TANGERANG, WT – Menyikapi kendala kapasitas bagasi yang kerap dialami penumpang pesawat, J&T Express secara resmi mengoperasikan Mini Drop Point (MDP) di Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Terobosan ini menjadikan J&T Express sebagai perusahaan ekspedisi pertama yang menghadirkan konter pengiriman barang langsung di area bandara tersebut.
Langkah strategis ini sejalan dengan data survei McKinsey pada 2025 terhadap 7.000 pelancong, yang mencatat bahwa pertimbangan fasilitas bagasi berada di posisi kedua (16%) setelah faktor harga tiket (34%) dalam memilih maskapai. Ketika muatan melebihi batas ketentuan gratis maskapai, penumpang biasanya dihadapkan pada opsi membayar denda bagasi berlebih atau merelakan barangnya tertinggal. Konter ekspedisi di area keberangkatan ini hadir sebagai jalan keluar praktis.
Komisaris J&T Express, Iwan Senjaya, menjelaskan bahwa kehadiran MDP ditujukan untuk mempermudah mobilitas penumpang tanpa perlu khawatir dengan hambatan bagasi. “Kelebihan berat bagasi sering kali merepotkan bagi calon penumpang. Melalui kapabilitas jaringan kami di seluruh Indonesia dan penawaran harga yang ramah di kantong, MDP di Bandara Soekarno-Hatta hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengiriman yang praktis dan efisien,” ujar Iwan saat peresmian pada Selasa, (15/9/2026).
Terletak di area sebelum pemeriksaan keamanan (security checkpoint), outlet MDP memfasilitasi penumpang untuk menimbang, membayar, dan mengirimkan barang bawaan ekstra mereka ke alamat tujuan di Indonesia sebelum naik ke pesawat.
Selama periode peluncuran, J&T Express juga memberikan penawaran khusus bagi calon penumpang. Melalui program J&T Heboh—layanan spesialis kargo berukuran besar—tarif yang ditawarkan mulai dari Rp3.000 per kilogram. Sementara itu, untuk paket dokumen atau muatan kecil di bawah 3 kg, pelanggan dapat memanfaatkan layanan standar EZ dengan potongan harga sebesar 30%.
“Pembukaan titik layanan di lokasi strategis seperti bandara merupakan komitmen perusahaan untuk terus mendekatkan layanan logistik dengan pusat aktivitas masyarakat,” tandas Iwan. (SAM)















Discussion about this post