TANGSEL, WT – Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah. Umumnya, sampah dikumpulkan tanpa pemilahan dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), yang menimbulkan berbagai dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Salah satu penyebab utama masalah ini adalah minimnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). TPS 3R dirancang sebagai pusat pengelolaan sampah yang melibatkan proses pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, daur ulang, serta pengolahan sampah di kawasan tertentu. Melalui TPS 3R, sampah organik dan anorganik dikelola dengan tujuan utama mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
“Program ini melayani komunitas masyarakat yang mencakup setidaknya 200 rumah tangga atau kepala keluarga. Dengan pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle, TPS 3R berfungsi untuk meringankan beban pengolahan sampah di kawasan tersebut,” kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Tangerang Selatan, Tubagus Apriliadhi Kusumah Perbangsa.
Menurutnya, saat ini Kota Tangerang Selatan memiliki 38 TPS 3R yang tersebar di 7 kecamatan, dengan total sampah yang dikelola mencapai sekitar 120 ton per hari. Sampah organik diolah menggunakan metode komposter dan larva maggot Black Soldier Fly (BSF), sementara sampah anorganik dipilah dan dijual ke industri daur ulang.
“Selain mengurangi volume sampah, TPS 3R juga berperan penting dalam peningkatan ekonomi, karena menciptakan lapangan kerja dan mendukung berjalannya ekonomi sirkuler,” pungkas Tubagus Apriliadhi. (ADV)



















Discussion about this post