• Tentang Kami
  • Contact
Rabu, 27 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Sindrom Miller Fisher, Penyakit Autoimun yang Bikin Anda Susah Senyum dan Mudah Jatuh

Oleh: wartatangerang.com
Kamis, 9 Agustus 2018 / 09:22 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kebanyakan orang, tersenyum, melangkahkan kaki, hingga berkedip sekalipun tidak memerlukan banyak tenaga. Berbagai fungsi tubuh dasar ini bahkan bisa Anda lakukan tanpa pikir panjang karena sudah diatur oleh koordinasi saraf dan otot yang baik. Namun, hal ini tidak dimiliki oleh segelintir orang yang mengalami sindrom Miller Fisher.

READ ALSO

Hunian Dekat Alam Tak Sekadar Nyaman, Tapi Juga Menyehatkan Mental

Datang ke Atria Bridal Culinary Showcase: Masuk Gratis, Ada Free Food Tasting!

Apa itu sindrom Miller Fisher?

Nama sindrom Miller Fisher diambil dari nama penemunya, dr. C. Miller Fisher. Sindrom Miller Fisher (MFS) atau disingkat sindrom Fisher adalah salah satu “anak” dari gangguan saraf langka yang bernama Guillain-Barre syndrome. Keduanya adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang sistem saraf sehat, bukannya melawan zat-zat asing penyebab penyakit. Namun, MFS tidak separah kondisi Guillain-Barre syndrome.

Gangguan saraf khas sindrom Fisher terjadi pada sistem saraf perifer, dan biasanya berkembang pesat dalam hitungan hari. Sindrom ini ditandai oleh 3 masalah utama: kelemahan otot wajah (kelopak mata terkulai dan sulit memunculkan ekspresi), koordinasi dan keseimbangan tubuh yang buruk, dan hilangnya refleks.

Apa penyebab sindrom Fisher?

Penyebab sindrom Fisher tidak sepenuhnya dipahami, tapi sering dipicu oleh infeksi virus. Paling sering virus flu atau virus penyebab gastroenteritis (flu perut). Gejala flu umum, mono, diare, atau penyakit lain biasa dilaporkan muncul mendahului gejala MFS.

Beberapa peneliti menduga bahwa antibodi yang diproduksi oleh tubuh ketika melawan infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada selubung myelin yang melapisi saraf perifer. Sistem saraf perifer berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat ke organ indera, seperti mata dan telinga, dan ke organ tubuh lainnya seperti otot, pembuluh darah, dan kelenjar.

Ketika mielin rusak, saraf tidak bisa mengirimkan sinyal sensorik dengan baik untuk sampai ke otot bagian tubuh yang ingin digerakkan. Itu kenapa kelemahan otot menjadi karakteristik utama dari sindrom ini.

Meskipun begitu, tidak semua orang yang terinfeksi virus akan otomatis mengalami sindrom Fisher. Sindrom ini termasuk kondisi yang sangat langka. Pada kebanyakan kasus tetap tidak diketahui jelas penyebabnya. Hanya saja, mereka tiba-tiba menunjukkan gejala Miller Fisher. 

Siapa yang berisiko mengalami gangguan saraf ini?

Dilansir dalama laman Healthline, siapapun sebenarnya bisa mengalami MFS, tetapi beberapa orang memang lebih rentan mengalaminya.

Kelompok orang yang rentan mengalami Miller Fisher adalah:

  • lak-laki . The Journal of American Osteopathic Association melaporkan bahwa pria dua kali lebih mungkin mengalami Miller Fisher dibandingkan wanita.
  • Usia paruh baya. Usia rata-rata orang yang mengalami sindrom ini adalah 43 tahun.
  • Ras Asia Timur, khususnya Taiwan atau Jepang.

Beberapa orang juga mungkin dapat terserang MFS setelah vaksinasi atau operasi.

Apa saja gejala sindrom Miller Fisher?

keringat pada wajah

Gejala MFS biasanya datang cepat. Gejala sindrom Miller Fisher umumnya mulai muncul sekitar satu hingga empat minggu setelah terinfeksi virus. Kecepatan timbulnya gejala inilah yang membedakannya dari gangguan saraf bertahap lainnya seperti Alzheimer, Parkinson, atau ALS.

MFS umumnya dimulai dengan kelemahan pada otot mata yang berlanjut ke bagian bawah tubuh. Gejala sindrom Fisher termasuk:

  • Hilangnya dan kontrol gerakan tubuh, termasuk kelemahan atau gerakan yang tidak terkontrol.
  • Hilangnya refleks gerak, terutama di lutut dan pergelangan kaki.
  • Pandangan kabur.
  • Penglihatan ganda.
  • Otot-otot wajah melemah, yang ditandai dengan wajah merosot terkulai.
  • Tidak mampu tersenyum, bersiul, bicara menjadi cadel, kesulitan menjaga mata terbuka.
  • Keseimbangan dan koordinasi tubuh yang memburuk, sehingga berpotensi mudah jatuh.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
  • Kesulitan buang air kecil, pada sejumlah kasus.

Banyak orang dengan MFS kesulitan berjalan tegap atau berjalan sangat lambat. Beberapa menunjukkan gaya berjalan terkedek-kedek seperti bebek.

Apa pilihan pengobatan sindrom Miller Fisher?

suntik insulin

Tidak ada obat khusus untuk sindrom Miller Fisher. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), ada dua pilihan pengobatan utama untuk MFS. Yang pertama adalah suntikan immunoglobulin berisi protein dosis tinggi ke pembuluh darah. Tujuannya untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.

Alternatifnya adalah prosedur plasmaferesis, prosedur pertukaran plasma untuk membersihkan darah. Setelah dibersihkan, sel-sel darah tersebut dikembalikan lagi dalam tubuh. Prosedur ini memakan waktu hingga berjam-jam dan lebih sulit dari terapi imunoglobulin. Itu sebabnya kebanyakan dokter akan lebih memprioritaskan suntik immunogloblin dibanding dengan plasmafaresis.

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan sindrom Miller Fisher dimulai dalam waktu 2-4 minggu sejak timbulnya gejala dan terus berjalan hingga 6 bulan. Kebanyakan orang bisa langsung pulih total setelah selesai terapi. Namun, beberapa orang bisa mengalami efek yang langgeng sehingga gejala bisa saja kambuh sewaktu-waktu, meski jarang terjadi.

 

The post Sindrom Miller Fisher, Penyakit Autoimun yang Bikin Anda Susah Senyum dan Mudah Jatuh appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Koagulasi Adalah Proses Penggumpalan Darah. Berbahaya Atau Tidak?

Next Post

Rutin Sikat Gigi, Kunci Mencegah Demensia Sejak Dini?

Related Posts

Hunian Dekat Alam Tak Sekadar Nyaman, Tapi Juga Menyehatkan Mental
Gaya Hidup

Hunian Dekat Alam Tak Sekadar Nyaman, Tapi Juga Menyehatkan Mental

Oleh: Rizki
Selasa, 26 Mei 2026 / 13:30 WIB
Rayakan Tahun Baru Bertema Galaksi di Atria Hotel & Residences Gading Serpong
Gaya Hidup

Datang ke Atria Bridal Culinary Showcase: Masuk Gratis, Ada Free Food Tasting!

Oleh: Rizki
Senin, 25 Mei 2026 / 22:39 WIB
GWK Cultural Park Gelar Sunrise Movement, Padukan Wellness dan Keindahan Alam Bali
Gaya Hidup

GWK Cultural Park Gelar Sunrise Movement, Padukan Wellness dan Keindahan Alam Bali

Oleh: Rizki
Minggu, 24 Mei 2026 / 22:07 WIB
PLAYNIMALS di Mal Ciputra Tangerang Hadirkan Hiburan Hewan Interaktif
Gaya Hidup

PLAYNIMALS di Mal Ciputra Tangerang Hadirkan Hiburan Hewan Interaktif

Oleh: Rizki
Minggu, 24 Mei 2026 / 18:51 WIB
Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat
Gaya Hidup

Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat

Oleh: Rizki
Jumat, 22 Mei 2026 / 20:13 WIB
Noble Thai Hadir di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Thai Fusion untuk Keluarga
Gaya Hidup

Noble Thai Hadir di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Thai Fusion untuk Keluarga

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 19:46 WIB
Next Post
Rutin Sikat Gigi, Kunci Mencegah Demensia Sejak Dini?

Rutin Sikat Gigi, Kunci Mencegah Demensia Sejak Dini?

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Persib Siap Tebus Kekalahan, Targetkan Kemenangan atas Persik Kediri

Juara BRI Super League 2025/26, Persib Bandung Tunjuk Igor Tolic Gantikan Bojan Hodak

Selasa, 26 Mei 2026 / 23:54 WIB
Persita Belajar dari Kekalahan di Biak, Carlos Pena: Harus Tampil 100 Persen

Evaluasi BRI Super League 2025/26: Carlos Pena Soroti Rapuhnya Lini Depan Persita

Selasa, 26 Mei 2026 / 23:46 WIB
Cetak Rekor! Pemkot Tangerang Raih Opini WTP 19 Kali Berturut-turut dari BPK Banten

Cetak Rekor! Pemkot Tangerang Raih Opini WTP 19 Kali Berturut-turut dari BPK Banten

Selasa, 26 Mei 2026 / 23:40 WIB
Momentum Iduladha 2026, PT IKPP Tangerang Mill Distribusikan Puluhan Hewan Kurban untuk Warga

Momentum Iduladha 2026, PT IKPP Tangerang Mill Distribusikan Puluhan Hewan Kurban untuk Warga

Selasa, 26 Mei 2026 / 23:37 WIB
Libur Iduladha 1447 H, Layanan Samsat Cikokol Tutup Sementara 27-28 Mei 2026

Libur Iduladha 1447 H, Layanan Samsat Cikokol Tutup Sementara 27-28 Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026 / 23:30 WIB
Hunian Dekat Alam Tak Sekadar Nyaman, Tapi Juga Menyehatkan Mental

Hunian Dekat Alam Tak Sekadar Nyaman, Tapi Juga Menyehatkan Mental

Selasa, 26 Mei 2026 / 13:30 WIB
Lima Unit Usaha APP Group Sabet Penghargaan Top CSR Awards 2026, Salah Satunya Indah Kiat Tangerang

Lima Unit Usaha APP Group Sabet Penghargaan Top CSR Awards 2026, Salah Satunya Indah Kiat Tangerang

Selasa, 26 Mei 2026 / 08:20 WIB
Gelandang Dewa United Banten: Musim Ini Tidak Bagus

Gelandang Dewa United Banten: Musim Ini Tidak Bagus

Senin, 25 Mei 2026 / 23:35 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang