• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 26 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Banten

Fokus Bangun Hunian, Tanggap Darurat Tsunami Berakhir

Oleh: wartatangerang.com
Kamis, 10 Januari 2019 / 13:21 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

SERANG – Masa tanggap darurat bencana tsunami Selat Sunda berakhir kemarin (9/1). Pemprov Banten akan memfokuskan diri pada pemulihan rumah yang rusak dihantam gelombang tsunami. Namun pemprov masih menunggu data hasil verifikasi Pemkab Pandeglang terkait total rumah yang rusak, baik itu yang rusak ringan, sedang, maupun berat. Wilayah Pandeglang yang paling parah terdampak tsunami.

READ ALSO

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

KEK ETKI Banten di BSD Tembus Investasi Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah rumah yang rusak akibat tsunami sebanyak 1.956 rumah, terdiri atas rusak ringan dan sedang sebanyak 1.515 rumah dan rusak berat sebanyak 441 rumah. Selain itu ada sembilan hotel yang rusak berat. Sementara untuk jumlah pengungsi yang berada di Kabupaten Pandeglang sebanyak 7.972 orang.

Sekadar diketahui, tsunami Selat Sunda terjadi pada Sabtu (22/12), mengakibatkan 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka-luka, dan 10 orang hilang. Kemudian 16.198 orang di dua provinsi, yakni Lampung dan Banten mengungsi.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan pascatanggap darurat, pihaknya akan membangun rumah bagi warga yang terdampak. “Kita bantu rehab rusak ringan, kita belikan bahan-bahan kayak semen dan triplek. Kita fokus pembenahan 441 rumah rusak berat. Kalau untuk kerugian kita belum dapat laporan hingga akhir tanggap darurat. Kita masih mendata,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, kemarin.

Berbeda dengan hotel yang rusak, kata dia, sebagian besar sudah diasuransikan. “Kalau rumah masyarakat kan nggak ada yang disuransikan. Makanya kita fokus di situ,” katanya. Mengenai perahu yang rusak, Andika mengaku hal itu akan dilihat terlebih dahulu. “Kita lihat dulu, beban provinsi kan besar, makanya kita fokus ke rehabilitasi rumah,” ujarnya.

Selain rehab rumah, mantan anggota DPR RI itu juga mengungkapkan pada masa transisi, pemprov juga akan melakukan rehabilitasi pembangunan dan stabilisaisi wilayah pariwisata. Pihaknya meminta bantuan kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk memulihkan kawasan wisata di wilayah yang terdampak tsunami. “Jadi bukan rumah saja tapi juga wisata harus kita pulihkan juga,” katanya.

Saat ditanya mengenai perpanjangan masa tanggap darurat, Andika mengaku hal itu tergantung dari Pemkab Pandeglang. “Provinsi sifatnya membantu. Masa tanggap darurat itu kan sesuai kebutuhan daerah. Sama halnya dengan usulan relokasi warga terdampak tsunami, kita juga sampai sekarang belum terima usulannya,” katanya.

Rehabilitasi rumah yang terdampak tsunami itu, kata dia, tidak akan menggunakan dana tak terduga (DTT). “Kita akan pakai dana rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Banten sebesar Rp50 juta per unit. Itu juga sudah kuat, sudah bagus. Intinya, DTT enggak bakal kita pake, kita tahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PRKP Banten, M. Yanuar mengaku sudah mendapatkan arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten yang terdampak bencana tsunami. Ia mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi data rumah baik itu yang rusak ringan, sedang, maupun berat.

“Untuk yang terdampak parah kan di Padeglang, kita dari hari Minggu sampai Selasa sudah turun verifikasi dan validasi. Data itu juga kita sudah serahkan ke bupati untuk disepakati dan diplenokan lalu diusulkan ke provinsi. Kita tinggal menyiapkan anggaran mana yang direhab,” katanya.

