• Tentang Kami
  • Contact
Selasa, 1 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Oleh: Sofia
Minggu, 3 Mei 2020 / 00:13 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Selain menyebarkan informasi terkait hal-hal remeh hingga serius, ternyata grup percakapan keluarga seperti di WhatsApp dan media sosial lainnya dapat mengganggu kesehatan mental Anda. Terlebih lagi, ketika grup tersebut berisi keluarga besar yang memiliki pola pikir bermacam-macam. 

Sebenarnya, bagaimana grup keluarga di WhatsApp dan platform lainnya dapat memengaruhi kesehatan mental anggotanya? 

READ ALSO

Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Grup WhatsApp keluarga bisa pengaruhi kesehatan mental 

Pernahkah Anda merasa risih ketika berada dalam sebuah grup WhatsApp keluarga karena topik percakapan mereka membuat khawatir? Entah itu seputar berita yang belum diketahui kebenarannya alias kabar hoaks atau topik yang sangat sensitif dibicarakan, seperti rasisme dan isu agama.

Akibatnya, anak muda cenderung mengabaikan pesan dalam grup keluarganya sendiri karena malas berdebat menghadapi orangtua. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mengakui bahwa grup WhatsApp keluarga memengaruhi kesehatan mental secara tidak langsung. 

Menurut sebuah penelitian dari American Psychological Association, sering memeriksa pesan atau e-mail pada ponsel atau komputer berkaitan dengan tingkat stres seseorang. Apa yang dikonsumi di layar ponsel atau monitor adalah mater-materi yang menimbulkan kegelisahan hingga gangguan mental.

stres pemilu smartphone

Di dalam penelitian yang melakukan survei kepada peserta ini, para peneliti membuat poin 1-10. Angka 1 artinya sedikit atau tidak stres dan angka 10 adalah stres berat. 

Hasilnya, rata-rata angka yang didapatkan dari peserta yang menjawab survei adalah 5,3. Sementara itu, bagi mereka yang jarang memeriksa ponselnya memiliki poin yang lebih rendah, yaitu 4,4. 

cara bijak menggunakan media sosial

Mengapa grup WhatsApp keluarga termasuk grup obrolan yang memengaruhi kesehatan mental? Alasannya, grup keluarga kadang menimbulkan perasaan tak nyaman kepada penggunanya. Misalnya, dalam grup itu tidak ikut mengucapkan selamat ulang tahun atau duka.

Di grup keluarga juga kadang banyak anggotanya senang berbagi informasi hal-hal yang mungkin menurut anak muda tidak penting. Nah, sangat melelahkan bagi peserta grup lain untuk mengabaikannya karena merasa tidak enak. Akibatnya, tidak jarang grup WhatsApp keluarga yang terpaksa dibaca tersebut memengaruhi kesehatan mental Anda.

Kondisi berbeda dengan grup percakapan kantor. Anda tidak perlu merasa tidak enak untuk mengabaikannya karena kadang itu bukan bagian dari tugas Anda. Jadi, tingkat stres-nya pun berbeda.

Bagaimana dengan maraknya berita bohong di grup keluarga?

menyebarkan berita hoax

Sebenarnya, salah satu faktor yang menyebabkan grup WhatsApp keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang adalah berita bohong. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hoaks atau berita bohong sering disebarkan oleh anggota keluarga di WhatsApp.

Sebagai contoh, ketika masa pemilihan umum berlangsung, tidak jarang berita-berita yang menjatuhkan salah satu calon pasangan beredar di grup atau media sosial. Di antara ratusan berita yang disebarkan, jumlah berita yang berisi kebohongan ternyata cukup banyak.

Membaca berita hoaks alias berita bohong ternyata dapat memengaruhi kesehatan mental meskipun hanya membacanya dari media sosial. Dilansir dari Psycom, dengan banyaknya informasi yang salah dianggap sebagai kebenaran, tidak sedikit orang yang mengalami stres akibat dari judul sebuah berita.

Hoaks memang dirancang untuk memanipulasi opini masyarakat, terutama mereka yang jarang memeriksa kebenarannya di sumber lain. Selain itu, berita bohong juga sering menimbulkan perasaan marah, curiga, dan cemas yang mampu memengaruhi pemikiran Anda.

Terlebih lagi, ketika berita dari grup WhatsApp tersebut ternyata terbukti palsu juga memunculkan perasaan marah dan frustrasi. Kondisi ini biasanya berlaku pada pembaca yang merasa tidak berdaya ketika menghadapi berita palsu untuk memanipulasi opini publik.

Oleh karena itu, ketika menerima kabar bohong atau berita hoaks yang tersebar di grup WhatsApp keluarga, tidak jarang Anda merasa frustasi dan kesehatan mental pun terganggu.

Tips menjaga kesehatan mental di era kemajuan teknologi

Tidak hanya grup keluarga di WhatsApp yang dapat memengaruhi kesehatan mental Anda, ternyata media sosial lainnya pun juga memberikan dampak yang sama. Menghindari grup chat mungkin akan mudah, tetapi bagaimana dengan media sosial lainnya? 

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam menjaga kesehatan mental di era kemajuan teknologi. 

Mengurangi waktu penggunaan

etika komplain media sosial

Salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan terhindar dari grup chat media sosial adalah mengurangi waktu penggunaan. 

Mengurangi penggunaan media sosial hingga 10 sampai 30 menit sehari ternyata dapat menurunkan tingkat kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. 

Walaupun demikian, Anda tidak perlu mengurangi penggunaan media sosial secara drastis untuk menjaga kesehatan mental. 

Mengalihkan perhatian

olahraga untuk osteoarthritis

Selama ‘berpuasa’ dari media sosial, tidak jarang keinginan untuk membuka kembali ponsel cukup besar karena tidak melakukan apapun. Maka itu, menjaga kesehatan mental agar terhindar dari grup WhatsApp dan platform lainnya dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian. 

Mengalihkan perhatian dari keinginan membuka media sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman, seperti bertemu langsung
  • melakukan hobi atau menemukan hobi baru, seperti melukis atau membaca
  • mengisi waktu dengan hal-hal yang sehat, seperti rutin berolahraga
  • menenangkan dan merilekskan pikiran dengan dikelilingi oleh alam

Walaupun demikian, grup Whatsapp keluarga tidak selalu berdampak buruk terhadap kesehatan mental anggotanya. Terkadang, Anda bisa mendapatkan manfaat dari media sosial untuk kesehatan, baik mendapatkan informasi maupun berkomunikasi dengan orang lain.

The post Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Next Post

Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi untuk Penderita Asam Urat

Related Posts

Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera
Gaya Hidup

Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera

Oleh: Rizki
Sabtu, 29 Agustus 2026 / 10:43 WIB
Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern
Gaya Hidup

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Oleh: Rizki
Kamis, 27 Agustus 2026 / 21:01 WIB
Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase
Gaya Hidup

Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase

Oleh: Rizki
Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:29 WIB
Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD
Gaya Hidup

Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD

Oleh: Rizki
Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:23 WIB
Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong
Gaya Hidup

Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 24 Agustus 2026 / 17:13 WIB
Nikmati City View Gading Serpong dari Lantai 19 Sambil Belajar Tradisi Matcha di HARRIS Hotel
Gaya Hidup

Nikmati City View Gading Serpong dari Lantai 19 Sambil Belajar Tradisi Matcha di HARRIS Hotel

Oleh: Rizki
Senin, 24 Agustus 2026 / 17:04 WIB
Next Post
Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi untuk Penderita Asam Urat

Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi untuk Penderita Asam Urat

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Gol Dramatis Mariano Peralta Menit 88 Loloskan Persib ke Fase Grup ACL Two 2026/2027

Gol Dramatis Mariano Peralta Menit 88 Loloskan Persib ke Fase Grup ACL Two 2026/2027

Senin, 31 Agustus 2026 / 21:24 WIB
Merawat Tradisi di Tanah Rantau, Masyarakat Paliko Gelar Silaturahmi Akbar di TMII

Merawat Tradisi di Tanah Rantau, Masyarakat Paliko Gelar Silaturahmi Akbar di TMII

Senin, 31 Agustus 2026 / 20:12 WIB
Atria Residences Gading Serpong Hadirkan Wajah Baru, 148 Kamar Siap Menyambut Tamu

Atria Residences Gading Serpong Hadirkan Wajah Baru, 148 Kamar Siap Menyambut Tamu

Minggu, 30 Agustus 2026 / 17:53 WIB
Amunisi Baru Sektor Pertahanan, Eks Bek Timnas Indonesia Merapat ke Dewa United Banten

Amunisi Baru Sektor Pertahanan, Eks Bek Timnas Indonesia Merapat ke Dewa United Banten

Sabtu, 29 Agustus 2026 / 11:04 WIB
Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera

Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera

Sabtu, 29 Agustus 2026 / 10:43 WIB
Persita Siap Tempur di BRI Super League 2026/2027, Carlos Pena Bidik Performa Lebih Konsisten

Persita Siap Tempur di BRI Super League 2026/2027, Carlos Pena Bidik Performa Lebih Konsisten

Jumat, 28 Agustus 2026 / 19:25 WIB
Sinar Mas Land dan Komdigi Kolaborasi Bangun Pusat Ekosistem Digital di BSD City

Sinar Mas Land dan Komdigi Kolaborasi Bangun Pusat Ekosistem Digital di BSD City

Jumat, 28 Agustus 2026 / 19:20 WIB
Warga Serbu Samsat Cikokol, Keringanan Pajak Kendaraan Banten Disambut Antusias

Warga Serbu Samsat Cikokol, Keringanan Pajak Kendaraan Banten Disambut Antusias

Jumat, 28 Agustus 2026 / 18:58 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang