TANGSEL, WT – Maraknya bangunan dan warung liar di sepanjang bantaran Situ Ciledug, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, memicu keprihatinan serius dari organisasi Gugus Alam Nalar Ekosistem Sosial Pemuda (GANESPA). Kondisi kawasan konservasi tersebut dinilai kian memprihatinkan karena beralih fungsi menyerupai kawasan pasar komersial.
Atas kondisi tersebut, GANESPA secara tegas mendesak Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret berupa penertiban serta penataan ulang kawasan resapan air tersebut.
Ketua Umum GANESPA, Decky, menyoroti penambahan jumlah warung liar yang terus tidak terkontrol. Menurutnya, pembiaran ini mengancam kelestarian lingkungan dan merusak estetika ruang terbuka hijau.
“Kondisi Setu Ciledug saat ini sangat memprihatinkan. Deretan warung yang kian menjamur membuat kawasan ini tampak seperti pasar. Hal ini mengikis kesan asri sekaligus menurunkan fungsi ekologis setu sebagai penampung air dan pencegah banjir,” ujar Decky.
Decky menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aktivitas ekonomi warga. Namun, pemberdayaan ekonomi daerah wajib berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang yang berlaku.
Dugaan Jual Beli Lahan dan Penyalahgunaan Aset
Selain persoalan maraknya pedagang kaki lima, GANESPA juga mencium adanya dugaan praktik sewa-menyewa lahan sempadan secara tidak sah oleh oknum tertentu kepada para pemilik warung.
Tak hanya itu, keberadaan bangunan pos jaga baru serta dugaan pemanfaatan bangunan lama menjadi usaha kuliner (warung seblak) turut dipertanyakan status kejelasan asetnya.
Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi GANESPA, Nurhafiz Kholis Fidon, meminta transparansi penuh dari instansi terkait mengenai legalitas penggunaan fasilitas di area sempadan tersebut.
“Pemerintah harus hadir dan tidak boleh membiarkan pelanggaran tata ruang ini berlarut-larut. Harus ada investigasi menyeluruh. Jika terbukti ada penyalahgunaan aset negara atau praktik sewa ilegal, penegakan hukum wajib dilakukan tanpa pandang bulu,” tegas Nurhafiz. (RAY)
















Discussion about this post