Serang, (Antaranews Banten) – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengimbau kepada masyarakat Agar menjadikan Pergantian tahun baru 2019 sebagai momentum muhasabah (evaluasi diri) dalam upaya meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Tatu mengatakan, malam pergantian tahun baru hendaknya masyarakat tidak dengan pesta pora. Apalagi, saat ini masih dalam kondisi berduka atas bencana tsunami Selat Sunda.
“Pergantian tahun baru 2019 hendaknya diisi dengan kegiatan yang positif seperti beribadah, berdoa, dan berdzikir serta introspeksi diri atau muhasabah,” kata Tatu dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/12/)
Tatu juga meminta para camat, lurah untuk mengajak masyarakatnya agar memenuhi masjid-masjid diwilayahnya. “Mengisi malam pergantian tahun dengan shalat berjamaah, pengajian, berdzikir, dan ibadah lainnya,” katanya.
Tatu juga mengimbau, sebagai bentuk empati dan turut berduka cita untuk para korban bencana di Selat Sunda, masyarakat agar menyisihkan sebagian rizkinya untuk berderma atau bersedekah.
“Diharapkan bisa bahu-membahu memberikan sumbangan untuk korban bencana,” katanya.
Tatu mengatakan, berkenaan dengan cuaca yang tidak menentu, diimbau agar warga masyarakat menghindari tempat-tempat yang rawan bencana alam, seperti gunung, dan pantai.
Tatu juga meminta kepada para orang tua untuk mengawasi dan mengarahkan putera-puterinya supaya tidak melakukan dan mengikuti kegiatan yang bersifat hura-hura pada malam pergantian tahun.
“Arahkan putra putri kita agar jangan melakukan hura-hura dimalam pergantian tahun,” katanya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan menjelang pergantian tahun, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada pimpinan lembaga pemerintah, para camat, kepala desa, kepala sekolah, serta para ketua RW/RT di Kabupaten Serang.























Discussion about this post