Menurut Yanuar, Dinas PRKP memiliki kebijakan untuk penggunaan rumah instan sederhana sehat (Risa) tahan gempa sebanyak 40 unit. Untuk per unit dianggarkan sebesar Rp40 juta.

“Selain Risa, juga kita ada slot RTLH sebanyak 110 unit, tapi itu juga enggak semua di sana. Terus ada slot satker kementerian melalui dana stimulan swadaya untuk rusak ringan sebesar Rp17,5 juta, itu (untuk) di Banten ada 4.000 unit, untuk Pandeglang kita cover 1.500, dan itu saya rasa sudah mencukupi,” katanya.

“Belum lagi dari persatuan Real Estate Indonesia (REI) juga akan bantu 10 unit dengan anggaran Rp300 juta. Jadi per unitnya Rp30 juta,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata Yanuar, yang sedang dijalankan adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban tsunami yang dikerjakan oleh BNPB. Untuk penyelesaiannya ditarget selesai pada Maret 2019.

“Dan selama masa itu, kita tetap lakukan verifikasi. Lalu arah kebiakan pimpinan juga tidak ada lagi bangunan perumahan di zona merah atau 100 meter dari garis pasang surut yang tertinggi,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya menerima pengajuan dari Pemkab Pendeglang terkait pembangunan rumah khusus. Namun pihaknya masih menunggu hasil pleno dari pemkab terkait rumah yang akan dibantu rehabilitasinya.

“Kita dapat ajuan rumah khusus yang akan kita ajukan ke pusat. Untuk lahannya sendiri itu dari pemerintah daerah sedanglan anggarannya dari pusat. Rumah khusus itu akan dibuat dari mulai nol sampai 100 persen beserta infrastruktur pendukungnya,” paparnya.

Pada masa pemulihan, kata dia, dibutuhkan peran serta maayarakat. “Jangan sampai kita bantu tapi mereka nonton aja dan itu nanti akan jadi masalah,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten, Suyitno mengatakan Pemprov Banten berkirim surat kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti agar memberikan perhatian serius kepada para nelayan, agar sektor perikanan bangkit kembali. Diketahui, tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir laut wilayah Banten mengakibatkan rusaknya aset kelautan dan perikanan milik pemprov sebesar Rp15 miliar, serta miliaran rupiah lagi peralatan milik nelayan rusak dan hilang.

“Berdasarkan hasil pendataan yang baru saja kami lakukan, khusus aset DKP Banten mengalami rusak berat. Dan jika ditaksir kerugianya mencapai Rp15 miliar. Aset pempov yang rusak berat itu di Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Cigorondong. Dan itu telah kami sampaikan kepada Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan (Susi Pudjiastuti) beberapa hari lalu,” katanya saat dihubungi melalui telepon, kemarin.

Bukan persoalan BBIP saja yang disampaikan ke Menteri Susi, Pemprov Banten juga menyampaikan laporan kondisi para nelayan yang terdampak tsunami Selat Sunda di tiga daerah.

“Khusus untuk nelayan dampak tsunami kemarin itu, bukan hanya di Kabupaten Serang, dan Pandeglang, akan tetapi juga terjadi di pesisir Pantai Kota Cilegon seperti di Kecamatan Ciwandan dan Pulo Merak. Data detail sudah kami sampaikan juga ke kementerian,” katanya.

Secara rinci, Suyitno menyebutkan untuk nelayan di Kabupaten Pandeglang ada tujuh orang meninggal dunia dan empat orang sampai saat ini belum ditemukan. Untuk nelayan di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon tidak ada hilang atau meninggal. Namun, ratusan aset milik nelayan seperti kapal, perahu, mesin alat tangkap mengalami kerusakan.

“Kami juga melaporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, kapal dan peralatan milik nelayan mengalami kerusakan, bahkan hilang. Adanya kondisi dan dampak yang begitu besar, kami berharap kementerian dapat membantu kami dalam rangka percepatan pemulihan kondisi perekonomian nelayan pascatsunami di Banten,” ujarnya.

Senada diungkapkan Sekretaris DKP Banten, Gelar Suprijadi. Menurut dia, ada 500 unit lebih peralatan nelayan yang mengalami kerusakan akibat tsunami Selat Sunda seperti kapal, perahu, alat tangkap, dan mesin.

“Di Kabupaten Pandeglang, kapal lebih dari 5 GT 15 unit mengalami rusak ringan, satu unit rusak sedang, 118 unit rusak berat . Untuk Perahu Jukung sampai dengan 5 GT yang hilang tiga unit, rusak ringan 93 unit, rusak sedang 20 unit, dan rusak berat 430 unit., untuk alat tangkap ada 32 buah hilang, 154 rusak,” kata Suprijadi.

Untuk di Kabupaten Serang, yang mengalami kerusakan ringan adalah perahu jukung sampai dengan 5 GT sebanyak dua unit dan rusak berat 18 unit. Kemudian mesin yang hilang ada empat unit dan mesin yang rusak ada tujuh unit. Selanjutnya, alat tangkap hilang 64 buah, rusak lima buah. “Kalau untuk wilayah Cilegon hanya perahu jukung saja rusak berat sebanyak 33 unit, lainya tidak ada masalah,” katanya. (tb/tnt)

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Kampung Rumpaksinang di Kelapa Dua Terhimpit Hutan Beton

Next Post

Pembangunan Sesuai Target, Pelabuhan Patimban Akan Dioperasikan Akhir 2019

Related Posts

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku
Banten

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

Oleh: wartatangerang.com
Selasa, 22 September 2026 / 23:22 WIB
KEK ETKI Banten di BSD Tembus Investasi Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja
Banten

KEK ETKI Banten di BSD Tembus Investasi Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 12:05 WIB
Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, BAZNAS Bantu Kebutuhan Keluarga
Banten

Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, BAZNAS Bantu Kebutuhan Keluarga

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:49 WIB
STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Banten

STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Oleh: wartatangerang.com
Sabtu, 12 September 2026 / 04:45 WIB
Hari Ketiga Pencarian, 11 Kapal dan 300 Personel Cari 8 Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau
Banten

Hari Ketiga Pencarian, 11 Kapal dan 300 Personel Cari 8 Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau

Oleh: Rizki
Jumat, 11 September 2026 / 09:06 WIB
Gubernur Andra Soni Pastikan PSEL Serang Raya Dibangun Akhir 2026
Banten

Gubernur Andra Soni Pastikan PSEL Serang Raya Dibangun Akhir 2026

Oleh: Rizki
Selasa, 8 September 2026 / 17:53 WIB
Next Post
Pembangunan Sesuai Target, Pelabuhan Patimban Akan Dioperasikan Akhir 2019

Pembangunan Sesuai Target, Pelabuhan Patimban Akan Dioperasikan Akhir 2019

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Jumat, 25 September 2026 / 19:06 WIB
Cukup Rp100 Ribu, Bisa Nikmati Kolam Renang Indoor Atria Hotel Gading Serpong

Cukup Rp100 Ribu, Bisa Nikmati Kolam Renang Indoor Atria Hotel Gading Serpong

Jumat, 25 September 2026 / 19:02 WIB
Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang

Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang

Jumat, 25 September 2026 / 15:48 WIB
Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan

Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan

Kamis, 24 September 2026 / 20:12 WIB
Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Kamis, 24 September 2026 / 20:10 WIB
Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Rabu, 23 September 2026 / 19:44 WIB
STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

Selasa, 22 September 2026 / 23:22 WIB
Dewa United Banten FC Siapkan Kejutan Hadapi Persib Bandung

Dewa United Banten FC Siapkan Kejutan Hadapi Persib Bandung

Selasa, 22 September 2026 / 13:51 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang