• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 24 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Oleh: Sofia
Rabu, 16 September 2020 / 20:46 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Penyakit diabetes melitus memiliki banyak nama, seperti penyakit gula dan kencing manis. Namun, masyarakat Indonesia juga mengenal istilah diabetes kering dan diabetes basah. Meski begitu, istilah ini tidak berhubungan dengan jenis diabetes (diabetes tipe 1 dan 2), melainkan merupakan istilah tak resmi yang merujuk pada kondisi luka yang dialami oleh penderita diabetes.

Penyebab luka penderita diabetes susah sembuh

Gejala diabetes memang bisa ditunjukkan dari luka yang sulit sembuh. Nah, gejala luka basah yang biasanya disertai nanah sering disebut diabetes basah. Sementara itu, diabetes kering merujuk kepada luka yang tak berair.

READ ALSO

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Luka basah merupakan kondisi lebih lanjut dari diabetes kering. Ini bisa terjadi karena luka kering tidak segera diobati dengan tepat atau kadar gula darah tetap tinggi sehingga menghambat proses penyembuhan.

Gejala khas dari luka diabetes basah ditandai dengan munculnya nanah. Munculnya nanah menandakan luka yang semula kering kini telah terinfeksi oleh bakteri.

Selain itu, luka basah biasanya proses penyembuhan jauh lebih lama dibanding luka kering. Pada beberapa kasus, infeksi luka yang basah dapat menyebar ke area lain sehingga harus dilakukan tindakan amputasi.

Secara umum, terdapat beberapa hal yang menyebabkan luka diabetes sulit sembuh, baik basah ataupun kering:

1. Peredaran darah terganggu

Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat membuat pembuluh darah arteri lama-lama mengeras dan menyempit. Hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat.

Penyempitan arteri akhirnya menghambat suplai darah yang kaya oksigen dan nutrisi. Padahal, oksigen dan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Itu sebabnya, tubuh orang diabetes pun kesulitan memperbaiki kerusakannya dengan cepat.

2. Daya tahan tubuh lemah

Selain karena faktor penyempitan pembuluh darah, luka pada tubuh diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) juga susah sembuh karena daya tahan tubuhnya yang cenderung melemah.

Melemahnya daya tahan tubuh penderita diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka  yang tetap terbuka dan basah. Luka kemudian malah tak kunjung sembuh atau bahkan bertambah parah.

Tips mengobati luka diabetes agar tidak semakin parah

kesehatan kaki

Apabila diabetesi mengalami luka, perawatan perlu dilakukan sesegera mungkin. Proses pemulihan luka untuk orang kencing manis juga membutuhkan penanganan berbeda dengan perawatan luka pada umumnya.

Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut ini dalam mengobati luka diabetes:

1. Merawat luka secara rutin

Saat mengalami luka, diabetesi perlu merawatnya dengan hati-hati. Selain memberikan obat secara rutin sesuai anjuran dokter, Anda perlu rutin membersihkan luka dan menutupinya dengan perban bersih.

Gunakan salep antibiotik untuk mencegah infeksi dan tutup dengan menggunakan perban yang steril. Ganti perban secara berkala setiap hari dan bersihkan kulit di sekitar luka.

Selain itu, selalu perhatikan apakah muncul tanda-tanda infeksi pada luka. Jika ia, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Jika terjadi pada kaki, Anda sebaiknya memakai kaus kaki setiap menggunakan sepatu. Namun, Anda perlu sesekali membuka sepatu dan kaus kaki agar kulit bisa bernapas sehingga kulit tidak lembap.

2. Kurangi tekanan pada luka

Hindari memberikan tekanan pada daerah yang terluka. Ketika menutup luka dengan kasa atau perban, jangan melilit atau menutup luka terlalu kencang.

Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan yang empuk agar Anda tidak menginjak daerah yang mengalami luka. Usahakan juga untuk tidak berjalan terlalu sering sampai luka benar-benar sembuh.

3. Menjaga kadar gula darah tetap normal

Dalam merawat luka diabetes, baik kering maupun basah, Anda perlu menjaga kadar gulanya tetap normal. Ini karena kadar gula darah normal merupakan faktor paling berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.

Kadar gula yang normal bisa diraih dengan menerapkan pola hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan diabetes tetap seimbang dan teratur, rutin olahraga, dan minum obat diabetes sesuai anjuran dokter.

4. Konsultasi ke dokter

Bila luka kering yang telah dirawat tidak kunjung pulih dalam beberapa minggu serta menimbulkan kemerahan dan rasa sakit, segera periksakan ke dokter. Gejala ini bisa menandakan luka kering diabetes yang telah berkembang menjadi luka basah akibat infeksi.

Umumnya, luka akan diobati dengan krim atau salep antibiotik.

Apa akibatnya jika luka dibiarkan tak diobati?

Diabetes juga dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh arteri yang perlahan diikuti dengan kerusakan saraf (neuropati diabetik).

Kerusakan ini membuat saraf tak lagi mampu mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Akibatnya, Anda cenderung tidak sadar ketika tangan atau kaki terluka karena tidak merasakan sakit, nyeri, dan perih. Dengan kata lain, Anda jadi mati rasa atau baal.

Tak jarang, diabetesi baru menyadari adanya luka saat kondisi luka sudah memburuk dan mengalami infeksi. Jika tak diobati, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi diabetes yang serius.

Menurut studi dari jurnal Molecular Sciences, ketika luka pada kaki tidak berangsur sembuh dan disertai dengan gangguan saraf, kondisi ini sudah berkembang menjadi komplikasi yang disebut kaki diabetik. Kondisi seperti ini paling sering dialami oleh penderita diabetes tipe 2.

Saat luka telah lebih jauh menyebar atau sampai menyebabkan kematian jaringan penanganannya dapat berakhir dengan amputasi.

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Luka diabetes harus ditangani secepat mungkin. Apabila tidak segera diobati, luka berpotensi menimbulkan infeksi akut hingga komplikasi yang berbahaya.

The post Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Berbagai Obat dan Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Next Post

FKPPI Kritisi Pelarangan Masker Scuba dan Buff

Related Posts

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua
Kesehatan

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:33 WIB
Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong
Kesehatan

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 14 September 2026 / 22:34 WIB
Dinkes Kota Tangerang Klaim Kekebalan Covid-19 Mencapai 100 Persen
Kesehatan

Hujan Abu Vulkanik Krakatau Capai Kota Tangerang, Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Oleh: Rizki
Minggu, 6 September 2026 / 20:50 WIB
Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik
Kesehatan

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Oleh: Rizki
Jumat, 21 Agustus 2026 / 13:50 WIB
Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya
Kesehatan

Benarkah Timun Punya Kalori Negatif? Cek Fakta dan Khasiat Kesehatan di Baliknya

Oleh: Rizki
Jumat, 7 Agustus 2026 / 21:49 WIB
Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih
Kesehatan

Klinik Bedah Plastik Otentik Korea Hadir di BSD dengan Teknologi Canggih

Oleh: Rizki
Kamis, 30 Juli 2026 / 10:46 WIB
Next Post
FKPPI Kritisi Pelarangan Masker Scuba dan Buff

FKPPI Kritisi Pelarangan Masker Scuba dan Buff

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Rabu, 23 September 2026 / 19:44 WIB
STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

STAI Syekh Manshur Pandeglang Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku

Selasa, 22 September 2026 / 23:22 WIB
Dewa United Banten FC Siapkan Kejutan Hadapi Persib Bandung

Dewa United Banten FC Siapkan Kejutan Hadapi Persib Bandung

Selasa, 22 September 2026 / 13:51 WIB
Diikuti 11 Ribu Profesional, Electricity Connect 2026 Bahas Masa Depan Ketenagalistrikan dan AI

Diikuti 11 Ribu Profesional, Electricity Connect 2026 Bahas Masa Depan Ketenagalistrikan dan AI

Selasa, 22 September 2026 / 13:43 WIB
Genjot Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Proyek PLTS 100 GW dan Transmisi Rp2.700 Triliun

Genjot Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Proyek PLTS 100 GW dan Transmisi Rp2.700 Triliun

Selasa, 22 September 2026 / 13:33 WIB
Usung Misi “Hijaukan Bumi, Birukan Langit”, Musicycle Bagikan Helm dan Edukasi Lingkungan ke Pelajar

Usung Misi “Hijaukan Bumi, Birukan Langit”, Musicycle Bagikan Helm dan Edukasi Lingkungan ke Pelajar

Selasa, 22 September 2026 / 13:23 WIB
Gol Liquinhas Dibalas Akhir Babak Kedua, Persita Berbagi Angka dengan PSIM Yogyakarta

Tiga Pemain Persita Tangerang Dipanggil Timnas pada Jeda Internasional, Dion Marxk Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 / 13:19 WIB
Sambut Usia 19 Tahun, Amaris Hotel Ajak Traveler Berbagi Tips Liburan Hemat lewat Reels Competition

Sambut Usia 19 Tahun, Amaris Hotel Ajak Traveler Berbagi Tips Liburan Hemat lewat Reels Competition

Selasa, 22 September 2026 / 13:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang