• Tentang Kami
  • Contact
Senin, 28 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Tangerang

Kampung Rumpaksinang di Kelapa Dua Terhimpit Hutan Beton

Oleh: wartatangerang.com
Kamis, 10 Januari 2019 / 13:03 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah kampung tetap bertahan di tengah kepungan hutan beton kawasan elite Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Kampung yang dihuni lebih dari 3.000 warganya berjuang mempertahankan identitas dan tanahnya.

KHANIF LUTFI- Gading Serpong

READ ALSO

86 Peserta Unjuk Bakat di Paramount Petals Kids Dance Competition 2026

Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Matahari sangat terik meski jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Lalu lalang kendaraan memadati kawasan Gading Sserpong, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sudah lebih satu dekade, kawasan itu menjelma menjadi sebuah kawasan kota mandiri lengkap dengan fasilitas modern.

Gading Serpong merupakan kawasan yang dibangun pengembang raksasa Paramount Land dan Summaercon Serpong. Tak jauh dari lokasi ini, ada pula kota mandiri, BSD City kawasan perumahan dan pusat bisnis produk Sinarmas Land. Isinya pun dikemas lebih modern. Full hunian mewah, pusat komersial, fasilitas pendidikan dan tentunya gaya hidup. Meski demikian, tidak semua warga di sini larut dalam kemewahan. Sebuah kampung bernama Rumpaksinang masih tetap eksis menjaga identitasnya sebagai pemukiman penduduk tradisional tengah roda pembangunan properti yang terus menggila.

Era 90-an kawasan ini hanya sebuah kebun rambutan dan persawahan. Hampir semua penduduknya bermata pencaharian petani. Hingar bingar gaya modern Jakarta tak pernah mampir ke daerah ini. Meski jaraknya hanya 20 kilometer. Seiring berjalannya waktu, areal persawahan itu pun berubah menjadi perumahan. Kampung Rumpaksinang pun berada di tengah rimba beton. Di kawasan ini pendidikan tetap menjadi nomor satu. Sebuah pesantren, madrasah ibtidaiyah dan dua buah sekolah dasar berdiri di tengah kampung tersebut. Siswanya rata-rata warga setempat. Sementara SMP dan SMA, di pusat Kecamatan Kelapa Dua. Saat berada di salah satu sekolah, wartawan mendapati para siswanya tengah diajari mengenal komputer.

Sang pengajarnya dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang jaraknya tak jauh dari kampung tersebut. “Kami sedang ada program pengabdian masyarakat, jadi siswa-siswi di sini kita ajari memahami dunia komputer,” terang Jeni, salah seorang pengajar di sana. Sebuah proyektor memantulkan program belajar komputer. Meski demikian keriuhan para siswa masih tetap seru. Tak semua siswa belajar, ada sebagian pula yang sibuk dengan game di smartphone-nya. Mereka masih menganggap dunia telepon pintar lebih menyenangkan ketimbang komputer. “Ya mesti sabar mas,” kata Jeni.

Kampung Rumpaksinang bak sebuah ikon unik di Kawasan Gading Serpong. Kampung ini dikelilingi pagar setinggi lima meter menjadi yang menjadi garis batas dengan kompleks Gading Serpong. Batas ini pun menjadi pembeda kehidupan warga desa yang sederhana dengan penghuni apartemen yang menyuguhkan kemewahan. Meski demikian, warga terbilang acuh terhadap kemajuan dan ingar bingar kemewahan warga jetset di balik pagar tersebut.

Bagi Yusuf, tokoh masyarakat sekitar, nama Kampung Rumpaksinang, mengandung banyak arti. Ada yang menyebut Rukun Kompak Pasti Menang. Ada juga yang bilang kampung tersebut terkenal dengan ciri khas makanan tradisional yakni opak dan rengginang.

Meski demikian, warga di sini masih memegang pesan leluhur, ulama kampung tersebut, Abuya Musa dan Abuya Sueb. “Pesan tersebut agar warga tetap rukun dan terus membangun kampungnya,” ujar Yusuf.

Ya, kedua ulama ini merupakan tokoh pendiri kampung tersebut. Pesan dari kedua tokoh itulah yang terus dipegang teguh warga kampung. Rata-rata bangunan penduduk telah permanen. Jalan-jalan kampung tersebut hanya cukup untuk dilintasi dua sepeda motor dengan bahan dari paving block. Mobil pun tak bisa berbagi jalan. Layaknya kampung di tengah pusat perumahan, banyak rumah yang diubah menjadi kos-kosan maupun warung makan. Penghuninya kos-kosan rata-rata pekerja di kawasan bisnis Gading Serpong.
Lokasinya strategis. Hanya berjarak kurang lebih 800 meter dari pusat perbelanjaan terbesar Summarecon Mall Serpong (SMS). Salah satu keturunan Abuya Sueb, Ade Haiz mengatakan, warga masih tetap menyelenggarakan takbiran dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ajaran Abuya Musa dan Abuya Sueb masih menjadi pondasi identitas warga agar jiwa keimanan tetap terjaga. “Kita di sini tetap bertahan menjaga tanah kelahiran kami. Berbagai godaan memang banyak dialami warga, agar mau menjual tanahnya ke pengembang perumahan di Gading Serpong, namun tetap kami tolak,” ucapnya.

Modal kekompakan membuat warga tak bergeming meski lahannya dihargai Rp10 juta permeter. Bagi warga, andai tanah mereka dijual, otomatis mereka harus pergi meninggalkan keluarga dan kenangan masa kecilnya. Pesan agar kompak tak menjual lahannya terus melekat dan diresapi dalam hati. “Kalau kami jual lahan ini lagi, kami mau tinggal dimana?” tanya Ade. Sebuah pertanyaan yang menusuk batin. Meninggalkan kampung ini serasa menggoyahkan perasaan betapa pentingnya keluarga di atas keluarganya. Menjaga identitas dan harapan. (*)

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

BRT Gagal Lelang

Next Post

Fokus Bangun Hunian, Tanggap Darurat Tsunami Berakhir

Related Posts

86 Peserta Unjuk Bakat di Paramount Petals Kids Dance Competition 2026
Kabupaten Tangerang

86 Peserta Unjuk Bakat di Paramount Petals Kids Dance Competition 2026

Oleh: Rizki
Minggu, 27 September 2026 / 18:09 WIB
Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial
Jabodetabek

Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Oleh: Rizki
Jumat, 25 September 2026 / 19:06 WIB
Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang
Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang

Oleh: Rizki
Jumat, 25 September 2026 / 15:48 WIB
Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan
Kota Tangerang

Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan

Oleh: Rizki
Kamis, 24 September 2026 / 20:12 WIB
Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Kota Tangsel

Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Oleh: Rizki
Kamis, 24 September 2026 / 20:10 WIB
Geger! Kerangka Manusia Ditemukan Saat Warga Bersihkan Lahan di Pasar Kemis
Kabupaten Tangerang

Geger! Kerangka Manusia Ditemukan Saat Warga Bersihkan Lahan di Pasar Kemis

Oleh: Rizki
Sabtu, 19 September 2026 / 21:33 WIB
Next Post
Fokus Bangun Hunian, Tanggap Darurat  Tsunami Berakhir

Fokus Bangun Hunian, Tanggap Darurat Tsunami Berakhir

Discussion about this post

WARTA TERKINI

86 Peserta Unjuk Bakat di Paramount Petals Kids Dance Competition 2026

86 Peserta Unjuk Bakat di Paramount Petals Kids Dance Competition 2026

Minggu, 27 September 2026 / 18:09 WIB
Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Jejak Batavia di Ciledug: Kisah Gedong Tinggi dan Sejarah Perkebunan Kolonial

Jumat, 25 September 2026 / 19:06 WIB
Cukup Rp100 Ribu, Bisa Nikmati Kolam Renang Indoor Atria Hotel Gading Serpong

Cukup Rp100 Ribu, Bisa Nikmati Kolam Renang Indoor Atria Hotel Gading Serpong

Jumat, 25 September 2026 / 19:02 WIB
Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang

Pemkot Tangerang Siapkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Akses Terintegrasi Stasiun Tangerang

Jumat, 25 September 2026 / 15:48 WIB
Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan

Gudang Terbakar di Tanah Tinggi, 40 Personel Damkar Turun Tangan

Kamis, 24 September 2026 / 20:12 WIB
Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Tzu Chi Sinarmas Bersama IKPP Bantu Warga Sekitar TPA Cipeucang Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Kamis, 24 September 2026 / 20:10 WIB
Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Rabu, 23 September 2026 / 19:44 WIB
STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

Selasa, 22 September 2026 / 23:22 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang