• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 28 Agustus 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Sindrom Costello, Penyakit Langka yang Menyerang Banyak Organ Sekaligus

Oleh: wartatangerang.com
Selasa, 11 September 2018 / 05:13 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Mengalami gangguan kesehatan pada satu organ saja, misalnya sakit perut atau diare, tentu membuat Anda jadi kelimpungan dan tak nyaman. Bagaimana jika Anda harus mengalami komplikasi dari dua atau lebih masalah pada organ atau sistem organ tubuh, seperti pada orang yang mengalami sindrom Costello?

Apa itu sindrom Costello?

Sindrom Costello, atau disebut juga dengan sindrom faciocutaneoskeletal (FCS), adalah penyakit langka yang menyerang sejumlah sistem atau organ tubuh secara bersamaan. Karena memengaruhi banyak sistem tubuh, penderita sindrom ini mengalami gangguan yang cukup kompleks pada fisik dan mentalnya.

READ ALSO

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase

Apa penyebab sindrom Costello?

Penyebab sindrom langka Costello belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga hal ini ada kaitannya dengan mutasi genetik.

Pada tahun 2005, para peneliti dari DuPont Hospital for Children di Delaware, Amerika Serikat, menemukan bahwa sekitar 82,5 persen orang yang terkena sindrom Costello mengalami mutasi gen HRAS.

Gen HRAS adalah gen yang bertugas untuk menghasilkan protein bernama H-Ras. Mutasi gen ini menyebabkan sel-sel tubuh terus menerus tumbuh dan membelah, sekalipun tubuh Anda tidak menyuruhnya. Akibatnya, hal ini dapat memicu pertumbuhan tumor kanker maupun non-kanker dalam tubuh.

Hingga saat ini, hanya ada sekitar 150 kasus sindrom Costello yang telah dipublikasikan dalam literatur medis di seluruh dunia. Itulah sebabnya, belum diketahui jelas seberapa sering sindrom ini terjadi atau faktor risiko yang dapat memicu terjadinya sindrom langka ini.

Apa saja gejala sindrom Costello?

Sebagian besar tanda-tanda sindrom Costello tidak langsung terlihat saat anak lahir. Gejalanya baru muncul saat anak mulai tumbuh dan berkembang pada tahun-tahun pertamanya.

Gejala khas sindrom Costello meliputi:

  • Berat badan bayi sulit naik saat lahir
  • Postur tubuh pendek
  • Kulit mengendur di bagian leher, telapak tangan, jari jemari, dan telapak kaki
  • Keterbelakangan mental
  • Mengalami hiperkeratosis, yaitu penebalan kulit kering di bagian tangan, kaki, dan lengan
  • Sendi jari justru lentur, tidak keras
  • Pertumbuhan tumor jinak papillomata di sekitar mulut dan lubang hidung

Selain itu, penderita sindrom Costello juga memiliki karakteristik wajah yang khas, di antaranya:

  • Kepala membesar (macrochepaly)
  • Posisi telinga lebih rendah daripada posisi normal
  • Daun telinga yang besar dan tebal
  • Mata juling (strabismus)
  • Bibir tebal
  • Hidung lebar

Penderita sindrom ini juga mengalami kardiomiopati hipertrofik, yaitu pembesaran jantung yang membuat otot jantung melemah. Kondisi jantung yang abnormal menyebabkan detak jantung tidak normal (aritmia), cacat jantung bawaan, hingga memicu tumor jinak atau ganas.

Bisakah sindrom Costello diobati?

Sindrom Costello dapat dideteksi lebih awal dengan melihat tanda dan gejalanya sejak anak lahir. Dokter akan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bayi untuk mendeteksi sindrom ini sejak awal.

Untuk lebih memastikan diagnosisnya, dokter akan melakukan uji genetik untuk melihat kemungkinan mutasi gen dalam tubuh anak. Bila ditemukan adanya mutasi gen HRAS, maka anak berisiko terkena sindrom Costello.

Pada dasarnya, tidak ada perawatan atau pengobatan khusus untuk mengatasi sindrom langka yang satu ini. Pengobatan medis pun tidak ditujukan untuk mengobati penyakit, tetapi hanya meringankan gejala dan masalah kesehatan yang ada.

Misalnya, pemeriksaan kardiologi diperlukan untuk mendeteksi cacat jantung atau kelainan jantung pada penderita. Sementara itu, terapi fisik dan okupasi dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan pasien yang terlambat dari anak-anak seusianya.

