• Tentang Kami
  • Contact
Rabu, 16 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Manusia Hidup Dengan Satu Ginjal Bagaimana Kondisinya, Begini Penjelasan Dokter Eka Hospital BSD 

Oleh: Rizki
Jumat, 25 Agustus 2023 / 10:56 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

TANGSEL, WT – Kenaikan kasus gagal ginjal belakangan ini telah menyebabkan rasa kekhawatiran di masyarakat.

Gagal ginjal bisa terjadi secara mendadak (“acute”) atau secara bertahap lebih dari 3 bulan bahkan bertahun (“chronis”) yang disebut Penyakit Ginjal Kronik (PGK).

READ ALSO

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Di Indonesia diperkirakan PGK berkisar 10%, artinya satu diantara 10 orang penduduk mengalami PGK. PGK sering tidak bergejala pada awalnya, berlangsung secara senyap (“silent”) tapi progressif dan berakhir pada gagal ginjal tahap akhir (tahap 5).

Berdasarkan laporan (IRR=Indonesian Renal Registry, tahun 1918) penyebab utama PGK adalah hipertensi (36%), diabetes (28%), radang ginjal/ glomerulonephritis (GN) (10%), infeksi (3%) dan penyebab lain misal batu (1%), kista (1%), asam urat (1%) dll. Dengan demikian, sebenarnya PGK bisa dicegah, dikendalikan (diobati) sehingga tidak sampai gagal ginjal tahap akhir.

Tahapan berat ringannya sakit ginjal didasarkan atas tingkat fungsi ginjal (laju filtrasi glomerulus /LFG) dalam satuan mili-liter per menit (ml/m) yang sering dianalogikan sebagai persentasi fungsi ginjal dalam persen (%).

Apa itu Penyakit Ginjal Kronis?

PGK diklasifikasikan menjadi 5 tahap (grade), yaitu; tahap 1 bila fungsinya > 90 ml/m, tahap 2 bila fungsinya antara 60-90 ml/m, tahap 3 bila fungsinya 30-60 ml/m, tahap 4 bila fungsinya 15-30 ml/m dan tahap 5 dimana fungsi ginjal sudah kurang dari 15 ml/menit (sering di-analogikan ≤ 15 %.) Pada tahap 5 ini seseorang sudah dianjurkan untuk menjalani Terapi Pengganti Ginjal (TPG).

Pilihan TPG yang tersedia dan dapat dilakukan misalnya dialisis, biasa disebut cuci darah atau dengan melakukan transplantasi (cangkok ginjal). TPG yang paling ideal adalah transplantasi ginjal, karena ginjal sehat yang baru dapat menggantikan semua fungsi ginjal yang sudah gagal.

Dalam hal transplantasi ginjal, maka baik yang menerima (resipient) maupun yang memberikan ginjalnya (donor) masing-masing hidup dengan satu ginjal yang berfungsi dengan baik, karena itulah setiap orang yang akan mendonasikan ginjalnya harus diperiksa secara sangat teliti dan cermat, dalam kondisi sehat dan kedua ginjal berfungsi baik. Pendonor akan tetap sehat dan hidup secara normal meski mendonorkan satu ginjalanya kepada orang lain.

Bagaimana Seseorang bisa Mendonorkan Ginjalnya?

Kriteria seseorang dinyatakan layak menjadi pendonor ginjal yaitu berusia antara 18-60 tahun dengan fungsi ginjal ≥ 80 ml/m, tidak memiliki penyakit maupun “faktor resiko” yang potensial akan berpengaruh buruk terhadap ginjalnya, misal penyakit hipertensi, sakit gula (DM), pernah/ memiliki riwayat sakit ginjal seperti batu ginjal, sakit auto-imun atau penyakit lainnya.

Perilaku hidup tidak sehat seperti sering mengonsumsi alkohol atau perilaku yang tidak menjaga kesehatan secara baik, tidak akan bisa menjadi pendonor ginjal.

Yang Perlu Diperhatikan Penerima Ginjal

Dilain pihak, si penerima pun harus dipersiapkan secara baik. Proses transplantasi ginjal yang dilakukan secara profesional meliputi seleksi cermat terhadap donor maupun resipien. Dibutuhkan persiapan dan perencanaan yang baik, pelaksanaan operasi dan perawatan serta monitor pasca operasi.

Beberapa prosedur dan serangkaian tes yang panjang serta rinci perlu dilakukan bagi pendonor juga penerima ginjal agar dapat dipastikan keberhasilannya.

Operasi transplantasi ginjal adalah operasi elektif, tidak terburu-buru dan tidak ada target batasan waktu. Dengan demikian harus direncanakan sebaik-baiknya dengan resiko seminimal mungkin, baik pada penerima maupun pada pendonor. Jadi jelas bahwa tidak perlu takut dan khawatir untuk mendonorkan satu ginjal kepada yang membutuhkan sejauh itu dilakukan secara standard profesional kedokteran yang baku.

Pada transplantasi ginjal yang berhasil, pendonor maupun penerima, hidup dengan satu ginjal yang sehat.

Namun yang sering menjadi pertanyaan Apakah orang bisa hidup sehat dengan satu ginjal? Apakah aman? Ginjal memiliki fungsi yang cukup penting dalam tubuh, sehingga ketika jumlah ginjal tinggal satu seperti apa dampaknya dalam kehidupan orang tersebut? Untuk itu, mari kita cermati lebih dalam.

Apa Peran Ginjal bagi Tubuh?

Ginjal merupakan organ dalam tubuh yang terletak di samping belakang daerah pinggang berbentuk seperti kacang merah dan berfungsi untuk menyaring atau membersihkan zat-zat toksik (beracun) sisa proses metabolisme tubuh (“waste product”) dan zat-zat berbahaya lainnya yang masuk kedalam tubuh, misalnya keracunan obat dan lain-lain.

Dua ginjal dalam setiap tubuh manusia, berukuran sebesar kepalan tangan orang tersebut dan masing-masing memiliki peran sama sehingga tubuh dapat menyaring darah kita dari zat-zat berbahaya dengan maksimal setiap harinya.

Setiap hari ginjal menyaring darah hingga 200 liter, hal ini dilakukan agar zat-zat berbahaya tidak menumpuk dan tersebar ke dalam tubuh. Sisa-sisa zat tersebut kemudian akan dibuang melalui urine saat buang air kecil.

Inilah mengapa menjaga kesehatan ginjal sangat penting karena jika tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan berisiko tertumpuk zat-zat toksik yang berbahaya dan berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.

Ada beberapa fungsi ginjal, yaitu:

Menyaring dan membersihkan darah dari sisa-sisa proses metabolik (waste product) dan membuangnya dalam bentuk produksi urin

Menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit

Membantu dalam proses produksi sel-sel darah merah

Mengontrol tekanan darah

Menjaga keseimbangan pH darah

Menjaga kesehatan tulang

Apa Jadinya Jika Seseorang Hidup Hanya Dengan Satu Ginjal?

Dalam kondisi tertentu, seseorang harus hidup dengan satu ginjal saja, seperti misal satu ginjalnya diangkat karena telah terinfeksi parah, atau seseorang mendonorkan satu ginjalnya kepada pasien gagal ginjal, atau seseorang yang memang terlahir dengan satu fungsi ginjal saja.

Meski dilengkapi dengan dua ginjal, sudah terbukti bahwa manusia dapat hidup sehat meski hanya memiliki satu ginjal dalam tubuhnya. Kehilangan satu ginjal tidak akan membuat kerja ginjal yang satunya menjadi menurun selama masih dalam kondisi sehat.

Oleh sebab itu tidak perlu khawatir jika hidup dengan satu ginjal, dengan mempertahankan gaya hidup sehat, menjaga pola makan bergizi, berolahraga secara teratur, dan melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter, hidup dengan satu ginjal tidak akan menjadi masalah.

Data dari asuransi jiwa yang membandingkan lamanya hidup orang dengan satu ginjal dan dua ginjal tidak menunjukkan perbedaan.

Hal yang sama pada observasi 62 orang prajurit AS yang hidup dengan satu ginjal akibat korban perang, dibandingkan dengan 620 orang prajurit lainnya dengan dua ginjal, diikuti sampai 45 tahun, menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada perbedaan yang bermakna. Juga pada observasi pendonor ginjal dibandingkan dengan populasi dengan dua ginjal, yang di observasi selama 20 tahun, tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara keduanya.

Efek Samping dari Hidup Dengan Satu Ginjal

Pada uji coba dengan tikus yang diangkat satu ginjalnya dan dimonitor, ternyata ginjal yang tinggal tersebut mengalami pembesaran (hypertrophy) sebagai upaya kompensasi. Hal yang sama terjadi pada manusia yang dilahirkan dengan hanya satu ginjal atau pada pendonor ginjal, dimana ukuran ginjalnya menjadi relatif lebih besar sebagai upaya kompensasi.

Adakah resiko yang dihadapi dengan satu ginjal?

Resiko yang dialami pendonor tentunya saat menjalani operasi sebagaimana pada umumnya, yang tentunya sudah dipersiapkan dengan baik. Dilaporkan memang ada resiko sedikit lebih tinggi kemungkinan terjadinya hipertensi pada pendonor ginjal. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan secara umum dengan pola hidup sehat akan sangat penting pada seseorang yang hanya memiliki satu ginjal.

Tips Menurunkan Risiko yang Disebabkan Oleh Hidup Dengan Satu Ginjal

Namun tidak perlu khawatir karena kebanyakan kasus orang yang hidup dengan satu ginjal menunjukan kualitas hidup yang baik. Risiko-risiko ini hanya bisa terjadi jika upaya dalam menjaga kesehatan ginjal tidak dilakukan dengan baik.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko yang bisa terjadi karena hidup dengan satu ginjal:

Memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan baik sesuai dengan rekomendasi dokter.

Umumnya untuk kebutuhan dasar jumlah cairan yang diperlukan adalah 30 cc/kg berat badan. Tentunya kebutuhan ini bertambah bila ada aktivitas misal olahraga atau peningkatan suhu.

Menjaga pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam (Na=sodium) dan fosfor yang akan menambah beban ginjal.

Membatasi minuman manis sehingga kerja ginjal tidak terlalu keras.

Menghindari aktivitas fisik yang berlebihan atau olahraga berat seperti sepak bola, panjat tebing, atau olahraga yang melibatkan kerja otot-otot, karena akan meningkatkan beban dan risiko kerusakan ginjal.

Berhenti konsumsi rokok dan alkohol karena buruk untuk kesehatan secara umum termasuk kesehatan ginjal.

Secara berkala lakukan konsultasi dan pemerikaan medical check-up (MCU) sesuai umur.

Demikian seputar informasi terkait ginjal. Jika hidup dengan DUA GINJAL SEHAT adalah SEMPURNA, maka hidup dengan SATU GINJAL SEHAT adalah CUKUP. Yang jelas adalah baik hidup dengan dua atau satu ginjal, memerlukan POLA HIDUP SEHAT untuk memelihara dan menjaga kesehatan seutuhnya termasuk kesehatan ginjal. Salam Sehat!. (*)

Penulis:

Konsultan Ginjal Hipertensi Eka Hospital BSD.

dr. Tunggul Diapari Situmorang, Sp.PD-KGH

 

Tags: Eka Hospital BSDGinjalGinjal KronisWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Presiden Joko Widodo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan ke Afrika

Next Post

SMPN 12 Cilegon Disambangi PPPA Daarul Qur’an Banten

Related Posts

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua
Kesehatan

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:33 WIB
Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong
Kesehatan

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 14 September 2026 / 22:34 WIB
Dinkes Kota Tangerang Klaim Kekebalan Covid-19 Mencapai 100 Persen
Kesehatan

Hujan Abu Vulkanik Krakatau Capai Kota Tangerang, Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Oleh: Rizki
Minggu, 6 September 2026 / 20:50 WIB
Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik
Kesehatan

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Oleh: Rizki
Jumat, 21 Agustus 2026 / 13:50 WIB
Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya
Kesehatan

Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya

Oleh: Rizki
Jumat, 7 Agustus 2026 / 21:49 WIB
Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih
Kesehatan

Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih

Oleh: Rizki
Kamis, 30 Juli 2026 / 10:46 WIB
Next Post
SMPN 12 Cilegon Disambangi PPPA Daarul Qur’an Banten

SMPN 12 Cilegon Disambangi PPPA Daarul Qur'an Banten

Discussion about this post

WARTA TERKINI

J&T Express Resmi Buka Outlet Pertama di Bandara Soekarno-Hatta

J&T Express Resmi Buka Outlet Pertama di Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 15 September 2026 / 15:51 WIB
Kabar OTT di Tangsel, KPK: Tidak Ada

KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Pertanahan, Ada Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah Tangerang

Selasa, 15 September 2026 / 12:19 WIB
KEK ETKI Banten di BSD Tembus Investasi Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja

KEK ETKI Banten di BSD Tembus Investasi Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja

Selasa, 15 September 2026 / 12:05 WIB
Hasil Lengkap Pekan Kedua BRI Super League 2026/2027: Persija Tekuk Persib, Persita Menang Dramatis

Hasil Lengkap Pekan Kedua BRI Super League 2026/2027: Persija Tekuk Persib, Persita Menang Dramatis

Selasa, 15 September 2026 / 11:57 WIB
Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, BAZNAS Bantu Kebutuhan Keluarga

Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, BAZNAS Bantu Kebutuhan Keluarga

Selasa, 15 September 2026 / 11:49 WIB
Kedubes Swedia Hadirkan Kembali Jejak Budaya Jawa-Bali Lewat Pameran Tyra Kleen

Kedubes Swedia Hadirkan Kembali Jejak Budaya Jawa-Bali Lewat Pameran Tyra Kleen

Selasa, 15 September 2026 / 11:42 WIB
Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Selasa, 15 September 2026 / 11:33 WIB
Technogym Perkenalkan Teknologi Fitness dan Wellness di Indonesia Sports Summit 2026

Technogym Perkenalkan Teknologi Fitness dan Wellness di Indonesia Sports Summit 2026

Selasa, 15 September 2026 / 11:27 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang