• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 9 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Banten

Anak Krakatau Erupsi Lagi, 5 Km dari Kawah Berbahaya

Oleh: wartatangerang.com
Jumat, 4 Januari 2019 / 12:16 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA-Gunung Anak Krakatau erupsi lagi. Kolom abu mencapai 2.000 meter dari puncak gunung. Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, erupsi terjadi pada pukul 10.17 WIB, kemarin (3/1). Tinggi kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 2 menit 8 detik.

READ ALSO

HUT ke-27 Kota Cilegon, Eka Hospital Wakafkan 1.000 Al-Qur’an untuk Masyarakat

Halal Bihalal IFBEC Banten 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku F&B dan Perhotelan

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi: masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi seismik dan data visual yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terhadap Gunung Anak Krakatau menunjukkan saat ini masih dalam fase erupsi.

“Saat ini, masih terekam kegempaan di stasiun seismik di Pulau Sertung berupa gempa-gempa letusan, hembusan, dan tremor menerus dengan amplitudo maksimum dominan 7mm,” terangnya, kemarin (3/1). Tingkat aktivitas GAK, sambung dia masih Siaga (level III) dan erupsi masih terjadi sehingga masih terdapat ancaman berupa lontaran material letusan, sehingga direkomendasikan untuk tidak mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah, yaitu di dalam area yang dibatasi oleh Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang. “Status Siaga ini hanya berlaku untuk aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” terangnya.

Rudi juga menjelaskan bahwa tidak ada potensi terjadinya tsunami dari aktivitas vulkanik GAK tersebut. “Berdasarkan analisis data yang dimiliki, badan geologi menyimpulkan bahwa tidak ada potensi terjadinya tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” lanjut Rudy.

Terpisah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan tim evakuasi telah memakamkan 429 jenazah dari 437 korban tewas akibat tsunami Selat Sunda hingga Kamis (3/1). “Sementara delapan jenazah yang belum dimakamkan belum teridentifikasi,” terang Sutopo, kemarin. Menurut Sutopo, data korban tewas hingga hari ini masih sama dengan data terakhir yang dirilis pada 31 Desember 2018. Begitu pula dengan jumlah korban luka yang mencapai 1.459 orang dan hilang sebanyak 10 orang.

Perbedaannya terletak pada jumlah pengungsi. BNPB mencatat saat ini terdapat 36.923 orang yang mengungsi dari tempat tinggalnya. Dari total tersebut, Sutopo menyatakan hanya sekitar 10 ribu orang yang mengungsi karena kehilangan rumah. “Sebagian besar lainnya mengungsi karena trauma dengan tsunami,” kata dia.

Di Kabupaten Pandeglang, sejumlah pengungsi menempati sekolah sambil menunggu hunian sementara selesai dibangun.

Mendekati berakhirnya liburan sekolah, pemerintah setempat akan memindahkan mereka ke lokasi lain agar tak menggangu proses belajar mengajar di sekolah. Sementara itu potensi tsunami lagi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) diperkirakan semakin kecil. Sebab, berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM tinggi gunung tersebut menjadi sekitar 110 meter dari sebelumnya 338 meter.

Temuan tersebut sekaligus juga membuka kembali dugaan-dugaan lain penyebab tsunami yang menerjang Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Sebelumnya, hipotesa penyebab tsunami itu diduga karena longsoran pada tubuh GAK pada Sabtu (22/12) malam.

Sedangkan turunnya tinggi gunung dari 338 meter menjadi 110 meter itu diduga terjadi pada Rabu (26/12) hingga Kamis (27/12). Pada Kamis tengah malam, pola letusan berubah letusan tajam menjadi surtesyan yang terjadi di permukaan air laut.

“Apakah seluruh badan gunung diletuskan saat itu? kan tidak logikanya. Jadi tidak juga semua jadi abu. Kan mesti ada yang kelempar ke samping nyemplung ke air, kok tidak ada tsunami?” ujar Sekretaris Badan Geologi Antonius Radmopurbo, kemarin (3/12).

Menurut PVMBG dengan penurunan tinggi gunung itu membuat volume Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar antara 150-180 juta meter kubik. Sementara volume yang tersisa saat ini diperkirakan antara 40-70 juta meter kubik.

Dengan turunnya tinggi gunung tersebut membuat potensi tsunami untuk saat ini menjadi lebih kecil. Karena, bila mengacu pada hipotesa terjadi longsoran besar, maka jumlah volume gunung tentu sudah banyak berkurang. “Saya tetap, potensinya (tsunami) kecil, lha modalnya kecil. Kalau yang dipakai hipotesa bahwa tsunami itu disebabkan oleh longsor,”ungkap dia. Meskipun begitu PVMBG tetap memastikan bahwa status Gunung Anak Krakatau berada di level III atau siaga.

Selain itu BMKG juga memantau terjadinya gempa di Filipina tenggara yang berkekuatan 7,1 M. Gempa ini dirasakan sampai ke wilayah Indonesia, khususnya daerah Sulawesi Utara. BMKG memastikan bahwa gempa yang dirasakan warga Indonesia selama enam detik tersebut tidak berpotensi tsunami. Gempa ini terjadi pukul 10.39 WIB kemarin. Titik gempa berada di 201 km arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Titik gempa diperkirakan berada pada kedalaman 69 km. Ditinjau dari lokasi episentrumnya, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah laut Pulau Mindanau, Filipina. (fin/ful)

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

BPBD Jangan Menunggu Bencana

Next Post

Profesor LIPI Ikut Lelang Sekda, 10 Peserta Lolos Seleksi Administrasi

Related Posts

HUT ke-27 Kota Cilegon, Eka Hospital Wakafkan 1.000 Al-Qur’an untuk Masyarakat
Banten

HUT ke-27 Kota Cilegon, Eka Hospital Wakafkan 1.000 Al-Qur’an untuk Masyarakat

Oleh: Rizki
Selasa, 28 April 2026 / 19:28 WIB
Halal Bihalal IFBEC Banten 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku F&B dan Perhotelan
Banten

Halal Bihalal IFBEC Banten 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku F&B dan Perhotelan

Oleh: Rizki
Selasa, 28 April 2026 / 12:27 WIB
PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun
Banten

PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun

Oleh: Rizki
Kamis, 23 April 2026 / 17:55 WIB
Slamet Supriyanto Kembali Pimpin IHKA Banten, Targetkan Penguatan Kompetensi Housekeeping
Banten

Slamet Supriyanto Kembali Pimpin IHKA Banten, Targetkan Penguatan Kompetensi Housekeeping

Oleh: Rizki
Sabtu, 18 April 2026 / 23:50 WIB
BPSK WKP 1 Banten Selesaikan Kasus Masputing Residence, 10 Warga Dapat Kepastian Hak Tanah
Banten

BPSK WKP 1 Banten Selesaikan Kasus Masputing Residence, 10 Warga Dapat Kepastian Hak Tanah

Oleh: Rizki
Sabtu, 18 April 2026 / 22:23 WIB
Bangun Lapangan hingga Sanitasi, Kolaborasi Grup Astra Perkuat Ekosistem Pendidikan di Banten
Banten

Bangun Lapangan hingga Sanitasi, Kolaborasi Grup Astra Perkuat Ekosistem Pendidikan di Banten

Oleh: Rizki
Kamis, 2 April 2026 / 14:16 WIB
Next Post
Profesor LIPI Ikut Lelang Sekda, 10 Peserta Lolos Seleksi Administrasi

Profesor LIPI Ikut Lelang Sekda, 10 Peserta Lolos Seleksi Administrasi

Discussion about this post












WARTA TERKINI

Sambut Anniversary ke-20, Paramount Enterprise Tebar Hadiah Mobil Listrik hingga iPhone 17 Pro

Sambut Anniversary ke-20, Paramount Enterprise Tebar Hadiah Mobil Listrik hingga iPhone 17 Pro

Jumat, 8 Mei 2026 / 17:18 WIB
Tiga Poin Jadi Harga Mati, Persita Incar Rekor Musim Saat Hadapi Persijap

Tiga Poin Jadi Harga Mati, Persita Incar Rekor Musim Saat Hadapi Persijap

Jumat, 8 Mei 2026 / 17:05 WIB
Pekan Krusial BRI Super League 2025/26, El Clasico Persija vs Persib Jadi Sorotan

Pekan Krusial BRI Super League 2025/26, El Clasico Persija vs Persib Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 / 23:10 WIB
Sachrudin Apresiasi Renovasi Masjid di Aceh, Jadi Simbol Kepedulian Warga Kota Tangerang

Sachrudin Apresiasi Renovasi Masjid di Aceh, Jadi Simbol Kepedulian Warga Kota Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 / 23:02 WIB
Dorong Konsumen Lebih Cerdas, Disperindagkopukm Kota Tangerang Gelar Sosialisasi Konsumen Cerdas

Dorong Konsumen Lebih Cerdas, Disperindagkopukm Kota Tangerang Gelar Sosialisasi Konsumen Cerdas

Kamis, 7 Mei 2026 / 22:55 WIB
Kampus atau Kantin Negara? Ketika Skripsi Kalah Sama Sendok Nasi

Kampus atau Kantin Negara? Ketika Skripsi Kalah Sama Sendok Nasi

Kamis, 7 Mei 2026 / 17:04 WIB
Persiapan Musim Kemarau, AZKO Pondok Cabe Hadirkan Promo Penyejuk dan Penjernih Udara hingga Diskon 50 Persen

Persiapan Musim Kemarau, AZKO Pondok Cabe Hadirkan Promo Penyejuk dan Penjernih Udara hingga Diskon 50 Persen

Kamis, 7 Mei 2026 / 10:28 WIB
Ramada by Wyndham Serpong Hadirkan Program 24 Hour Staycation, Tamu Bisa Menginap Lebih Fleksibel

ARYADUTA Lippo Village Perkenalkan Cita Rasa Tradisional Lewat Kampanye Sapta Rasa 2026

Kamis, 7 Mei 2026 / 09:51 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang