Batuk kering sangat mengganggu dan membuat tenggorokan sakit. Nah sebaiknya jangan asal pilih obat batuk. Pasalnya, obat batu kering dengan batuk berdahak berbeda. Bahkan, untuk mengatasi batuk kering tidak bisa dengan satu jenis obat, hal ini disesuaikan dengan penyebabnya. Lalu, apa saja jenis obat batuk kering yang sesuai dengan penyebabnya?
Obat batuk kering yang sesuai dengan penyebabnya
Batuk kering dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut berbagai macam obat untuk batuk kering yang sesuai dengan penyebabnya:
1. Dekongestan
Pilek atau alergi dapat menyebabkan lendir berlebihan di hidung sehingga akan mengalir ke belakang hidung dan kemudian ke tenggorokan. Lendir tersebut dapat menyebabkan batuk kering, yang akan bertambah buruk ketika Anda berbaring.
Obat dekongestan, seperti phenylephrine dan pseudoephedrine dapat membantu menekan produksi lendir berlebih yang menyebabkan batuk. Efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, sakit perut atau mual, dan tenggorokan kering.
2. Antihistamin

Bila Anda memiliki alergi, tubuh akan melepaskan histamin sehingga batuk kering akan terjadi. Untuk mengatasi batuk karena alergi, maka Anda harus menghambat efek histamin dengan obat antihistamin.
Antihistamin yang umum digunakan termasuk loratidine, diphenhydramine, chlorpheniramine dan cetirizin. Efek samping dari obat ini, hampir serupa dengan obat dekongestan.
3. Dextromethorphan

Dextromethorpan adalah obat untuk batuk kering alternatif selain dekongestan, yang diresepkan untuk mengobati batuk akibat flu atau pilek. Obat ini dapat menekan batuk kering sehingga frekuensi batuk dapat berkurang.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah obat diminum adalah pusing, mual atau muntah, dan membuat Anda sedikit mengantuk.
4. Antibiotik

Tidak semua batuk bisa diobati dengan obat biasa. Seperti batuk kering dapat disebabkan oleh infeksi bakteri pada batang tenggorokan. Kondisi ini dikenal dengan tracheitis.
Selain batuk kering, kondisi ini juga menimbulkan demam tinggi, napas pendek, serta pembengkakan pada tenggorokan. Untuk mengurangi batuk sekaligus mengurangi infeksi dan membunuh bakteri, obat yang akan diresepkan adalah antibiotik. (Baca juga tentang 5 Fakta Seputar Antibiotik yang Harus Diketahui)
5. H2 blocker dan inhibitor pompa proton

Naiknya asam lambung bisa mengiritasi esofagus sehingga sering memicu batuk. Untuk mengobati batuk, berarti Anda harus juga mengatasi asam lambung.
Misalnya, dengan obat H2 blocker (famotidine, cimetidine, nizatidine dan ranitidine) atau inhibitor pompa proton (pantoprazole, omeprazole, lansoprazole, esomeprazole dan rabeprazole). Kedua obat tersebut dapat menurunkan produksi asam lambung, mengurangi iritasi pada esofagus dan batuk kering.
The post Tak Semua Obat Batu Kering Sama, Kenali 5 Jenisnya appeared first on Hello Sehat.
















Discussion about this post