• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 23 April 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Menghindari Jabat Tangan untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Oleh: Sofia
Minggu, 3 Mei 2020 / 00:22 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Pada tanggal 2 Maret, Presiden RI Joko Widodo telah mengonfirmasi bahwa virus COVID-19 telah masuk ke Indonesia dengan ditemukannya dua pasien yang positif virus tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan terus melakukan upaya pencegahan. Sebagai salah satu cara cegah COVID-19, banyak ahli kesehatan yang menyarankan untuk menghindari sentuhan kontak secara langsung dengan orang lain seperti jabat tangan atau salaman.

Cegah COVID-19 dengan menghindari jabat tangan

Seiring merebaknya COVID-19, berbagai langkah pencegahan yang tepat pun terus diperbarui bersama dengan semakin banyak informasi tentang virusnya yang mulai terkuak satu persatu.

READ ALSO

Dokter Onkologi Berstandar Internasional Siap Layani Pasien Siloam Lippo Village

Tekankan Pentingnya Nutrisi Anak, Alfamidi Edukasi Keluarga Balita di Ciputat Timur

Salah satu himbauannya adalah tidak berjabat tangan dengan orang yang sedang sakit. Meski ketika kedua pihak sedang sehat, Anda juga sebaiknya tidak melakukannya dengan tangan yang tidak higienis.

Imbauan tersebut bukanlah tanpa alasan. Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak bekerja dan kerap menyentuh berbagai permukaan. Apalagi jika Anda berjalan-jalan di tempat umum, tidak ada yang bisa memastikan bahwa pegangan tangga atau tombol lift yang Anda sentuh bebas dari virus dan bakteri.

Jika Anda menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi, virus atau bakteri tersebut bisa saja berpindah ke mata, hidung, atau mulut jika setelahnya Anda menyentuh bagian-bagian tersebut tanpa mencuci tangan. Dari sanalah virus bisa masuk ke tubuh dan akan membuat Anda sakit.

Pencegahan ini pernah dijadikan sebuah eksperimen oleh Dr. Mark Sklansky, seorang profesor pediatrik di Sekolah Kedokteran David Geffen, UCLA.

Sebelum merebaknya COVID-19, masalah penularan penyakit yang dipicu dari jabatan tangan di rumah sakit masih menjadi sebuah kekhawatiran. Meski telah ada aturan ketat dalam mencuci tangan, hanya 40% tenaga kesehatan yang benar-benar mematuhi aturan tersebut dengan baik.

Oleh karenanya, Dr. Slansky melakukan percobaan dengan membuat sebuah tanda bergambar jabatan kedua tangan pada lingkaran yang diberi garis di tengahnya. Gambar tersebut ditempel di dinding rumah sakit. Area yang ditempeli gambar tersebut tidak memperbolehkan pengunjungnya untuk melakukan salam dengan berjabat tangan.

Meski tidak secara langsung menunjukkan penurunan jumlah orang yang terinfeksi, percobaan yang dilakukan selama enam bulan tersebut setidaknya membuat banyak tenaga kesehatan dan pengunjung rumah sakit mulai menyadari pentingnya menghindari kontak tangan untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri. Artinya, menghindari salaman juga bisa cegah penularan COVID-19.

Skema penyebaran virus COVID-19

coronavirus dan paramyxovirus

Karena COVID-19 merupakan virus yang baru ditemukan, masih harus diteliti lebih lanjut lagi untuk mengetahui bagaimana pastinya dan apa saja faktor yang bisa memicu penyebarannya.

Awalnya, COVID-19 dianggap sebagai airborne virus yang bisa menyebar di udara. Namun, baru-baru ini WHO menyatakan bahwa penyebaran virus COVID-19 terjadi melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut dari orang yang terinfeksi.

Umumnya, terdapat dua cara penyebaran, yaitu dari manusia ke manusia atau bisa juga dengan menyentuh benda yang telah terpapar virus di permukaannya.

Pada antar-manusia, virus ditularkan ketika seseorang menghirup tetesan yang keluar dari orang dengan COVID-19 setelah mereka batuk, bersin atau buang napas. Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang berada di dekat orang yang terinfeksi dengan jarak kurang dari dua meter.

Sedangkan seperti yang sudah dijelaskan, orang bisa tertular dengan bersentuhan pada benda-benda yang  terkena tetesan yang mengandung virus, lalu orang tersebut menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Biasanya orang yang mudah menularkan virus COVID-19 merupakan orang-orang yang sudah menunjukkan gejala. Namun pada beberapa kasus, virus ini juga bisa ditularkan bahkan sebelum gejala pada orang tersebut terlihat.

COVID-19 adalah jenis virus yang sangat mudah ditularkan, terutama jika virus sudah disebarkan oleh superspreader. Superspreader adalah seseorang yang menginfeksi orang lain dengan jumlah yang banyak melalui kontak sekunder. Jika biasanya virus ini ditularkan kepada dua sampai tiga orang dari satu pasien, superspreader bisa mengenai sampai belasan orang.

CDC juga menyebut penyebaran ini sebagai community spread. Artinya, penyebaran virus penyakit ini sering kali tidak diketahui sumber infeksinya.

Karena itulah pemerintah pun akhirnya mengeluarkan imbauan pada masyarakat untuk tidak pergi ke tempat-tempat dengan kasus COVID-19 yang tinggi untuk sementara waktu sampai wabah mereda. Tidak hanya itu, menghindari jabat tangan untuk cegah COVID-19 adalah salah satu cara yang bisa dilakukan.

Tak hanya jabat tangan, hal-hal berikut bisa Anda lakukan untuk salam

Jabat tangan adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang sudah menjadi tradisi sejak lama. Jabat tangan sering dilakukan sebagai penyambutan, sapaan dua orang kala bertemu, dan saat kedua pihak telah mencapai sebuah persetujuan.

Terutama di Indonesia, jabat tangan juga dianggap sebagai tanda hormat dari yang muda terhadap yang lebih tua. Jabat tangan ini diikuti dengan mengecup punggung telapak tangan, biasanya juga kerap disebut ‘salim’ atau ‘salam’.

Dengan adanya kasus pasien COVID-19 belakangan ini, banyak masyarakat yang jadi khawatir akan kemungkinan penularan dari jabat tangan. Namun di sisi lain, menolak jabatan tangan pun dianggap sebagai hal yang tidak sopan sehingga hal ini masih terus dilakukan.

Padahal, menghindari jabat tangan sebagai langkah untuk cegah COVID-19 tidak sepenuhnya buruk. Lagi-lagi, virus dan bakteri bisa tersebar di mana saja, kita tidak pernah tahu pasti risiko apa yang mengintai.

Masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk memberi salam. Beberapa di antaranya adalah melakukan namaste yaitu mengatupkan kedua tangan di depan dada atau membungkukkan tubuh. Ketika bertemu dengan seorang teman, Anda bisa menyapa dengan lambaian tangan.

Sayangnya, belum semua orang benar-benar menyadari akan pentingnya langkah pencegahan ini. Oleh karena itu, jika Anda memang harus berjabatan, sebaiknya cuci tangan sebelum dan sesudah melakukannya. Hindari juga menyentuh area wajah.

The post Menghindari Jabat Tangan dan Salim untuk Cegah Penyebaran COVID-19 appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi untuk Penderita Asam Urat

Next Post

Tiga Jalan Nasional di Kabupaten Tangerang Disemprot Disinfektan

Related Posts

Dokter Onkologi Berstandar Internasional Siap Layani Pasien Siloam Lippo Village
Kesehatan

Dokter Onkologi Berstandar Internasional Siap Layani Pasien Siloam Lippo Village

Oleh: Rizki
Kamis, 26 Februari 2026 / 23:06 WIB
Tekankan Pentingnya Nutrisi Anak, Alfamidi Edukasi Keluarga Balita di Ciputat Timur
Kesehatan

Tekankan Pentingnya Nutrisi Anak, Alfamidi Edukasi Keluarga Balita di Ciputat Timur

Oleh: Rizki
Kamis, 19 Februari 2026 / 11:01 WIB
Eka Hospital MT Haryono Perkenalkan Pulsed Field Ablation (PFA), Teknologi Terkini Atasi Aritmia
Kesehatan

Eka Hospital MT Haryono Perkenalkan Pulsed Field Ablation (PFA), Teknologi Terkini Atasi Aritmia

Oleh: Rizki
Sabtu, 14 Februari 2026 / 13:56 WIB
Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025
Kesehatan

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Oleh: Rizki
Minggu, 1 Februari 2026 / 11:52 WIB
Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI
Kesehatan

Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI

Oleh: Rizki
Jumat, 23 Januari 2026 / 20:24 WIB
Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat
Kesehatan

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat

Oleh: Rizki
Rabu, 14 Januari 2026 / 09:30 WIB
Next Post
Tiga Jalan Nasional di Kabupaten Tangerang Disemprot Disinfektan

Tiga Jalan Nasional di Kabupaten Tangerang Disemprot Disinfektan

Discussion about this post












WARTA TERKINI

PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun

PT Indah Kiat Tangerang Sabet Penghargaan K3, Bukti Konsistensi Selama 15 Tahun

Kamis, 23 April 2026 / 17:55 WIB
Berbagi Poin dengan Persija, Persita Muda Semakin Dekat ke Semifinal

Kalah di Kandang, Persita Tangerang Harus Relakan Tiga Poin untuk Bali United

Kamis, 23 April 2026 / 17:49 WIB

Gandeng Anne Avantie, Alfamart Luncurkan Tote Bag “Puspa Kinasih” untuk Perempuan Indonesia

Kamis, 23 April 2026 / 17:23 WIB
GASPOL! Langkah Strategis Wabup Tangerang Amankan Stok Bahan Pokok dan Stabilisasi Ekonomi

GASPOL! Langkah Strategis Wabup Tangerang Amankan Stok Bahan Pokok dan Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 23 April 2026 / 17:13 WIB
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Tangerang Keluarkan Benda Asing di Hidung Anak

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Tangerang Keluarkan Benda Asing di Hidung Anak

Kamis, 23 April 2026 / 17:05 WIB
Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Kamis, 23 April 2026 / 17:00 WIB
Gacor Meski Jadi Pengganti, Aleksa Andrejic Buktikan Profesionalisme di Persita Tangerang

Persita Jamu Bali United, Misi Pendekar Cisadane Putus Tren Negatif

Rabu, 22 April 2026 / 14:35 WIB
Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Rabu, 22 April 2026 / 14:16 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang