini sekaligus mencatatkan prestasi dengan menerima pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi penuangan Eco Enzyme terbanyak ke aliran sungai.
Eco Enzyme yang digunakan dalam kegiatan tersebut diproduksi secara mandiri oleh The Flavor Bliss Alam Sutera. Bahan bakunya berasal dari limbah sayuran dan kulit buah yang dikumpulkan dari kawasan kuliner tersebut serta dari Pasar 8 Alam Sutera.
Direktur Alam Sutera Realty, Andre Simandjaja, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan kawasan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Menurutnya, penuangan Eco Enzyme ke aliran sungai di kawasan Jeletreng yang merupakan bagian dari Sungai Cisadane diharapkan dapat membantu merevitalisasi ekosistem sungai yang sebelumnya sempat mengalami pencemaran.
“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran sungai melalui penyediaan Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri di The Flavor Bliss Alam Sutera. Giat ini merupakan salah satu program komitmen kami untuk terus menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujar Andre.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas air sungai serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Alam Sutera Group dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang berfokus pada lingkungan dan masyarakat.
Selain program pengolahan Eco Enzyme, perusahaan juga menjalankan sejumlah inisiatif sosial lainnya seperti program Ayo Tanam Pohon, Tangerang Langit Biru di Kabupaten Tangerang, Budaya Literasi GWK, kegiatan donor darah, program Alam Sutera Bercerita, bantuan bagi korban bencana alam, hingga pengelolaan sampah mandiri. (RAY)
















Discussion about this post