TANGERANG, WT – Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026 di Summarecon Mall Serpong (SMS), Gading Serpong, Tangerang, menjadi ajang bagi pelaku usaha kuliner untuk memperkenalkan beragam makanan khas Nusantara kepada masyarakat.
Salah satunya adalah Lamang Tapai Uni Dewi, yang membawa sajian tradisional khas Padang Pariaman, Sumatera Barat, dalam gelaran kuliner tersebut.
Kehadiran Lamang Tapai Uni Dewi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan makanan tradisional Minang kepada pengunjung FKS 2026 yang ingin mencicipi kuliner dengan cita rasa autentik dan nilai budaya yang kuat.
Pemilik Lamang Tapai Uni Dewi, Joni, mengatakan salah satu menu yang paling banyak diminati pengunjung adalah lamang tapai dengan berbagai pilihan varian. “Best seller di sini lamang tapai,” ujar Joni saat ditemui di Festival Kuliner Serpong 2026 pada Jumat, (22/8/2026).
Untuk harganya, Lamang Tapai Uni Dewi menawarkan produk dengan kisaran Rp25 ribu hingga Rp120 ribu, tergantung varian yang dipilih.
Warisan Kuliner Minang Turun-Temurun
Joni menjelaskan, lamang tapai yang dijualnya bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bagian dari warisan kuliner masyarakat Minang yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Makanan tersebut secara turun-temurun dikenal dalam tradisi masyarakat Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Lamang biasanya disajikan dalam berbagai momen penting, terutama saat perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri, Ramadan, dan Maulid Nabi atau muludan. Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu dan ketelatenan. Beras ketan sebagai bahan utama dimasak menggunakan bambu hingga matang.
Menurut Joni, proses memasak lamang dapat memakan waktu sekitar lima jam. Cara pengolahan tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membuat lamang memiliki cita rasa dan aroma tersendiri. “Ada tiga varian lamang. Lamang original, Lamang Tapai dan Lamang Pisang,” ujarnya.
Tapai Didatangkan Langsung dari Minangkabau
Keunikan lainnya terdapat pada tapai yang menjadi pendamping lamang. Untuk menjaga cita rasa khasnya, tapai yang digunakan oleh Lamang Tapai Uni Dewi didatangkan langsung dari Minangkabau. Perpaduan lamang yang gurih dengan tapai bercita rasa manis dan sedikit asam membuat sajian tradisional ini memiliki karakter rasa yang khas.
Kehadiran Lamang Tapai Uni Dewi di FKS 2026 sekaligus menjadi upaya memperluas pengenalan kuliner tradisional Minang kepada masyarakat Tangerang dan sekitarnya. Di tengah maraknya kuliner modern, makanan seperti lamang tapai menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan kuliner warisan Nusantara agar tetap dikenal dan diminati generasi berikutnya.
Festival Kuliner Serpong 2026 di Summarecon Mall Serpong pun menjadi ruang bagi makanan tradisional dari berbagai daerah untuk bertemu dengan masyarakat perkotaan. Dengan membawa lamang tapai khas Padang Pariaman, Uni Dewi berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal sekaligus mencicipi salah satu kekayaan kuliner tradisional Sumatera Barat tersebut. (RIZ)















Discussion about this post