Sampai sekarang, tidak ada satupun penelitian yang membuktikan bahwa pengidap sindrom ini akan berumur pendek. Kemungkinan ini hanya terjadi jika penderita memiliki masalah jantung, tumor, atau kanker yang mengancam nyawa. Selama kondisi kesehatan penderita tetap sehat tanpa mengidap kanker, maka ia dapat hidup dan memiliki umur panjang layaknya orang normal lainnya.

The post Sindrom Costello, Penyakit Langka yang Menyerang Banyak Organ Sekaligus appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Pramugari Lebih Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara, Ungkap Studi Harvard (Kenapa?)

Next Post

Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Related Posts

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern
Gaya Hidup

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Oleh: Rizki
Kamis, 27 Agustus 2026 / 21:01 WIB
Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase
Gaya Hidup

Cari Venue Pernikahan di Tangerang? Sheraton Jakarta Hadirkan Kenari Hall dalam Wedding Showcase

Oleh: Rizki
Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:29 WIB
Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD
Gaya Hidup

Gulai Salmon Jadi Menu Spesial Hotel Santika Premiere ICE-BSD

Oleh: Rizki
Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:23 WIB
Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong
Gaya Hidup

Sajikan Lebih dari 100 Menu Tiap Minggu, LBCo. Sunday Brunch Jadi Destinasi Kuliner Hits Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 24 Agustus 2026 / 17:13 WIB
Nikmati City View Gading Serpong dari Lantai 19 Sambil Belajar Tradisi Matcha di HARRIS Hotel
Gaya Hidup

Nikmati City View Gading Serpong dari Lantai 19 Sambil Belajar Tradisi Matcha di HARRIS Hotel

Oleh: Rizki
Senin, 24 Agustus 2026 / 17:04 WIB
Lamang Tapai Uni Dewi Jadi Buruan Pengunjung di Festival Kuliner Serpong 2026
Gaya Hidup

Lamang Tapai Uni Dewi Jadi Buruan Pengunjung di Festival Kuliner Serpong 2026

Oleh: Rizki
Sabtu, 22 Agustus 2026 / 21:36 WIB
Next Post
Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Sebelum Kembali ke Eropa, Ivar Jenner Pastikan Bertahan Semusim Lagi di Dewa United

Sebelum Kembali ke Eropa, Ivar Jenner Pastikan Bertahan Semusim Lagi di Dewa United

Kamis, 27 Agustus 2026 / 23:08 WIB
Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Dari Klepon hingga Durian, Beyond The Slice Bawa Cita Rasa Lokal ke Menu Modern

Kamis, 27 Agustus 2026 / 21:01 WIB
Hadiah Puluhan Juta, Canvas Gemilang 2026 Ajak Warga Tangerang Ikut Rancang Masa Depan Daerah

Hadiah Puluhan Juta, Canvas Gemilang 2026 Ajak Warga Tangerang Ikut Rancang Masa Depan Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 / 20:38 WIB
Program InJourney Green, Angkasa Pura Tanam Puluhan Ribu Mangrove di Tangerang

Program InJourney Green, Angkasa Pura Tanam Puluhan Ribu Mangrove di Tangerang

Kamis, 27 Agustus 2026 / 20:24 WIB
Ingin Punya Rumah? KPR BNI Griya Tawarkan DP 1 Persen dan Tenor hingga 30 Tahun

Ingin Punya Rumah? KPR BNI Griya Tawarkan DP 1 Persen dan Tenor hingga 30 Tahun

Kamis, 27 Agustus 2026 / 20:17 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Laga Persahabatan Internasional, Dewa United Banten Tantang Brisbane Roar di BIS

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:47 WIB
Perusahaan Pembiayaan Dipanggil Polresta Tangerang, Bahas Aturan Penarikan Kendaraan

Perusahaan Pembiayaan Dipanggil Polresta Tangerang, Bahas Aturan Penarikan Kendaraan

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:39 WIB
Sampah Organik Jadi Peluang Usaha, PT IKPP Tangerang Latih KWT Tangsel Belajar Bikin Eco Enzyme

Sampah Organik Jadi Peluang Usaha, PT IKPP Tangerang Latih KWT Tangsel Belajar Bikin Eco Enzyme

Rabu, 26 Agustus 2026 / 22:35 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang