• Tentang Kami
  • Contact
Minggu, 3 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Oleh: Sofia
Sabtu, 20 Juni 2020 / 22:59 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Pengaruh genetika, tekanan darah tinggi, dan merokok merupakan beberapa faktor risiko demensia. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) secara terus-menerus juga bisa meningkatkan risiko demensia.

Bagaimana pikiran negatif bisa meningkatkan risiko demensia?

Demensia adalah sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan fungsi kognitif otak dalam mengingat, berpikir, bertingkah laku, dan berbicara. Kondisi demensia kerap ditandai dengan sifat mudah lupa (pikun) karena kemampuan otak terganggu untuk mengingat.

READ ALSO

Jawab Kebutuhan Kesehatan Gigi, Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong

Atasi Asam Lambung dengan Pola Makan Sehat, Ini Buah yang Direkomendasikan

Belum ada obat untuk menyembuhkan demensia. Namun, laporan medis menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari kasus demensia dapat dicegah. Oleh karena itu, saat ini peneliti mulai fokus pada identifikasi faktor risiko demensia dan pencegahannya.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa berpikiran negatif yang berulang-ulang dikaitkan dengan penurunan kognitif dan meningkatkan simpanan kandungan protein penyebab penyakit Alzheimer yang merupakan penyebab demensia paling umum. 

“Berpikir negatif berulang dapat menjadi faktor risiko baru untuk demensia,” ujar Natalie Marchant, psikolog sekaligus peneliti senior di departemen kesehatan mental di University College London. Ini termasuk kecenderungan berpikir negatif (khawatir) tentang masa depan atau perenungan negatif tentang masa lalu.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan pemantauan perilaku dan pemindaian otak pada 350 orang di atas usia 55 tahun. Penelitian dilakukan dengan lama periode dua tahun penuh.

hidup sendiri

Sekitar sepertiga dari peserta menjalani scan otak dengan metode PET (positron emission tomography). Hal ini dilakukan untuk mengukur endapan tau dan beta-amyloid yakni dua protein berbahaya yang menyebabkan penyakit Alzheimer.

Hasil scan menunjukkan mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir negatif memiliki lebih banyak penumpukan protein tau dan beta-amyloid. Mereka juga memiliki memori yang lebih buruk dan mengalami penurunan kemampuan kognitif yang cukup besar.

Studi ini juga menguji tingkat kecemasan dan depresi pada kelompok orang yang sudah memiliki gangguan cemas dan depresi sebelumnya. Hasilnya, mereka mengalami penurunan kemampuan kognitif yang juga besar. Hanya saja, tidak ada peningkatan penumpukan protein tau dan beta-amyloid pada kelompok yang ini. 

Dengan begitu, peneliti mencurigai bahwa berpikir negatif berulang kali mungkin menjadi alasan utama mengapa depresi dan kecemasan yang mana berkontribusi pada faktor risiko demensia.

Hubungan pikiran seseorang dengan penyakit di otak

berpikir negatif demensia bahagia positif

Natalie Marchant menjelaskan bahwa secara alami berpikir negatif berkaitan dengan peningkatan stres. Berpikir negatif secara terus-menerus dalam waktu yang lama dipandang sebagai penanda perilaku stres kronis.

Kondisi tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, seperti meningkatkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan kadar kortisol atau hormon stres. Selain itu, semakin banyak juga penelitian yang memberikan bukti bahwa stres kronis berbahaya bagi tubuh (termasuk otak). 

Para peneliti menekankan bahwa berpikir negatif dalam waktu singkat tidak termasuk dalam lingkup penelitiannya. Mereka masih harus melakukan penelitian lanjutan untuk memahami faktor risiko demensia. 

“Temuan dari penelitian ini memberikan dukungan lebih lanjut mengenai pentingnya kesehatan jiwa untuk dipertimbangkan dalam screening demensia,” kata Marchant.

menghilangkan kecemasan energi positif

Untuk menghindari faktor risiko demensia ini, peneliti menyarankan untuk melatih diri untuk berpikir positif bisa membantu mengurangi kecenderungan berpikir negatif. 

Meskipun belum ada bukti bahwa menghindari berpikir negatif bisa memperlambat terjadinya demensia, tidak ada salahnya mengambil langkah baik sebagai pencegahan risiko di masa depan.

Orang-orang yang memandang kehidupan dari perspektif positif memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghindari segala jenis risiko kesehatan jantung daripada orang yang pesimis.

Menurut studi tahun 2019, semakin positif seseorang, semakin kecil risiko dari penyakit seperti serangan jantung dan stroke penyebab kematian. Penelitian lain juga menunjukkan bersikap optimis, berpikir dan berpola hidup positif juga membuat sistem imun lebih kuat serta fungsi paru-paru membaik.

Berlatih untuk berpikir positif dan bersikap optimistis

mencegah neuropati berpikir positif negatif demensia

Belum diketahui apakah menghindari berpikir negatif bisa secara langsung menunda terjadinya demensia. Namun, sudah ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpikir positif bisa berdampak baik pada kesehatan jiwa dan raga.

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan sikap optimistis dan pikiran positif adalah dengan melakukan “best possible self”. Ini merupakan metode penanganan psikologi di mana seseorang diminta untuk menuliskan tentang dirinya di masa depan sebaik mungkin.

Teknik lain adalah mempraktikkan rasa terima kasih. Sempatkan beberapa menit setiap hari untuk menuliskan apa yang membuat Anda bersyukur. Selain itu, menuliskan pengalaman positif yang dilalui setiap hari juga dapat meningkatkan optimisme.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

The post Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Polsek Pagedangan Sisir Toko yang Menjual Obat Daftar G

Next Post

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Related Posts

Jawab Kebutuhan Kesehatan Gigi, Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong
Kesehatan

Jawab Kebutuhan Kesehatan Gigi, Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 27 April 2026 / 19:33 WIB
5 Tips Jitu Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Puasa
Kesehatan

Atasi Asam Lambung dengan Pola Makan Sehat, Ini Buah yang Direkomendasikan

Oleh: Rizki
Minggu, 26 April 2026 / 05:46 WIB
Tjakap Djiwa – Harmony Within, Perpaduan Yoga Air dan Gaya Hidup Sehat
Kesehatan

Tjakap Djiwa – Harmony Within, Perpaduan Yoga Air dan Gaya Hidup Sehat

Oleh: Rizki
Minggu, 26 April 2026 / 05:35 WIB
Dokter Onkologi Berstandar Internasional Siap Layani Pasien Siloam Lippo Village
Kesehatan

Dokter Onkologi Berstandar Internasional Siap Layani Pasien Siloam Lippo Village

Oleh: Rizki
Kamis, 26 Februari 2026 / 23:06 WIB
Tekankan Pentingnya Nutrisi Anak, Alfamidi Edukasi Keluarga Balita di Ciputat Timur
Kesehatan

Tekankan Pentingnya Nutrisi Anak, Alfamidi Edukasi Keluarga Balita di Ciputat Timur

Oleh: Rizki
Kamis, 19 Februari 2026 / 11:01 WIB
Eka Hospital MT Haryono Perkenalkan Pulsed Field Ablation (PFA), Teknologi Terkini Atasi Aritmia
Kesehatan

Eka Hospital MT Haryono Perkenalkan Pulsed Field Ablation (PFA), Teknologi Terkini Atasi Aritmia

Oleh: Rizki
Sabtu, 14 Februari 2026 / 13:56 WIB
Next Post
7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Discussion about this post












WARTA TERKINI

Penyelenggaraan Umrah Kini Bebas Pajak

Update Haji 2026: Dua Jemaah RI Meninggal, Puluhan Masih Dirawat di Saudi

Sabtu, 2 Mei 2026 / 17:14 WIB
Diresmikan di Hardiknas 2026, Politeknik Ismet Iskandar Indonesia Usung Pendidikan Inklusif

Diresmikan di Hardiknas 2026, Politeknik Ismet Iskandar Indonesia Usung Pendidikan Inklusif

Sabtu, 2 Mei 2026 / 15:54 WIB
Peserta Pakai Baju Adat, Nuansa Nusantara Warnai Hardiknas di Kota Tangerang

Peserta Pakai Baju Adat, Nuansa Nusantara Warnai Hardiknas di Kota Tangerang

Sabtu, 2 Mei 2026 / 15:49 WIB
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Dihempaskan Persib, Bhayangkara Presisi Lampung Tumbangkan Dikandang

Kamis, 30 April 2026 / 21:19 WIB
Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Kamis, 30 April 2026 / 20:45 WIB
Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Kamis, 30 April 2026 / 20:38 WIB
Ungkapan Perasaan Aleksa Andrejic Jadi Pahlawan saat Persita Comeback Kalahkan Persijap

Gol Cepat Aleksa Andrejic Bawa Persita Tundukkan PSIM 1-0 di Bantul

Kamis, 30 April 2026 / 17:58 WIB
Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Kamis, 30 April 2026 / 17:31 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang