BALI, WT – Sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan nusantara sejak dini, GWK Cultural Park sukses menyelenggarakan program Literasi Budaya sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kegiatan edukatif di ruang terbuka ini dirancang khusus untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur kebudayaan sekaligus kepedulian lingkungan kepada generasi muda.
Program berskala besar ini diikuti oleh hampir 3.000 peserta yang terdiri dari siswa-siswi 19 Sekolah Dasar Negeri serta anak-anak dari 5 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Selama berada di kawasan GWK Cultural Park, para peserta diajak mengeksplorasi area luar ruang, menyaksikan tayangan animasi edukatif “Garuda Cilik”, hingga mempraktikkan langsung aksi pelestarian bumi seperti mengolah sampah organik dan mendaur ulang kain perca menjadi barang bernilai guna.
Tingginya angka partisipasi tahun ini membuktikan meningkatnya minat anak-anak terhadap metode pembelajaran luar kelas yang aplikatif. Tren ini tercatat melonjak dibanding periode dua tahun sebelumnya (2024 dan 2025) yang mengumpulkan total sekitar 2.500 peserta.
“Kami bersyukur dapat menyediakan ruang belajar yang berkualitas bagi anak-anak melalui Program Literasi Budaya. Program ini dirancang agar memberi manfaat nyata, karena kami percaya pengenalan budaya sejak dini berperan penting dalam menumbuhkan pemahaman, apresiasi terhadap warisan budaya, serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan,” ungkap Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Saking tingginya antusiasme masyarakat, kuota kunjungan untuk program ini dilaporkan sudah terisi penuh hingga September 2026. Guna menjaga komitmen dalam memperluas akses edukasi tanpa sekat finansial, pihak manajemen GWK mengumumkan telah membuka kembali pendaftaran gratis untuk periode Oktober 2026. Sekolah maupun lembaga yang berminat dapat mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya tiket masuk melalui tautan resmi di bit.ly/DaftarLiterasiBudaya. (RIZ)
















Discussion about this post