• Tentang Kami
  • Contact
Selasa, 20 Oktober 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Oleh: Sofia
Sabtu, 20 Juni 2020 / 22:59 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Pengaruh genetika, tekanan darah tinggi, dan merokok merupakan beberapa faktor risiko demensia. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) secara terus-menerus juga bisa meningkatkan risiko demensia.

Bagaimana pikiran negatif bisa meningkatkan risiko demensia?

Demensia adalah sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan fungsi kognitif otak dalam mengingat, berpikir, bertingkah laku, dan berbicara. Kondisi demensia kerap ditandai dengan sifat mudah lupa (pikun) karena kemampuan otak terganggu untuk mengingat.

READ ALSO

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur

Belum ada obat untuk menyembuhkan demensia. Namun, laporan medis menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari kasus demensia dapat dicegah. Oleh karena itu, saat ini peneliti mulai fokus pada identifikasi faktor risiko demensia dan pencegahannya.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa berpikiran negatif yang berulang-ulang dikaitkan dengan penurunan kognitif dan meningkatkan simpanan kandungan protein penyebab penyakit Alzheimer yang merupakan penyebab demensia paling umum. 

“Berpikir negatif berulang dapat menjadi faktor risiko baru untuk demensia,” ujar Natalie Marchant, psikolog sekaligus peneliti senior di departemen kesehatan mental di University College London. Ini termasuk kecenderungan berpikir negatif (khawatir) tentang masa depan atau perenungan negatif tentang masa lalu.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan pemantauan perilaku dan pemindaian otak pada 350 orang di atas usia 55 tahun. Penelitian dilakukan dengan lama periode dua tahun penuh.

hidup sendiri

Sekitar sepertiga dari peserta menjalani scan otak dengan metode PET (positron emission tomography). Hal ini dilakukan untuk mengukur endapan tau dan beta-amyloid yakni dua protein berbahaya yang menyebabkan penyakit Alzheimer.

Hasil scan menunjukkan mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir negatif memiliki lebih banyak penumpukan protein tau dan beta-amyloid. Mereka juga memiliki memori yang lebih buruk dan mengalami penurunan kemampuan kognitif yang cukup besar.

Studi ini juga menguji tingkat kecemasan dan depresi pada kelompok orang yang sudah memiliki gangguan cemas dan depresi sebelumnya. Hasilnya, mereka mengalami penurunan kemampuan kognitif yang juga besar. Hanya saja, tidak ada peningkatan penumpukan protein tau dan beta-amyloid pada kelompok yang ini. 

Dengan begitu, peneliti mencurigai bahwa berpikir negatif berulang kali mungkin menjadi alasan utama mengapa depresi dan kecemasan yang mana berkontribusi pada faktor risiko demensia.

Hubungan pikiran seseorang dengan penyakit di otak

berpikir negatif demensia bahagia positif

Natalie Marchant menjelaskan bahwa secara alami berpikir negatif berkaitan dengan peningkatan stres. Berpikir negatif secara terus-menerus dalam waktu yang lama dipandang sebagai penanda perilaku stres kronis.

Kondisi tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, seperti meningkatkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan kadar kortisol atau hormon stres. Selain itu, semakin banyak juga penelitian yang memberikan bukti bahwa stres kronis berbahaya bagi tubuh (termasuk otak). 

Para peneliti menekankan bahwa berpikir negatif dalam waktu singkat tidak termasuk dalam lingkup penelitiannya. Mereka masih harus melakukan penelitian lanjutan untuk memahami faktor risiko demensia. 

“Temuan dari penelitian ini memberikan dukungan lebih lanjut mengenai pentingnya kesehatan jiwa untuk dipertimbangkan dalam screening demensia,” kata Marchant.

menghilangkan kecemasan energi positif

Untuk menghindari faktor risiko demensia ini, peneliti menyarankan untuk melatih diri untuk berpikir positif bisa membantu mengurangi kecenderungan berpikir negatif. 

Meskipun belum ada bukti bahwa menghindari berpikir negatif bisa memperlambat terjadinya demensia, tidak ada salahnya mengambil langkah baik sebagai pencegahan risiko di masa depan.

Orang-orang yang memandang kehidupan dari perspektif positif memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghindari segala jenis risiko kesehatan jantung daripada orang yang pesimis.

Menurut studi tahun 2019, semakin positif seseorang, semakin kecil risiko dari penyakit seperti serangan jantung dan stroke penyebab kematian. Penelitian lain juga menunjukkan bersikap optimis, berpikir dan berpola hidup positif juga membuat sistem imun lebih kuat serta fungsi paru-paru membaik.

Berlatih untuk berpikir positif dan bersikap optimistis

mencegah neuropati berpikir positif negatif demensia

Belum diketahui apakah menghindari berpikir negatif bisa secara langsung menunda terjadinya demensia. Namun, sudah ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpikir positif bisa berdampak baik pada kesehatan jiwa dan raga.

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan sikap optimistis dan pikiran positif adalah dengan melakukan “best possible self”. Ini merupakan metode penanganan psikologi di mana seseorang diminta untuk menuliskan tentang dirinya di masa depan sebaik mungkin.

Teknik lain adalah mempraktikkan rasa terima kasih. Sempatkan beberapa menit setiap hari untuk menuliskan apa yang membuat Anda bersyukur. Selain itu, menuliskan pengalaman positif yang dilalui setiap hari juga dapat meningkatkan optimisme.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

The post Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Polsek Pagedangan Sisir Toko yang Menjual Obat Daftar G

Next Post

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Related Posts

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Kesehatan

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Oleh: Rizki
Kamis, 1 Oktober 2026 / 09:10 WIB
Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur
Kesehatan

Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur

Oleh: Rizki
Rabu, 30 September 2026 / 12:47 WIB
Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua
Kesehatan

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:33 WIB
Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong
Kesehatan

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 14 September 2026 / 22:34 WIB
Dinkes Kota Tangerang Klaim Kekebalan Covid-19 Mencapai 100 Persen
Kesehatan

Hujan Abu Vulkanik Krakatau Capai Kota Tangerang, Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Oleh: Rizki
Minggu, 6 September 2026 / 20:50 WIB
Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik
Kesehatan

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Oleh: Rizki
Jumat, 21 Agustus 2026 / 13:50 WIB
Next Post
7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Arah Baru Komunikasi Bakom RI Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Arah Baru Komunikasi Bakom RI Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Senin, 19 Oktober 2026 / 07:50 WIB
Carsthetic Night Market Vol. 2 Hampton Square Padukan Otomotif dan Gaya Hidup

Carsthetic Night Market Vol. 2 Hampton Square Padukan Otomotif dan Gaya Hidup

Minggu, 18 Oktober 2026 / 12:34 WIB
Derby Panas di Indomilk Arena, Persita Bidik Poin Penuh Lawan Persija

Pendekar Cisadane Tumbangkan Persija 3-2, Rekor Tak Terkalahkan Persita Berlanjut

Minggu, 18 Oktober 2026 / 09:43 WIB
Jean-Paul van Gastel Korban Pertama Kerasnya Persaingan BRI Super League

Jean-Paul van Gastel Korban Pertama Kerasnya Persaingan BRI Super League

Minggu, 18 Oktober 2026 / 09:35 WIB
Golden Tulip Essential PIK 2 Jakarta Tandai Anniversary Pertama dengan Semangat Baru

Golden Tulip Essential PIK 2 Jakarta Tandai Anniversary Pertama dengan Semangat Baru

Minggu, 18 Oktober 2026 / 09:26 WIB
Layang-Layang Hias Warnai Langit Paramount Petals

Layang-Layang Hias Warnai Langit Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 / 09:12 WIB
Herloom Hotel BSD Hadirkan Pengalaman Menginap Serasa di Rumah, Bisa Bawa Hewan Peliharaan

Herloom Hotel BSD Hadirkan Pengalaman Menginap Serasa di Rumah, Bisa Bawa Hewan Peliharaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 / 07:29 WIB
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang Usung Konsep Khidmat: Tanpa Pesta Artis, Kedepankan Spiritual dan Aksi Sosial

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang Usung Konsep Khidmat: Tanpa Pesta Artis, Kedepankan Spiritual dan Aksi Sosial

Jumat, 16 Oktober 2026 / 23:12 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang