• Tentang Kami
  • Contact
Senin, 21 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Nasional

Miliki Daya Tarik Budaya, Menpar Hadiri Festival Barong Ider Bumi di Banyuwangi

Oleh: wartatangerang.com
Senin, 18 Juni 2018 / 00:12 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Menpar dan Bupati Banyuwangi menghadiri menghadiri Festival Barong Ider Bumi yang diselenggarakan pada di Desa Kemiren, Banyuwangi, Sabtu (16/6). (Foto: Kemenpar)

READ ALSO

KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Pertanahan, Ada Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah Tangerang

Kedubes Swedia Hadirkan Kembali Jejak Budaya Jawa-Bali Lewat Pameran Tyra Kleen

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menghadiri Festival Barong Ider Bumi yang diselenggarakan pada di Desa Kemiren, Banyuwangi, Sabtu (16/6).

Pada kesempatan tersebut, Menpar memberikan apresiasi untuk konsistensi Banyuwangi yang terus mengangkat tradisi budaya menjadi sebuah atraksi yang menarik.

Sebagai informasi, Barong Ider Bumi adalah sebuah ritual tolak bala yang dilakukan di Desa Kemiren setiap tahunnya. Konon, sejarah tradisi Barong Ider Bumi dimulai pada tahun 1840. Saat itu Desa Kemiren diserang wabah penyakit yang mengakibatkan banyak warga meninggal dan petani juga mengalami gagal panen.

Salah seorang sesepuh desa mendapat petunjuk, meminta petunjuk, warga diminta melakukan arak-arakan Barong sebagai bentuk tolak bala. Ritual tersebut pun dilakukan secara turun-temurun.

Festival Barong Ider Bumi ini ditandai dengan permainan angklung oleh para sesepuh di balai desa setempat. Lalu, Barong diarak keliling desa sambil diiringi nyanyian doa berbahasa Jawa. Nyanyian tersebut merupakan doa memohon keselamatan.

Arak-arakan dimulai dari gerbang hingga pintu keluar masuk desa. Selama proses pengarakan, tokoh adat akan melakukan “Sembur Utik-utik”. Yakni kegiatan menebarkan uang logam, beras kuning, dan bunga sebagai simbol tolak bala. Setelah arak-arakan mencapai ujung desa, warga akan berebut memakan pisang yang dipajang. Prosesi berikutnya adalah selametan dengan makan Pecel Pitik secara bersama.

Pecel Pitik adalah makanan khas Banyuwangi. Kulinernya menggunakan bahan utama ayam kampung yang masih muda. Setelah disembelih, ayam kampung dibersihkan lalu dipanggang secara utuh di perapian. Sedangkan bumbu yang digunakan sangat sederhana yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda.

“Yang dilakukan masyarakat Desa Kemiren dengan mengangkat tradisinya sebagai atraksi budaya sudah tepat untuk pengembangan pariwisata. Ini penting, karena wisatawan yang datang ke Indonesia, 60 persennya karena tertarik budaya,” sambung Menpar di sela-sela acara. Pada kesempatan itu, Menpar juga ikut melempar koin.

Menpar meneruskan, kegiatan ini harus dilestarikan karena merupakan salah satu syiar Budaya Banyuwangi untuk dunia. Barong Ider Bumi dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri oleh Umat Islam.

Bupati Banyuwangi juga mengapresiasi kegiatan ini. Dia mengatakan, dampak ekonomi kegiatan festival budaya seperti itu sangat besar bagi Banyuwangi. Salah satunya, seluruh penginapan di sekitar lokasi penuh disewa para wisatawan.

“Homestay sekitar Kemiren jumlahnya ada 55. Ada yang dua kamar. Ada yang tiga kamar. Semua full, Hotel Sahid Osing Kemiren, Hotel Aston, Hotel Ikhtiar Surya, Hotel El Royale, Hotel Tanjung Asri hingga Desa Wisata Osing yang punya 10 villa juga full. Ini berkah besar buat Banyuwangi,” ucapnya.

Barong Ider Bumi disaksikan oleh sekitar 10 ribu wisatawan. Ada beberapa alasan mengapa para pengunjung rela berdesak-desakan menyaksikan ritual tersebut. Pertama, kegiatan tersebut menghadirkan story telling yang kuat. Barong dipercaya masyarakat Desa Kemiren sebagai makhluk mitologi yang menjaga desa.

Alasan berikutnya, ada arak-arakan budaya yang menarik. Barong yang memiliki sayap tersebut diarak warga Desa Kemiren menggunakan baju adat Osing yang dominan berwarna hitam. Sepanjang jalan, tokoh adat masyarakat Osing dan Menpar Arief Yahya menebarkan uang koin yang dicampur dengan beras kuning.

Uang koin yang disebar tersebut boleh diperebutkan oleh banyak orang terutama anak-anak. Maknanya, adalah shodaqoh masyarakat Kemiren kepada anak-anak. Membudayakan tradisi berbagi.

“Salah satu daya tariknya ya di sini. Karena setelah mangku barong mereka kembali lagi ke pintu masuk. Dan terakhir ditutup dengan selamatan makan bersama dengan menu pecel pitik,” jelas Suhaimi, Ketua Adat Desa Kemiren.

Dia melanjutkan, selain sebagai daya tarik budaya, arak-arakan Barong Ider Bumi juga dilakukan untuk menjaga kerukunan masyarakat sekitar. (Biro Komunikasi Publik Kemenpar/EN).

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Diperkirakan Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Kembali Sebelum Atau Sesudah 19-20 Juni

Next Post

Tingkatkan Pelayanan dan Kelancaran, Tempat Istirahat di Tol Fungsional Batang – Pejagan Ditambah

Related Posts

Kabar OTT di Tangsel, KPK: Tidak Ada
Nasional

KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Pertanahan, Ada Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah Tangerang

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 12:19 WIB
Kedubes Swedia Hadirkan Kembali Jejak Budaya Jawa-Bali Lewat Pameran Tyra Kleen
Nasional

Kedubes Swedia Hadirkan Kembali Jejak Budaya Jawa-Bali Lewat Pameran Tyra Kleen

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:42 WIB
IFHA dan ID Humanity Dompet Dhuafa Jajaki Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara
Nasional

IFHA dan ID Humanity Dompet Dhuafa Jajaki Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara

Oleh: Rizki
Jumat, 4 September 2026 / 16:36 WIB
IPW: Polisi Harus Diajak Dialog, Kita Harus Menjadi Sahabat Polisi untuk Mendidik
Nasional

Sugeng Teguh Santoso Desak Polri Usut Aktor Intelektual provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

Oleh: wartatangerang.com
Rabu, 2 September 2026 / 17:39 WIB
Merawat Tradisi di Tanah Rantau, Masyarakat Paliko Gelar Silaturahmi Akbar di TMII
Nasional

Merawat Tradisi di Tanah Rantau, Masyarakat Paliko Gelar Silaturahmi Akbar di TMII

Oleh: Rizki
Senin, 31 Agustus 2026 / 20:12 WIB
Sinar Mas Land dan Komdigi Kolaborasi Bangun Pusat Ekosistem Digital di BSD City
Nasional

Sinar Mas Land dan Komdigi Kolaborasi Bangun Pusat Ekosistem Digital di BSD City

Oleh: Rizki
Jumat, 28 Agustus 2026 / 19:20 WIB
Next Post
Tingkatkan Pelayanan dan Kelancaran, Tempat Istirahat di Tol Fungsional Batang – Pejagan Ditambah

Tingkatkan Pelayanan dan Kelancaran, Tempat Istirahat di Tol Fungsional Batang – Pejagan Ditambah

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Geger! Kerangka Manusia Ditemukan Saat Warga Bersihkan Lahan di Pasar Kemis

Geger! Kerangka Manusia Ditemukan Saat Warga Bersihkan Lahan di Pasar Kemis

Sabtu, 19 September 2026 / 21:33 WIB
Gol Tunggal Arliansyah Bawa Persija Jakarta Tundukkan Java United 1-0

Gol Tunggal Arliansyah Bawa Persija Jakarta Tundukkan Java United 1-0

Sabtu, 19 September 2026 / 21:22 WIB

Osmar Loss Optimistis Dewa United Banten Tundukkan PSS Sleman di Pekan Ketiga BRI Super League

Sabtu, 19 September 2026 / 21:18 WIB
PSM Makassar vs Persita Berakhir 2-2, Tyronne del Pino dan Aleksa Andrejic Cetak Gol

PSM Makassar vs Persita Berakhir 2-2, Tyronne del Pino dan Aleksa Andrejic Cetak Gol

Sabtu, 19 September 2026 / 21:10 WIB
Bukan Sekadar Hunian, Paramount Petals Tangerang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pasar Modern dan Komunitas

Bukan Sekadar Hunian, Paramount Petals Tangerang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pasar Modern dan Komunitas

Kamis, 17 September 2026 / 19:17 WIB
Petugas BPBD Masih Lakukan Pendinginan Kebakaran Pabrik di Batuceper

Petugas BPBD Masih Lakukan Pendinginan Kebakaran Pabrik di Batuceper

Kamis, 17 September 2026 / 15:15 WIB
Persija Cetak Rekor Jumlah Penonton Tertinggi BRI Liga 1 Musim 2024/2025

Jaga Tren Positif, Shin Tae-yong Waspadai Mobilitas Java United FC jelang Laga Kontra Persija

Kamis, 17 September 2026 / 15:06 WIB
Semarakkan Bulan Kemerdekaan, Hotel Santika Premiere Bintaro Tawarkan Promo Ini

Mulai Rp950 Ribu, Cek Promo Menginap September Staycation Treats di Hotel Santika Premiere Bintaro

Kamis, 17 September 2026 / 14:50 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang