TANGERANG, WT – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membagikan sebanyak 2.000 paket sembako murah kepada masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Alun-Alun Tigaraksa, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (13/5/2026).
Program tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dalam kegiatan itu, Bupati Maesyal menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, khususnya di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Pemerintah daerah senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Terutama dalam situasi kondisi saat ini, kita antisipasi sekaligus merespons kebutuhan masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Disperindag dan juga Dinas Pertanian,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, paket sembako yang nilai normalnya mencapai sekitar Rp85 ribu dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp43 ribu. Paket tersebut berisi beras premium 2 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. “Disperindag menyiapkan sembako yang harga belinya Rp85 ribu, tetapi dijual Rp43 ribu. Jadi ini setengah harga lebih murah dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Selain paket sembako murah, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pangan lain seperti sayur-mayur, produk hasil pertanian, hingga produk perikanan dengan harga terjangkau. Bahkan, beras kemasan 5 kilogram dijual hanya Rp17 ribu.
Menurut Maesyal, program tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang. Semua kecamatan nantinya mendapatkan giliran,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kini ditingkatkan frekuensinya. Jika pada tahun 2025 program dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, maka pada tahun 2026 kegiatan digelar setiap dua bulan sekali. “Tahun 2025 tiga bulan sekali, sekarang tahun 2026 kita tambah menjadi dua bulan sekali. InsyaAllah kalau kemampuan keuangan daerah memungkinkan, tahun 2027 bisa sebulan sekali,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. “Harga normal paket sembako sekitar Rp85 ribu, namun masyarakat cukup menebus dengan harga Rp43 ribu,” jelas Resmiyati.
Salah seorang warga, Nurjanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia berharap kegiatan sembako murah dapat digelar lebih sering dengan jumlah paket yang lebih banyak. “Saya harap bisa sering-sering diadakan sembako murah dan ditambah jumlah paketnya. Ini sangat membantu ibu-ibu,” ujarnya. (RIK)
















Discussion about this post