• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 14 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Merasa Seperti Zombi, Ini yang Terjadi Pada Orang Dengan Sindrom Mayat Berjalan

Oleh: wartatangerang.com
Kamis, 13 September 2018 / 22:30 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah Anda menonton film zombi? Ya, isinya banyak manusia yang sudah mati, tetapi masih berjalan seperti orang hidup. Alih-alih film zombi, ternyata memang ada kondisi tubuh yang membuat penderitanya merasa seperti sudah mati, tetapi sebenarnya masih hidup. Kondisi ini disebut dengan sindrom mayat berjalan atau sindrom cotard.

READ ALSO

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Tenang, ini bukan fenomena mistis tapi kondisi yang sarat dengan penjelasan ilmiah. Dalam dunia kesehatan, memang ada yang mengalami ini. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa itu sindrom mayat berjalan?

Sindrom ini memiliki beberapa nama lain yakni, sindrom cotard atau delusi cotard. Sindrom mayat berjalan merupakan sebuah kondisi yang membuat seseorang meyakini bahwa bagian tubuhnya atau tubuhnya itu tidak ada, entah tubuh itu sekarat atau memang tidak ada di dunia.

Kondisi ini biasanya terjadi karena ada hubungannya dengan depresi berat dan gangguan psikotik. Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan hilangnya kemampuan tubuh menilai kenyataan yang terjadi, seperti halusinasi.

Sindrom cotard juga bisa timbul sebagai gejala penyerta dari penyakit mental dan kondisi gangguan saraf lainnya.

Kasus sindrom costard ini cukup bervariasi, ada yang meyakini bahwa seluruh tubuhnya memang tidak ada, ada yang merasakan bahwa bagian organ tubuh tertentu tidak ada, atau ada juga yang merasakan bahwa jiwa mereka yang tidak ada.

Apa benar ada orang yang mengalami sindrom mayat berjalan?

Sindrom mayat berjalan memang merupakan kondisi langka. Tidak semua orang yang mengalami depresi berat pasti mengalami sindrom mayat berjalan. Namun memang kebanyakan orang yang sebelumnya punya riwayat depresi berat, lebih mungkin mengalami sindrom ini.

Dilansir dalam laman Medical Daily, seseorang bernama Graham yang sebelumnya mengalami depresi berat mengalami sindrom mayat berjalan. Graham tidak lagi percaya kalau dia memiliki otak atau kepala, menolak makan, dan tidak lagi tertarik dengan kebiasaan merokoknya.

Graham melihat dirinya tidak ada gunanya karena sudah mati. Ia juga jadi sering berkunjung ke pemakaman setempat karena merasakan hal yang paling dekat adalah kematian. Ia merasa bahwa pemakaman adalah tempat yang paling cocok baginya dibandingkan bertemu dengan orang-orang.

Dengan kondisi seperti itu, otak Graham diperiksa oleh seorang ahli saraf Steven Laurey dari University of Liege Belgia. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa otak Graham seperti orang yang mengalami anastesi atau tidur.

Tingkat aktivitas sel di area otak besar bagian depan dan samping terlihat sangat rendah. Area otak bagian depan dan samping adalah area yang terlibat dalam mengatur fungsi motorik, memori, dan informasi sensoris.

Apa gejala dan tanda dari gejala sindrom mayat berjalan?

macam macam obat antidepresan

Salah satu gejala yang paling dominan adalah nihilisme. Nihilisme adalah keyakinan bahwa apapun itu sebenarnya tidak ada nilainya, atau tidak ada maknanya, serta segalanya yang ada ini sebenarnya tidak benar-benar ada.

Orang dengan sindrom ini seolah-olah merasa wujud nya itu sebenarnya mati atau membusuk. Bahkan dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sindrom ini merasa sebenarnya mereka tidak pernah ada di dunia ini.

Selain itu, gejala sindrom costard adalah:

  • Kegelisahan
  • Halusinasi
  • Hipokondria (kecemasan atau ketakutan berlebih bahwa dirinya menderita penyakit tertentu)
  • Selalu merasa bersalah
  • Selalu mencoba untuk menyakiti diri sendiri

Siapa yang berisiko mengalami sindrom costard?

pasangan bipolar

Para peneliti sebenarnya belum mengetahui dengan pasti apa saja penyebab sindrom costard, tetapi memang ditemukan beberapa faktor risikonya.

Beberapa penelitian menemukan bahwa usia rata-rata orang yang mengalami sindrom ini adalah sekitar 50 tahun. Meskipun begitu, kasus ini tetap mungkin dialami anak-anak dan remaja.

Orang yang berusia di bawah 25 tahun mengalami sindrom costard biasanya juga memiliki kondisi depresi bipolar. Wanita juga menjadi kelompok yang lebih  berisiko mengembangkan sindrom mayat berjalan dibandingkan pria.

Orang yang mengalami kondisi medis berikut ini juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom costard:

  • Gangguan bipolar
  • Depresi setelah melahirkan
  • Schizropenia
  • Depresi psikotik
  • Katatonia

Orang yang memilki masalah atau gangguan saraf berikut ini juga berpotensi lebih besar mengalami sindrom costard:

  • Infeksi di otak
  • Tumor otak
  • Demensia
  • Epilepsi
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit parkinson
  • Stroke
  • Trauma karena cidera otak

Bagaimana dokter mendeteksi sindrom costard?

hubungan baik

Membuat diagnosis medis mengenai sindrom ini memang cukup sulit. Sebenarnya tidak ada kriteria standar atau khusus untuk menentukan diagnosis ini.

Dalam kebanyakan kasus, terdeteksinya adanya sindrom cotard ini setelah ada kondisi lain yang muncul, bukan hanya kondisi sindrom cotard itu sendiri.

Jika Anda berpikir akhir-akhir ini memiliki khayalan seperti kondisi sindrom cotard, cobalah catat beberapa gejala tersebut. Perhatikan kapan itu terjadi, dan berapa lama berlangsungnya. Informasi ini sangat penting untuk membantu dokter membuat membuat diagnosis lebih tepat.

Bagaimana penanganan sindrom cotard?

Antidepresan paling umum

Ada banyak cara menangani kasus ini, sangat bervariasi tergantung dengan kondisi masing-masing individu.

Meskipun begitu, ada satu perawatan yang paling umum digunakan yakni, electroconvulsive (ECT). ECT adalah perawatan khusus untuk orang yang mengalami depresi berat. ECT akan memberikan arus listrik kecil melalui otak dan menimbulkan efek kejang ringan dengan kondisi tubuh di anastesi umum.

Perawatan ECT ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebab, tetap ada efek sampingnya. Contoh, kehilangan ingatan, kebingungan, mual, nyeri otot. Karena efek ini, maka ada beberapa pilihan lain dalam penanganan kasus ini, antara lain:

  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Psikoterapi
  • Terapi perilaku
  • Stabilisator suasana hati

The post Merasa Seperti Zombi, Ini yang Terjadi Pada Orang Dengan Sindrom Mayat Berjalan appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Meski Punya Nyeri Sendi, Nikmati Sesi Bercinta Dengan Posisi Seks Ini

Next Post

Jonan Siap Bantu Percepatan “Pembangunan PLTSA” Tangerang

Related Posts

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif
Gaya Hidup

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Oleh: Rizki
Selasa, 12 Mei 2026 / 10:45 WIB
Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness
Gaya Hidup

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Oleh: Rizki
Selasa, 12 Mei 2026 / 10:39 WIB
Ramada by Wyndham Serpong Hadirkan Program 24 Hour Staycation, Tamu Bisa Menginap Lebih Fleksibel
Gaya Hidup

ARYADUTA Lippo Village Perkenalkan Cita Rasa Tradisional Lewat Kampanye Sapta Rasa 2026

Oleh: Rizki
Kamis, 7 Mei 2026 / 09:51 WIB
Nikmati Staycation dan Kuliner Nusantara di Howard Johnson Tangerang, Ada Ballroom Baru Berkapasitas 1.000 Orang
Gaya Hidup

Nikmati Staycation dan Kuliner Nusantara di Howard Johnson Tangerang, Ada Ballroom Baru Berkapasitas 1.000 Orang

Oleh: Rizki
Kamis, 7 Mei 2026 / 09:10 WIB
Punya Vending Machine 24 Jam, Starlet Hotel Serpong Tingkatkan Kenyamanan dengan Fasilitas Serba Instan
Gaya Hidup

Punya Vending Machine 24 Jam, Starlet Hotel Serpong Tingkatkan Kenyamanan dengan Fasilitas Serba Instan

Oleh: Rizki
Rabu, 6 Mei 2026 / 09:13 WIB
Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong
Gaya Hidup

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Oleh: Rizki
Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
Next Post
Jonan Siap Bantu Percepatan “Pembangunan PLTSA” Tangerang

Jonan Siap Bantu Percepatan "Pembangunan PLTSA" Tangerang

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Wabup Intan Instruksikan Camat Percepat Pendataan Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Tangerang

Wabup Intan Instruksikan Camat Percepat Pendataan Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Tangerang

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:46 WIB
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang, Sembako Rp85 Ribu Dijual Rp43 Ribu

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang, Sembako Rp85 Ribu Dijual Rp43 Ribu

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:38 WIB
Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Cihuni

Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Cihuni

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:31 WIB
Catat Tanggalnya! Rangkaian Event Seru Tangcity Hobbyland Olympics 2026 Siap Guncang Tangerang

Catat Tanggalnya! Rangkaian Event Seru Tangcity Hobbyland Olympics 2026 Siap Guncang Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 / 17:49 WIB
Sinar Mas Land dan ASIX Bangun Ekosistem AI serta Robotik di BSD City

Sinar Mas Land dan ASIX Bangun Ekosistem AI serta Robotik di BSD City

Selasa, 12 Mei 2026 / 23:05 WIB
Kemenkumham Banten: Kampus Harus Lindungi Karya Ilmiah Lewat Kekayaan Intelektual

Kemenkumham Banten: Kampus Harus Lindungi Karya Ilmiah Lewat Kekayaan Intelektual

Selasa, 12 Mei 2026 / 22:26 WIB
Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Selasa, 12 Mei 2026 / 10:45 WIB
Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Selasa, 12 Mei 2026 / 10:39 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang