Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Kamis mengatakan setiap loket tersedia sebanyak 300 blangko per hari agar warga tidak mengalami kendala.
“Loket khusus itu tersebar di Kecamatan Kelapa Dua, Curug, Balaraja, Kresek, Mauk dan Kecamatan Pakuhaji,” katanya.
Dia mengatakan petugas loket tersebut tidak hanya melayani penduduk yang berdomisili di kecamatan setempat melainkan dari kecamatan lain yang terdekat juga diperkenankan.
Sebagai contoh loket di Kecamatan Kelapa Dua melayani warga dari Kecamatan Cisauk dan Pagedangan.
Demikian pula loket di Kecamatan Curug dapat pula melayani warga yang tinggal di Kecamatan Legok.
Bahkan loket di Kecamatan Balaraja dapat melayani penduduk berdomisili di Kecamatan Jayanti, Solear dan Sukamulya.
“Loket di Kecamatan Kresek meliputi perlayanan warga dari Kecamatan Mekarbaru dan Gunung Kaler,” kata mantan anggota Komisi I DPR RI itu.
Dia menambahkan loket di Kecamatan Mauk dapat melayani warga dari Kecamatan Krojo, Kemiri dan Sukadiri.
Namun loket di Kecamatan Pakuhaji melayani penduduk dari Kecamatan Kosambi, Sepatan, Teluknaga dan Sepatan Timur.
Dia mengatakan, pelayanan pembuatan KTP-e itu dibuka Senin hingga Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga kantor kecamatan tutup.
Kabupaten Tangerang memiliki 29 kecamatan, 246 desa dan 28 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa.
Sedangkan warga yang memiliki KTP-e belum seluruhnya karena berbagai alasan seperti letak kantor Disdukcapil jauh memerlukan biaya karena berada di Puspem di Tigaraksa dan tidak tersedia blangko.
Pelayanan KTP-e bagi warga yang bermukim di Kecamatan Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Sindang Jaya, Panongan, Jambe dan Kecamatan Cisoka masih di kantor Disdukcapil setempat.
Sebelumnya, Ombudsman Indonesia memberikan penilaian kepada Disdukcapil dan Dinsos Kabupaten Tangerang dengan rapor merah karena pelayanan yang tidak maksimal kepada warga.
























Discussion about this post