• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 20 Juni 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Tangerang

Truk Mengular 12 Km di Parung Panjang, Sopir Tutup Akses Jalan

Oleh: wartatangerang.com
Sabtu, 22 Desember 2018 / 11:21 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PARUNGPANJANG-Protes sopir truk terus berlanjut. Kamis (20/12) malam, memblokir jalan dengan menumpahkan muatan ke jalan. Kali ini mereka menutup dua jalur akses di Jalan Raya Legok-Parung Panjang tepatnya di Karang Tengah dekat Jembatan Malangnengah, perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang, Jumat (21/12). Antrean truk mengular hingga 12 kilometer . Aksi tersebut membuat pengiriman barang lumpuh. Arus lalulintas dari Bogor ke Kabupaten Tangerang dan sebaliknya lumpuh.

Rizal seorang sopir yang tinggal di kawasan Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, mengaku sudah bertemu dengan Bupati Tangerang, meminta peraturan pembatasan jam opersional truk ditinjau ulang. Namun, tidak menemui kata sepakat. Bupati A.Zaki Iskandar tetap pada pendiriannya, menerapkan Peraturan Bupati (Perbub) Tangerang Nomor 47 tahun 2018 tentang pengaturan jam opersional truk bertonase besar. Yakni, truk boleh melintasi wilayah Kabupaten Tangerang mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

READ ALSO

Orang Tua Tak Perlu Cemas, Pemkot Tangerang Siapkan Sekolah Swasta Gratis

Sachrudin: Festival Al-A’zhom Jadi Wadah Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Penggerak Ekonomi

“Bupati Bogor juga belum dilantik, jadi belum bisa memutuskan. Itu (jam opersional truk) terlalu pendek buat sopir, memberatkan, terlalu merugikan buat kami,” ujarnya.

Menurutnya, waktu enam jam bagi sopir tidak dapat mencapai saru rit. Hal ini dikeranakan perjalanan untuk sampai ke tempat tambang yang berada di atas gunung di Bogor bisa memakan waktu sampai lima jam. “Itu satu rit pun tidak tercapai. Saya dari hari Rabu sampai hari Jumat (kemarin) ini baru satu rit. Tiga hari baru dapat satu rit. Kami minta kebijakan dari Bupati Tangerang, tolonglah bagaimana nasib kami sebagai sopir,” keluh Rizal.

Dengan hanya bisa mengangkut barang satu rit, Rizal mengaku tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan empat anak yang masing-masing masih bersekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi. “Saya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, buat anak saya ini. Sedangkan pekerjaan saya cuman sopir,” sebutnya. Selama ini, Rizal mengambil tanah dari Bogor dan dikirim ke Cikupa secara borongan. Dengan dibatasinya jam operasional truk ini, penghasilannya menyusut.

“Satu rit itu pendapatan saya cuman Rp 90 ribu bersih. Kalau sampai tiga hari tak narik, mau makan apa anak istri kami. Tolong Bupati Tangerang pikirkan nasib kami. Kami ini kerja borongan, paling bisa dibawa ke rumah cuman Rp 90ribu. Tapi kalau begini kami tidak bisa sama sekali tidak makan,” keluh Rizal.

Sementara, Supendi sopir lainnya, turut bersuara. Ia mengungkapkan kekesalannya dengan ada perbup tersebut. Lantaran dinilai tidak masuk akal dan membebani para sopir angkutan tanah, pasir, dan batu. “Kenapa kok gini amat Pak Zaki (Bupati Tangerang -red) bikin aturan. Kalau sopir enggak muluk-muluk hanya yang masuk akal yang tidak membebankan kepada sopir. Boleh diadakan jam opersional, seperti Bogor aja kalau memang tidak bisa,” papar sopir yang beralamat di Legok Tangerang itu. Menurut Supendi jam opersional truk di Bogor lebih panjang, yakni mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.

Ia menegaskan, keinginan sopir truk bisa bertemu dengan Bupati Tangerang di lokasi aksi. Sehingga aspiranya bisa langsung didengar. “Kalau maunya sopir itu tidak ada jam opersional. Harapannya bupati datang ke sini biar unek-unek saya ini terungkap, didenger silahkan, enggak juga tidak jadi masalah. Cuman kalau enggak didengar, kami akan bertahan di sini mau berapa lama pun kami siap. Lebih baik kami pulang ke rumah kalau tidak ada respons, mobil kami biarkan di sini,” tegas Supendi.

Puluhan anggota Polres Bogor yang berada di lokasi mencoba melobi para sopir agar memindahkan truk. Kapolres AKB Andik Mohammad Dicky didampingi anggota DPRD Kabupaten Bogor Egy Gunadi Wibawa berunding dengan perwakilan sopir truk. Dalam perundingan, Dicky sempat berdebat dengan para sopir. Ia menegaskan aksi penutupan jalan sangat berdampak luas terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat Parung Panjang. “Anda demo di sini, kira-kira yang di sana (Pemkab Tangerang) buka (boleh lewat) enggak! Sampai tahun depan juga tidak akan dibuka, yang jadi korban masyarakat Bogor. Plat kalian juga bukan plat F (kode Bogor), plat B. Ini juga banyak pembangunan di Tangerang sana. Pajaknya pun masuk ke Tangerang. Terus kalian mau hukum warga Parung Panjang di sini,” tegas Dicky kepada para sopir truk.

Dicky menjelaskan hasil komunikasi yang terjalin dengan Pemkab Tangerang tetap seusai dengan Perbup Nomor 47 Tahun 2018 dengan jam operasional dari pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB. “Kita sudah ngomong sama sana (Pemkab Tangerang -red), tapi tidak mau kasih. Jawaban pasti di sana tidak mau buka (diizinkan lewat),” lanjutnya.

AKSI PROTES: Truk diparkir memenuhi jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan lain. Aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan Pemkab Tangerang yang membatasi jam operasional truk. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

Ia mengajak para sopir untuk membuka jalan sebagai solusi sementara. Hanya saja para sopir tetap bersikukuh dengan prinsipnya tetap menutup jalan. “Sekarang gini, pelan-pelan kita konsolidasi dulu. Pelan-pelan mulai yang dari belakang kita cicil putar balik,” kata Dicky yang sontak diteriaki massa aksi sebagai bentuk protes terhadap solusi yang ditawarkan. Dicky berharap adanya kebijakan dari kedua pemerintah yakni Pemkab Bogor dan Pemkab Tangerang. Lantaran antrean truk sudah mencapai 12 kilometer. “Ini hari terakhir aktivitas truk tronton sebelum hari libur. Tolong ini dibuka, akhirnya tidak dibuka jadi mengular sampai 12 kilometer. Kasihan masyarakat di sini (Parung Panjang -red),” pungksnya kepada media.

Sejalan dengan itu, Egy Gunadi Wibawa anggota DPRD yang juga politisi PDIP turut membujuk massa. Ia meminta membuka satu jalur jalan agar kendaraan lain bisa melintasi. “Temen-temen denger dulu. Tanggal 27 Desember akan ada pertemuan. Kita juga sedang berkomunikasi, jadi artinya jangan sampai bertahan terus begini. Tapi, sementara belum ada solusi. Kalau bisa buka sebelah jangan semuanya ditutup,” pinta Egy yang langsung direspons dengan teriakan para sopir yang sambil berlalu membubarkan diri.

Tidak goyah pendirian. Para sopir truk, Egy bersama AKBP A.M Dicky mendatangi Hadi Nurhalim, Camat Pagedangan yang sedang berada di lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk mendesak Hadi berkomunikasi dengan Bupati Tangerang melaporkan apa yang terjadi di lapangan. Hanya Hadi mengatakan dirinya patuh pada perintah atasan. “Saya kan bawahan, jadi gimana perintah atasan,” kata Hadi Nurhalim. (mg-10)

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Arief-Sachrudin Pamitan

Next Post

Utamakan Keselamatan, Menhub Imbau Batas Maksimal Kecepatan Berkendara 100 KM/Jam

Related Posts

Orang Tua Tak Perlu Cemas, Pemkot Tangerang Siapkan Sekolah Swasta Gratis
Kota Tangerang

Orang Tua Tak Perlu Cemas, Pemkot Tangerang Siapkan Sekolah Swasta Gratis

Oleh: Rizki
Selasa, 16 Juni 2026 / 12:08 WIB
Sachrudin: Festival Al-A’zhom Jadi Wadah Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Penggerak Ekonomi
Kota Tangerang

Sachrudin: Festival Al-A’zhom Jadi Wadah Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Penggerak Ekonomi

Oleh: Rizki
Senin, 15 Juni 2026 / 19:20 WIB
Protes Bau Busuk, Warga Pakulonan Tolak Pembuangan Sampah dari Luar ke TPS
Kota Tangsel

Protes Bau Busuk, Warga Pakulonan Tolak Pembuangan Sampah dari Luar ke TPS

Oleh: Rizki
Minggu, 14 Juni 2026 / 18:23 WIB
Pemkot Tangsel Pastikan Layanan Pemakaman Mudah Diakses, Sarana TPU Terus Ditingkatkan
Kota Tangerang

Pemkot Tangsel Pastikan Layanan Pemakaman Mudah Diakses, Sarana TPU Terus Ditingkatkan

Oleh: Rizki
Rabu, 10 Juni 2026 / 22:09 WIB
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Tanam 10.000 Mangrove Langka di Pesisir Pantai Utara
Kabupaten Tangerang

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Tanam 10.000 Mangrove Langka di Pesisir Pantai Utara

Oleh: Rizki
Rabu, 10 Juni 2026 / 16:55 WIB
Berpusat di Jembatan Kaca Berendeng, Festival Cisadane 2026 Siap Manjakan Warga Kota Tangerang
Kota Tangerang

Berpusat di Jembatan Kaca Berendeng, Festival Cisadane 2026 Siap Manjakan Warga Kota Tangerang

Oleh: Rizki
Selasa, 9 Juni 2026 / 22:46 WIB
Next Post
Utamakan Keselamatan, Menhub Imbau Batas Maksimal Kecepatan Berkendara 100 KM/Jam

Utamakan Keselamatan, Menhub Imbau Batas Maksimal Kecepatan Berkendara 100 KM/Jam

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Rumor Transfer: Persita Bidik Striker Persijap

Rumor Transfer: Persita Bidik Striker Persijap

Kamis, 18 Juni 2026 / 12:35 WIB
Main Imbang Dikandang Borneo FC, Persita Bawa Pulang Satu Poin

Persita Cuci Gudang Pemain Asing dan Lokal Jelang Musim Baru

Kamis, 18 Juni 2026 / 12:26 WIB
Orang Tua Tak Perlu Cemas, Pemkot Tangerang Siapkan Sekolah Swasta Gratis

Orang Tua Tak Perlu Cemas, Pemkot Tangerang Siapkan Sekolah Swasta Gratis

Selasa, 16 Juni 2026 / 12:08 WIB
Serunya Liburan di Tangcity Mall, Ada Live Show dan Meet & Greet Quantum Heroes Dinoster

Serunya Liburan di Tangcity Mall, Ada Live Show dan Meet & Greet Quantum Heroes Dinoster

Senin, 15 Juni 2026 / 20:43 WIB
Sachrudin: Festival Al-A’zhom Jadi Wadah Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Penggerak Ekonomi

Sachrudin: Festival Al-A’zhom Jadi Wadah Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Penggerak Ekonomi

Senin, 15 Juni 2026 / 19:20 WIB
Kasus Gudang Pestisida yang Mencemari Sungai Cisadane Masuk Pengadilan, Kementerian LH Ajukan Gugatan Rp27 Miliar

Kasus Gudang Pestisida yang Mencemari Sungai Cisadane Masuk Pengadilan, Kementerian LH Ajukan Gugatan Rp27 Miliar

Minggu, 14 Juni 2026 / 20:51 WIB
Banjir Promo AZKO BOOM SALE, Produk Rumah Tangga dan Gaya Hidup Lebih Terjangkau

Banjir Promo AZKO BOOM SALE, Produk Rumah Tangga dan Gaya Hidup Lebih Terjangkau

Minggu, 14 Juni 2026 / 18:27 WIB
Protes Bau Busuk, Warga Pakulonan Tolak Pembuangan Sampah dari Luar ke TPS

Protes Bau Busuk, Warga Pakulonan Tolak Pembuangan Sampah dari Luar ke TPS

Minggu, 14 Juni 2026 / 18:23 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang