Trust Banten – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang tengah mendalami kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diwarnai aksi penembakan di area Bundaran 3 Citra Raya, Kecamatan Panongan, Jumat (24/7/2026).
Insiden tersebut sempat memicu kehebohan di media sosial setelah video aksi kejar-kejaran antara petugas keamanan kawasan dengan terduga komplotan pencuri beredar luas. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat melepaskan tembakan untuk meloloskan diri dari sergapan.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi tak lama setelah menerima laporan guna mengumpulkan fakta lapangan. “Kami langsung bergerak cepat mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumah saksi mata yang ada di lokasi,” tegas Kapolres.
Berawal dari Patroli Rutin Satpam
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden bermula saat petugas keamanan kawasan yang sedang berpatroli mendapat laporan mengenai hilangnya satu unit sepeda motor milik warga.
Saat menyisir area sekitar, satpam mendapati pengendara yang menunggangi motor dengan ciri-ciri persis seperti kendaraan yang dilaporkan hilang. Petugas pun berupaya membuntutinya dan meminta pengendara tersebut untuk berhenti.
Namun, upaya penghentian itu mendapat perlawanan sengit. Pelaku nekat meletuskan benda yang diduga kuat senjata api ke arah petugas keamanan. “Saat hendak dihentikan, terduga pelaku memberikan perlawanan dengan mengeluarkan dan menembakkan senjata api,” jelasnya.
Beruntung, tembakan tersebut tidak mengenai petugas. Meski terus dikejar, terduga pelaku beserta rekannya yang mengawal berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas.
Polisi Sisir CCTV dan Minta Warga Tenang
Guna mengidentifikasi identitas para pelaku, penyidik Polresta Tangerang saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar jalur pelarian pelaku. “Perkembangan kasus ini akan terus kami informasikan secara berkala,” tambah Kapolresta.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki rekaman video tambahan atau informasi relevan terkait peristiwa ini untuk segera melapor. Warga juga diminta untuk tetap tenang, tidak menyebarkan spekulasi liar, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. (RIK)















Discussion about this post