TANGERANG, WT – Sudah puluhan tahun warga Kampung Kebon Kelapa RT 02/03, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Umi tinggal di gubuk reot dengan dinding bilik tanpa kamar mandi dan toilet yang memadai.
Pantauan dilapangan, rumah yang memiliki ukuran tidak begitu luas itu masih beralas tanah dan beratap genteng yang terlihat sudah lapuk. Kondisi itu makin di perparah ketika musim penghujan bocor dan banjir membuat pemilik rumah harus mengungsi.
“Sudah hampir 30 tahun lebih saya tinggal di rumah ini dan belum pernah diperbaiki. Kalau hujan bocor dan banjir dan terpaksa saya harus mengungsi ke rumah adik saya di belakang,” katanya kepada wartawan pada Selasa, (17/5/2023).
Umi menuturkan saat ini ia hanya tinggal bersama satu orang anaknya yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Suaminya sudah meninggal dunia kurang lebih satu tahun, untuk bertahan hidup sehari-hari ia hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga.
“Saya berharap rumah saya bisa di bangun oleh pemerintah biar enakin biar ada kamar mandi dan WC nya karena saya kalau buang air besar saat ini ke sawah kadang ngerasa takut kalau buang air besar di malem hari apa lagi dalam kondisi hujan,” terangnya.
Umi mengaku pernah dikunjungi pegawai Pemkab Tangerang. Namun, sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki baik Kelurahan, Kecamatan maupun Pemkab Tangerang.
“Kalau yang moto-moto mah udah banyak katanya mau diajuin tapi sampai sekarang rumah saya masih begini aja belum di bangun. Saya berharap rumah saya bisa segera diperbaiki biar lebih nyaman” pungkasnya.
Sementara Lurah Pakuhaji, Suyatno saat di konfirmasi mengaku saat ini memiliki program bedah rumah sebanyak 19 rumah. Meski demikian, ia tidak bisa memastikan rumah warganya itu bisa di bangun tahun 2023.
“Memang di kita ada rencana benah rumah sebanyak 19 dari Perkim tapi nanti di bulan Juli atau bulan apa saya belum tau pasti dan dia termasuk yang dapet atau yang mungkin belum kebagian saya tidak tahu,” tegasnya.
Suyatno juga mnegaku sudah menginstruksikan kepada ketua RT yang ada di Kelurahan Pakuhaji untuk melakukan pendataan terhadap ruma warganya yang belum memiliki toilet.
“Kemarin kita sudah ngomong ke RT untuk melakukan pendataan kepada warga yang belum punya toilet agar di data dan di ajukan tapi RT belum melaporkan lagi, sebenarnya di puskesmas ada program tersebut dan sudah saya ajukan paling banyak itu di Bebulak Dato,” tutupnya. (RIK)
























Discussion about this post