Tatu mengatakan, pemberian insentif tersebut merupakan apresiasi Pemerintah Kabupaten Serang atas kerja tulus ikhlas para kader Pos Keluarga Berencana (KB) dan Sub Pos KB yang terus berupaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
Permasalahan yang ditimbulkan dari padatnya penduduk membutuhkan penanganan yang serius serta kerjasama dari seluruh pihak. Termasuk kader yang melakukan sosiaslisasi kepada masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi yang efektif.
“Kita berikan perhatian kepada 1.796 kader yang sudah bekerja secara tulus,” kata Tatu saat bersilaturahmi dengan Kader Pos KB dan Kader Sub Pos KB di Tennis Indoor, Setda Pemkab Seang, Selasa.
Ia menilai, Kader KB sudah membantu kinerja pemerintah untuk mengurangi jumlah angka kelahiran yang cukup tinggi. Sebab, peningkatan jumlah angka kelahiran mayoritas dari warga yang kurang mampu secara ekonomi.
“Pertumbuhan penduduk yang meningkat juga akan menambah persoalan kemiskinan dan gizi buruk. Kader bisa menekan pertumbuhan dengan memberikan solusi untuk warga yang ingin KB,” katanya.
Tatu menegaskan, peran dan fungsi kader KB harus terkoordinasi baik dengan seluruh camat di Kabupaten Serang. Bahkan, Tatu meminta camat untuk aktif melakukan pertemuan dengan kader KB.
“Kader KB ini adalah mitra Pemkab Serang, maka camat selaku kepanjangan tangan dari saya, harus mampu membina dan melakukan komunikasi yang baik,” katanya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1.493.591 Jiwa dengan rincian 757.089 laki-laki, 736.502 perempuan (415.106 KK).Dengan laju pertumbuhan penduduk 1,31 persen. Sementara pertumbuhan ideal adalah 0,5 persen.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Warsyit menilai, pertumbuhan penduduk Kabupaten Serang masing terhitung tinggi.
“Saat ini, yang sudah mendapatkan sosialisasi dan menjadi kader untuk menggunakan alat baru sebanyak 270 ribu orang. Padahal, jumlah angka kesuburan mencapai 400 ribu orang. Kami terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk,” katanya.
















Discussion about this post