TANGERANG, WT – Profesional dan Usahawan Katolik Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) kembali menggelar kegiatan olahraga tahunan yang dipadukan dengan aksi kemanusiaan melalui Run4U 2026. Kegiatan charity run ini mengusung tema “Run for Earth: Green Steps, Better Planet” yang sejalan dengan Arahan Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2026, yakni “Keutuhan Alam Ciptaan.”
Melalui tema tersebut, PUKAT KAJ mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan yang semakin terancam akibat aktivitas manusia. Selain menjadi ajang olahraga lari, Run4U 2026 juga diharapkan menjadi gerakan nyata untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian bumi.
Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti kondisi krisis lingkungan yang saat ini tengah dihadapi Indonesia. Ia menyebut berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem semakin sering terjadi akibat kerusakan alam.
“Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga tahun 2025 tercatat hampir 99 persen bencana di Indonesia disebabkan oleh kerusakan alam akibat tindakan manusia. Dari 3.116 kejadian bencana yang tercatat, banjir menempati urutan pertama dengan 1.584 kasus,” ujar Kardinal Suharyo.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk mulai melakukan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Langkah sederhana seperti menghemat listrik dan air, mengelola sampah dengan baik, hingga memanfaatkan lahan secara bijak dinilai dapat memberi dampak besar bagi kelestarian bumi.
Kardinal Suharyo juga mengapresiasi inisiatif PUKAT KAJ yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan kampanye pelestarian lingkungan melalui Run4U 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menyuarakan pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Ketua PUKAT KAJ, Reymund Levy, menjelaskan bahwa Run4U merupakan wadah bagi masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga, sekaligus membangun semangat berbagi melalui kegiatan donasi.
“Run4U hadir sebagai ruang bagi masyarakat untuk bergerak bersama, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk berbagi dan merawat bumi. Tahun ini donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Gerakan Laudato Si’ Indonesia serta berbagai kegiatan sosial yang dilakukan PUKAT KAJ,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya menjadi motivasi untuk kembali menghadirkan kegiatan tersebut dengan skala yang lebih luas.
Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) yang menjadi mitra penyaluran donasi merupakan bagian dari Laudato Si’ Movement, sebuah gerakan global yang mendorong aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim dan menjaga lingkungan hidup.
Perwakilan GLSI, Sr. Irena Handayani, OSU, menjelaskan bahwa gerakan tersebut memiliki visi merawat bumi sebagai rumah bersama dengan mengarusutamakan gaya hidup berkelanjutan serta memperjuangkan keadilan iklim.
“Kami juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan Animator Laudato Si’ serta berbagai kegiatan seperti penanaman mangrove dan pengelolaan sampah terpadu. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Run4U 2026, Alexzander Zaputra Tedja, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa dampak nyata bagi lingkungan.
“Kami mengajak umat Katolik dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi, baik sebagai pelari, donatur, maupun sponsor. Setiap langkah kecil yang kita lakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi,” ujarnya.
Run4U 2026 akan diselenggarakan secara offline dan virtual dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
Pendaftaran: 1 Maret – 30 April 2026
Periode Donasi: 1 Maret – 7 Juni 2026
Periode Lari Virtual: 1 – 30 April 2026
Race Day: Minggu, 7 Juni 2026 di QBIG BSD City
Peserta dapat memilih kategori Virtual Race maupun Hybrid Race dengan jarak 2,5 km, 5 km, dan 10 km. Selain berlari, peserta juga memiliki kesempatan menjadi Pejuang Donasi, yakni mengajak lebih banyak orang untuk berdonasi yang nantinya digunakan untuk mendukung program pelestarian lingkungan melalui Gerakan Laudato Si’ Indonesia. (RIZ)
















Discussion about this post