TANGSEL, WT – DPD LDII Kota Tangerang bersama DPD LDII Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Binus Center sukses menggelar Pelatihan Digital Marketing di Aula Mamba’ul Ulum Boarding School, Pondok Aren pada Minggu, (5/10/2025). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 13 September ini ditutup dengan ujian sertifikasi kompetensi digital marketing bagi seluruh peserta.
Sebanyak 50 peserta dari kalangan generasi muda LDII serta pelaku UMKM binaan mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapat pembekalan materi seputar strategi pemasaran digital, mulai dari dasar branding, pengelolaan media sosial, hingga strategi broadcast digital yang efektif.
Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah pihak, antara lain BMT Rukun Abadi, Aslambaqania, Pintar, In.Eatz, Namto Project, serta Binus Center yang berperan dalam penyediaan sertifikasi peserta.
Ketua DPD LDII Kota Tangerang, Muhammadiah Saied, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan daya saing pelaku UMKM. “Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan bagi kemajuan UMKM agar mampu naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi daerah,” ujar Muhammadiah.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan salah satu dari delapan klaster kontribusi LDII, yakni Teknologi Digital. “Kami berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan strategi pemasaran daring dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Dengan begitu, pengelolaan usaha menjadi lebih profesional dan berdampak bagi perekonomian lokal,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mamba’ul Ulum, Suprayitno mengapresiasi antusiasme peserta yang konsisten mengikuti pelatihan hingga akhir. “Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta harus bisa mengimplementasikan ilmunya, bukan sekadar menerima materi. Tanpa aksi nyata, tujuan untuk mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap ekonomi daerah tidak akan tercapai,” ujarnya.
Salah satu pemateri, Sutriyandi, spesialis digital marketing, menekankan pentingnya praktik langsung dalam mengembangkan keterampilan digital. “Digital marketing tidak bisa berhenti di teori. Peserta harus mulai action, mencoba, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tren pasar,” katanya.
Tubagus Maulana Yusuf, seorang social media specialist yang juga menjadi pemateri, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memahami potensi bisnis digital. “Peserta kini sudah tahu apa yang akan dilakukan dan produk apa yang ingin dijual. Namun yang terpenting adalah memahami strategi yang tepat serta memiliki konsistensi. Digital marketing memerlukan waktu dan ketekunan untuk menghasilkan hasil yang nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konsistensi dan kebiasaan merupakan kunci kesuksesan dalam dunia digital. “Kita bisa karena terbiasa. Konsistensi itu penting supaya hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Dengan berakhirnya pelatihan sekaligus ujian sertifikasi ini, para peserta diharapkan dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan memperkuat daya saing ekonomi masyarakat, sejalan dengan komitmen LDII dalam meningkatkan kompetensi generasi muda di era digital. (RAY)















Discussion about this post