TANGERANG, WT – Direktur PT Karya Amanah Duta Insani (Kurma Travel Umrah dan Haji Plus), Abdul Manan, resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus penipuan perjalanan ibadah haji. Tindakan tersebut diduga telah merugikan tiga orang korban dengan total kerugian yang fantastis, mencapai Rp2,231 miliar. Hingga saat ini, pihak manajemen travel dilaporkan belum memberikan kejelasan maupun pengembalian dana (refund) kepada para korban.
Laporan kepolisian tersebut dilayangkan oleh tiga korban, masing-masing atas nama Asrul Asyari, Muhammad Silahudin, dan Ricky Firmansyah. Pengaduan mereka telah resmi diterima oleh pihak berwajib dengan nomor laporan LP/B/1808/III/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 10 Maret.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penipuan ini bermula ketika pihak Kurma Travel menjanjikan keberangkatan jemaah haji pada musim haji tahun 2025 lalu. Nahas, saat para jemaah sudah berkumpul dan siap diberangkatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan ke Tanah Suci yang dijanjikan ternyata tidak pernah terealisasi. Akibatnya, seluruh jemaah terpaksa gigit jari dan gagal menunaikan ibadah.
Salah satu korban, Muhammad Silahudin, membeberkan bahwa ada sedikitnya 12 jemaah haji yang dititipkan melalui dirinya dan dua rekan lainnya ke agensi Kurma Travel. Namun, hingga pertengahan tahun ini, belum ada iktikad baik dari terlapor untuk mengembalikan uang mereka.
“Sampai sekarang kerugian kami belum juga diselesaikan. Sudah beberapa kali dijanjikan akan dibayarkan, tetapi janjinya terus diingkari dan tidak pernah direalisasikan,” ungkap Muhammad Silahudin saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (30/6/2026).
Silahudin menegaskan, tuntutan utama para korban saat ini adalah pengembalian dana secara utuh. Karena janji-janji penyelesaian yang diutarakan Abdul Manan selalu meleset, jalur hukum akhirnya dipilih sebagai langkah final.
Melalui pelaporan ini, para korban berharap penyidik Polda Metro Jaya dapat mengusut tuntas kasus ini demi menghadirkan kepastian hukum. Mereka juga mendesak direktur Kurma Travel untuk segera bertanggung jawab secara penuh atas kerugian materiil maupun moril yang menimpa para jemaah. (RIK)
















Discussion about this post